728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    Pengerahan Masa Sidang Tuntutan Ahok Tercium POLRI, Berpotensi Dimanfaatkan

    Maraknya aksi “perusak”  indahnya kebhinekaan yang dilakukan oleh ormas dan pendukung pasangan calon anti kebhinekaan yang mengidentittaskan dirinya sebagai orang sok “suci” dan munafik semakin gencar dilakukan dimana terkandung niat membentuk Jakarta yang bersyariah menggeser pancasila. Mimpi yang digadang-gadang untuk dijadikan harapan untuk menyatukan “berseraknya” masa pendukung dengan menyingkirkan indahnya suasana  damai di Jakarta dengan kebhinekaan dan Pancasila yang menjadi kesepakatan interaksi.

    Permainan politik yang dimainkan oleh paslon yang mempunyai strategi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemenangan dengan membagi langkah strategi dan taktis politiknya seakan “melenggang”  ditengah tingginya masyarakat terdidik DKI Jakarta.

    Suasana Pemerintahan DKI Jakarta yang mengalami perubahan ekstrim  budaya dan terciptanya musuh bersama yakni “korupsi” kini mendapat serangan ekstrim dan frontal dari golongan yang terganggu atas adanya budaya bersih tersebut.  Pasangan calon yang miskin program ditandai dengan mengandalkan mengerahkan masa aksi, fitnah-fitnah dan intimidasi kepada masyarakat gencar dilakukan diduga oleh pendukung pasangan calon nomor urut tiga (Anies-Sandi).

    Seakan kompak membagi tugas kerja-kerja tim sukses dimana satu sisi seakan bermain isu-isu program yang gencar diwacanakan dan ketika di kritisi seakan “kelabakan” dengan ngeles sana ngeles sini dari DP 0 rupiah, KJP Plus hingga transportasi terintegrasi yang semuanya terkandung kesan meniru dan tidak masuk akal. Tim lainnya aktif dengan frontal memainkan aksi massa yang menghindar ketika didesak kebenaran atas motivasi aksi masa yang membawa perihal “penistaan” agama tersebut adalah aksi dukungan terhadap pasangan calon Anies-Sandi.

    Strategi yang penting menang dan mengesampingkan etika dan norma menjadi “kenikmatan” tertentu untuk pelaku “perusak” kebhinekaan tersebut.

    Adanya usulan dari Polri untuk menunda pembacaan tuntutan kasus dugaan penodaan terhadap terdakwa basuki Tjahaja Purnama yang akan dilangsungkan pada selasa (11/4/2017), dimana Kepala Humas Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Polri telah mencium adanya pengerahan masa.  Usulan yang dilayangkan kepada pengadilan sebagai pengambilan keputusan untuk ditunda atau tidak yang pastinya atas dasar yang dapat dipertanggungjawabkan dimana diutarakan  bahwa  usulan penundaan sidang yang dilontarkan oleh Polda Metro murni atas dasar keamanan. Kepolisian, kata dia, berharap situasi menjelang pemungutan suara pada Rabu (19/4/2017) dapat berjalan dengan damai.

    Suasana yang dibangun dari bagian strategi untuk memenangkan dan mengesampingkan nilai-nilai kebhinekaan yang ada di masyarakat kini telah menuai perpecahan di lapisan masyarakat, antar teman dan keluarga. Bagaimana tidak adanya perpecahan ketika akidah sebagai sesuatu keimanan seseorang dicampurkan adukan dengan politik yang mempunyai esensi untuk meraih kekuasaan hingga langkah politik untuk memfitnah dan mengkafirkan seseorang jika tidak “mensukseskan” untuk meraih kekuasaan dilakukan oleh pendukung paslon nomor urut tiga (Anies-Sandi) tersebut.

    Ketika “miskinnya” program yang selalu saja menghubung-hubungkan “Oke Oce” sebagai obat penyembuh segala “penyakit” yang ada DKI Jakarta serta gencarnya  menghidupkan suasana yang “blunder” politik di lapisan isu pembahasan program dan disisi lain dimainkan langkah intimidasi dengan ancaman kafir hingga kerusuhan jika mereka tidak memenangkan kontesntasi pilkada semata dalam kerangka permainan politik “kotor”.

    Mendapatkan kekuasan dengan cara “kotor” dan “jorok” hanya akan melabelkan diri sendiri menjadi seperti apa yang dilakukan dalam meraih kekuasan tersebut. Meraih dengan “kotor” maka akan menghasilkan kepemimpinan yang “kotor” pula saat kelak menjadi pemimpin dan masyarakat akan jauh dari kemaslahatan yang berkeadilan.

    Dengan belum adanya keputusan dari pengadilan terhadap usulan dari Polri untuk penundaan pembacaan tuntutan mengenai tanggal sidang, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan Polri akan menurunkan personel ekstra. Namun, ia tidak menyebutkan lebih jauh jumlah personel yang akan diterjunkan.

    Boy menuturkan, Polda Metro juga menunda penyelidikan terhadap laporan yang ditunjukan kepada calon Gubernur Anies Baswedan. Anies dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dengan menyebut adanya 300 titik penggusuran di Jakarta.

    Niat baik dari aparat keamanan yang mempunyai kewajiban menjaga situasi aman untuk masyarakat terlebih menjelang Pilkada yang semakin dekat semoga mendapat tanggapan yang positif dari setiap kalangan yang terlibat dan bukannya di “fitnah” dengan lontaran bahwa aparat berpihak pada salah satu pasangan calon.

    Lupakan mimpi palsu yang diciptakan oleh Paslon yang mengusung isu agama untuk mendapatkan kekuasaan, suasana indah masyarakat dengan kebhinekaan selama ini sudah terbentuk haruslah menjadi garda terdepan yang dihadapkan langsung dengan “mimpi palsu” dari paslon pengusung mimpi tersebut.

    Penulis :  Dudi Akbar  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pengerahan Masa Sidang Tuntutan Ahok Tercium POLRI, Berpotensi Dimanfaatkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top