728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Permintaan Jaksa Sidang Ahok ke-17 Aneh Luar Biasa! Bravo untuk Majelis Hakim Menolak!

    Persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah memasuki tahap pemeriksaan terdakwa hari ini. Persidangan yang dimulai sejak bulan Desember 2016 lalu ini kini sudah akan segera selesai, dan pemeriksaan terdakwa hari ini mungkin adalah kesempatan terakhir yang dimiliki baik pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau penasehat hukum Ahok untuk menguatkan atau membantah dakwaan.

    Ada satu hal yang sangat layak untuk diangkat dan dibahas oleh khayalak umum yang mengikuti perkembangan persidangan kasus ini, yaitu keengganan pihak jaksa untuk memutar penuh video pidato Ahok yang menariknya ke dalam kasus ini. Entah mau hemat waktu atau ada maksud terselubung lain, tapi bagi saya permintaan jaksa ini sangat konyol dan bodoh (maaf).

    Berikut beberapa kutipan pernyataan jaksa, hakim dan Ahok pada persidangan pagi hari ini. Sumber 1 dan 2.

        “Mohon izin saya pikir cukup (diputar video sampai bagian Ahok menyampaikan kalimat yang menyebut Al Maidah 51 saja),” kata jaksa dalam sidang lanjutan di auditorium Kementan, Jl Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

        “Nggak terus saja” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto.

        Ketika selesai diputar video full:

        “Itu sudah diperlihatkan bagaimana?” tanya hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto kepada Ahok dalam persidangan di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

        “Iya saya juga baru lihat Yang Mulia yang lengkapnya ini. Waktu di BAP tidak diperlihatkan,” jawab Ahok.

        “Di BAP yang mana?” hakim Dwi kembali bertanya kepada Ahok.

        “Cuma yang pidato saya saja sampai letakkan mic (microphone) itu Yang Mulia,” kata Ahok.

    Jaksa Aneh bin Ajaib

    Saya sebenarnya sangat mempercayai kredibiltias seorang jaksa (kelompok jaksa) di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mewakili negara yang besar seperti ini dalam mendakwa dan menuntut para pelaku tindak kejahatan yang telah mencederai nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan di republik ini. Namun, lihat jaksa di sidang Ahok ini membuat saya berpikir ulang. Mungkin memang semua jaksa dimana saja juga sama, seperti apa yang selalu ada di drama-drama.

    Dalam drama-drama tersebut, sebut saja Punch 2014 atau Defendant yang saya tonton, para jaksa yang terhormat dan mewakili negara itu berlagak bodoh ketika ada hal-hal yang melemahkan dakwaan mereka, bermain politik dengan menyembunyikan bukti-bukti penting, dan berlagak superman ketika pihak pengacara menghadirkan saksi-saksi yang merugikan.

    Sungguh aneh bin ajaib ini pekerjaan jaksa ini. Tentu saja masih banyak jaksa yang berintegritas, tapi saya duga tidak sedikit juga yang kapabilitasnya harus dipertanyakan. Dan izinkan saya untuk mempertanyakan kapabilitas para jaksa di sidang Ahok ini, yang bagi saya terkesan memaksa dan berpura-pura bodoh dalam kasus ini.  Bravo untuk majelis hakim yang menolak permintaan jaksa!

    Para jaksa itu masa tidak berpikir bahwa untuk memahami penuh konteks pidato Ahok perlu untuk menonton seluruh isi pidato? Masa para jaksa yang terhormat dan digaji oleh negara untuk menegakkan keadilan itu tidak tahu bahwa untuk memahami perasaan para pendengar perlu kita tonton apa reaksi warga setelah selesai semua acara pidatonya? JPU ini pura-pura bodoh atau sengaja meminta untuk tidak diputarkan karena akan merugikan mereka?

    Pak jaksa yang terhormat, sebenarnya apa yang ada di hati kalian? Bukankah kalian disumpah untuk menjalankan tugas Anda dengan jujur, bersikap seadil-adilnya, dan tidak membeda-bedakan orang? Masa kalian tidak merasa bahwa perlu pidato full yang ditayangkan untuk dengan objektif menilai apakah benar isi dakwaan kalian terhadap Ahok?

    Bagi saya meminta untuk menghentikan tayangan pidato ditengah sungguh adalah permintaan yang konyol. Sebenarnya apa yang sedang kalian para jaksa sidang Ahok ini perjuangkan? Dakwaan kalian terhadap Ahok itu untuk menegakkan keadilan di republik ini kan? Kalian ngotot mau memenjarakan Ahok bukan hanya karena tidak ingin indikasi performa kinerja kalian di Kejaksaan ternoda dengan kekalahan kan?

    Indikasi Ahok Bebas Makin Kuat

    Saya secara pribadi melihat indikasi Ahok akan mendapatkan vonis bebas semakin kuat. Bukannya ingin mendahului ataupun over-confidence, tapi dilihat dari sikap hakim di sidang terlihat sepertinya hakim sudah memiliki putusan dalam hati mereka. Hakim meminta agar video pidato diputar sampai akhir, yang artinya hakim mengetahui bahwa banyak hal yang dapat dibuktikan jika video tersebut ditonton sampai akhir.

    Dapat dibuktikan bahwa Ahok jauh lebih banyak berbicara tentang budidaya ikan. Dapat juga dibuktikan bahwa Ahok tidak sedang berkampanye dan warga yang mendengar langsung tidak ada merasa yang Ahok telah dengan sengaja menodai agama mereka. Pikiran dan suasana hati warga disana semakin dapat dibuktikan dengan antusiasme mereka untuk berfoto dengan gubernur mereka setelah pidato usai. Singkat kata, tidak ada masalah sama sekali.

    Kata kang Asep Iriawan, hakim biasanya mencari bukti ataupun fakta yang dapat menguatkan keputusannya dari berbagai bukti di persidangan. Jadi, saya menduga bahwa keinginan hakim untuk meneruskan tayangan video pidato Ahok hingga akhir adalah untuk menguatkan keyakinan hakim bahwa tidak ada niat Ahok menodai agama Islam.

    Meskipun hukum di Indonesia ini katanya amburadul dan vonis hakim dapat dibeli atau dipesan, tapi saya ingin percaya kepada integritas para majelis hakim sidang ini. Semoga saja memang ini benar adalah hal ini indikasi kuat bahwa hakim akan membebaskan Ahok.

    Untuk para jaksa, entahlah apa yang ada di pikiran kalian! Bagi saya kalian aneh!

    Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan…


    Penulis : Power Aryanto Famili   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Permintaan Jaksa Sidang Ahok ke-17 Aneh Luar Biasa! Bravo untuk Majelis Hakim Menolak! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top