728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Pencerahan untuk Warga Muslim yang Dilema: Ingin Paslon Dukungan GP Ansor atau FPI?

    Melihat situasi politik DKI Jakarta sekarang ini menjadi sebuah situasi yang sangat sulit. Selama ini warga Jakarta, khususnya yang beragama Islam mengalami dilema karena merasa sulit memilih calon pemimpin yang berbeda agama.

    Warga Jakarta yang merupakan Muslim taat juga beberapa bulan ini banyak yang mengalami kegalauan karena Ahok Djarot yang terbukti kerja nyata dan baik kinerjanya, sulit dipilih lantaran berbeda iman.

    GP Ansor sudah deklarasi dukung Ahok Djarot, Warga Jakarta yang galau, sudah dapat jawaban

    Namun jangan takut dan jangan khawatir. Kegalauan anda, saudara-saudara yang beragama Islam seharusnya sudah dapat diredakan. Al-Maidah 51 menurut tafsiran Islam Nusantara, tidak mempersalahkan dan tidak mengutuk orang-orang yang beragama Islam memilih pemimpin yang berbeda iman sekalipun.

    Karena banyak ulama dan cendikiawan Islam Nusantara yang mengatakan bahwa konteks Al Maidah 51 pada saat itu adalah peperangan pada saat itu. Jangan sampai konteks peperangan itu dimunculkan di Ibukota DKI Jakarta yang kita cintai ini.

        “Kalau diterapkan dalam konteks kekinian, puncak permusuhan bisa terjadi jika konteksnya sama yaitu terjadi peperangan secara fisik antara orang Islam dengan agama lain. Konteks surat Al Maidah ayat 51 adalah peperangan,” – Ahmad Ishommudin, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jakarta

    DKI Jakarta sampai sekarang aman-aman saja. Jadi orang-orang yang menggunakan ayat ini di kota Jakarta, merupakan kaum bumi datar yang tidak mengerti konteks, juga merupakan sumbu pendek yang terlalu cepat menelan tafsiran yang tidak bertanggung jawab. Terbukti dari dukungan Gerakan Pemuda Ansor, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) kepada Pak Ahok.

    GP Ansor yang sudah berdiri dari tahun 1934, mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

    FPI dan sejarah kelamnya

    Berbeda dengan FPI yang baru seumur jagung, berdirinya pun pada tahun 1998 setelah Reformasi pecah. Ormas radikal ini sama sekali tidak mewakili Islam Nusantara. Entah agama macam apa yang dibela oleh mereka. Citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin pun tidak menjadi tujuan mereka.\

    Mengingat tahun berdirinya, kita tentu harus bertanya-tanya kepentingan pada saat itu didirikan FPI adalah untuk menakut-nakuti orang-orang yang masih semangat di dalam melakukan reformasi.

    Namun kehadirannya bukan menjadi pembela Islam, melainkan malah merusak citra Islam yang ditanamkan selama ini oleh Nahdlatul Ulama sejak tahun 1926.

    Perbedaan NU dan FPI yang mencolok

    Perbedaan drastis dari NU dan FPI bukan hanya dari usia berdirinya (NU tahun 1926, FPI tahun 1997). Namun perbedaan yang sangat mencolok adalah keanggotaannya yang terdiri dari orang-orang macam apa. NU dibentuk untuk visi menciptakan sebuah organisasi Islam yang merupakan wadah perkumpulan cendikiawan-cendikiawan Islam untuk menggodok pemikiran, merumuskan pemikiran, dan memberikan pandangan-pandangan Islami kepada pemerintahan.

    NU Berhasil Angkat Gus Dur jadi Presiden, lha FPI?

    Namanya saja ikatan cendikiawan. NU pun sempat membentuk sebuah partai yang dipimpin oleh KH Abdurrahman Wahid, yang kita kenal dengan Gus Dur. Partai yang dibentuknya adalah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), dan berhasil membawa Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia pada saat itu.

    Sedangkan FPI merupakan partai bentukan dari siapa, kita tidak jelas. Ada yang mengatakan FPI dibentuk oleh sekelompok habib yang sampai sekarang tidak diketahui namanya. Ada juga yang mengatakan FPI dibentuk oleh militer pada saat itu. Bahkan menurut sejarah, FPI sempat meminta perubahan sila pertama Pancasila menjadi sila yang mendukung Indonesia yang bersyariah. Benar-benar tidak jelas.

    Anda Orang Sehat atau Orang Bodoh?

    Jadi sehatkah kita jika kita memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dukungan FPI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno? Mungkin saja sepak terjang FPI dan visi misi FPI mendirikan negara syariah akan dimulai dari terpilihnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Siapa yang ingin?

    Bodohkah kita jika kita tidak memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dukungan GP Ansor, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat? Mungkin saja sepak terjang NU di bawah afiliasi dengan GP Ansor dapat memajukan Jakarta sebagai kota yang pluralis, agamis, dan maju di dalam ekonomi? Siapa yang ingin?

    Kontestasi Pilkada ini peperangan ideologi

    Jadi kontestasi Pilkada ini bukan sekadar peperangan antar paslon Ahok Djarot VS Anies Sandi saja. Namun kontestasi Pilkada Jakarta ini merupakan peperangan antara Ideologi Pancasila yang selama ini diperjuangkan, dengan ideologi radikalisme agama yang akan mencokol di Indonesia, mulai dari kota Jakarta.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :  Hysebastian  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pencerahan untuk Warga Muslim yang Dilema: Ingin Paslon Dukungan GP Ansor atau FPI? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top