728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Pembacaan Tuntutan Untuk Ahok Tetap Lanjut, Kuncinya Masalahnya Di Manuver Gerombolan Sebelah

    Polda Metro Jaya sempat melayangkan surat kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap Ahok ditunda dulu hingga usai pemilihan tanggal 19 April nanti, karena terkait dengan kerawanan situasi keamanan di Jakarta.

    Dan semuanya menjadi jelas ketika pengadilan negeri Jakarta Utara memastikan sidang Ahok akan tetap dilanjutkan pada Selasa tanggal 11 April nanti. Dengan demikian sudah terkonfirmasi bahwa pembacaan tuntutan tidak akan ditunda. Dengan demikian pula, harapan Polda Metro Jaya sedikit meleset yang artinya harus ada penyesuaian ulang strategi, atau mungkin rencana cadangan atau strategi yang berbeda sesuai kondisi di lapangan.

    Sebelumnya juga Fahri Hamzah—dia lagi, dia lagi—berkomentar bahwa sebenarnya tidak boleh ada intervensi apa pun, dari pihak mana pun terhadap persidangan dan sidang tersebut harus sepenuhnya dikendalikan oleh majelis hakim, tidak boleh dikendalikan oleh orang lain.

    Bukan hanya itu saja, bahkan komisi III DPR pun ikut mempertanyakan langkah Kapolda Metro Jaya Iriawan mengenai surat tersebut. Rencananya pada Senin nanti, akan diadakan rapat dengan Kapolri untuk mendalami motifnya. “Ada apa kok sampai Kapolda Metro mengirim surat itu? Apa beliau ditekan? Atau diiming-imingi sesuatu kalau berhasil mendapat posisi tertentu. Makanya nanti Komisi III dalam rapat kerja entah hari Senin akan mendalaminya, apa motifnya,” kata anggota komisi III Nasir. Nasir juga mempertanyakan mengapa Kapolda Metro Jaya meminta penundaan dengan alasan keamanan, dengan pertimbangan polisi dapat mengamankan aksi-aksi sebelumnya.

    Saya tahu ini semacam manuver yang sangat berat untuk dilakukan. Meminta penundaan pembacaan tuntutan untuk Ahok demi keamanan adalah satu hal penting. Tapi di sisi lain, seperti yang sudah saya prediksi, akan menjadi bahan gorengan. Gorengan yang saya maksud adalah persepsi bahwa Ahok terkesan dilindungi. Orang yang awam dan masyarakat pada umumnya akan mempercayai hal ini, apalagi gerombolan you-know-who yang level kebenciannya terhadap Ahok menembus hingga ke langit. Sekilas ini tentu tidak baik bagi Ahok dan citra kepolisian itu sendiri. Manuver seperti ini sangat sulit diterima oleh kebanyakan orang. Persepsi bahwa Ahok dilindungi, lebih mudah dicerna dan diyakini.

    Tapi kita harus berpikir kembali lebih ke dalam, yang tentunya tidak bisa dilakukan gerombolan you-know-who yang logikanya sangat pendek. Coba pikirkan, mengapa Kapolda rela melakukan ini? Saya yakin kepolisian sudah bisa menebak efek dari manuver ini. Mereka pasti sudah bisa memperkirakan ini akan terjadi. Citra baik mereka dipertaruhkan. Tidak mudah melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya malah dapat tekanan dan cibiran. Tapi toh, permintaan penundaan tetap dilakukan. Mengapa?

    Menangkap pernyataan dari Polda Metro Jaya mengenai alasan keamanan dan kerawanan, saya menduga ada sesuatu yang jauh lebih serius ketimbang menerima celaan akibat permintaan penundaan pembacaan tuntutan. Biasanya, orang tidak akan melakukan sesuatu yang blunder jika bukan karena terpaksa, atau jika bukan karena ada sesuatu yang lebih penting—kalau tidak mau katakan genting.

    Usai dipertanyakan banyak pihak terkait surat permintaan tersebut, Kapolda harus menghadapi kenyataan bahwa permintaan ditolak, dan segera dihadapkan pada situasi di mana akan ada improvisasi strategi selanjutnya. Ingat kata kuncinya, yaitu keamanan dan kerawanan terkait situasi di DKI Jakarta.

    Kalau pembaca tanya kepada saya, maka saya akan mengkhawatirkan dua situasi. Yang pertama adalah pada saat pembacaan tuntutan kepada Ahok. Katanya sih mau disiarkan Live. Bayangkan berapa pasang mata yang akan menyaksikan ini. Yang harus difokuskan adalah bagaimana reaksi dan manuver gerombolan you-know-who yang dari dulu sudah ngiler, ngidam dan ngences ingin segera melihat Ahok dipenjara. Ini juga sangat tergantung dengan tuntutan terhadap Ahok. Mungkin mereka akan puas jika Ahok dituntut, katakanlah 5 tahun. Mungkinkah? Rasanya tidak mungkin, karena bukti dan saksi kebanyakan tidak jelas.

    Bagaimana kalau misalnya tuntutan hanya 6-12 bulan atau bahkan hanya 3 bulan? Kira-kira relakah gerombolan you-know-who? Akankah mereka dengan lapang dada menerima ini semua, dan mungkin mengadakan konpers dan bilang akan menerima apa pun keputusan sidang? Maunya sih mereka rela dan masalah pun kelar. Tapi sayangnya, dengan melihat ketidakwarasan selama beberapa bulan terakhir, sepertinya pesimis.

    Sulit menerima kenyataan inilah yang menjadi masalah utama. Saya bahkan diberitahu bahwa tiap kali ada orang yang tidak bisa menerima kenyataan, di situlah mulai muncul bibit masalah yang bisa membesar jika tidak ditangani dengan serius. And I couldn’t agree more.

    Ketika gerombolan you-know-who tidak rela dan tidak puas dengan tuntutan tersebut, endingnya mungkin bisa ditebak. Demo lanjutan dengan dalih memperjuangkan keadilan yang sudah pincang. Aksi-aksi episode entah ke berapa mungkin akan terjadi dengan alasan tidak puas dengan tuntutan tersebut. Jika itu terjadi, dan masih ada dua minggu sebelum hari pencoblosan, bayangkan saja deh situasinya seperti apa. Apanya yang masa tenang Pilkada? Yang adalah malah mungkin terjadi masa rawan Pilkada.

    Kedua, karena ini adalah Pilkada puncak penentuan siapa pemenangnya, maka semua yang terkait akan all-out. Dan puncaknya adalah Tamasya Al-Maidah yang konon ditargetkan akan diikuti sekitar satu juta lebih orang, dari berbagai daerah pula. Apakah hal seperti ini sangat mendesak? Untuk apa bikin ramai Jakarta dengan cara begini? Bagaimana nanti jika ada oknum yang menyusup dan melakukan apa yang tidak kita harapkan? Nanti apakah akan berkilah dengan mengatakan itu oknum luar dan tidak mau tanggung jawab alias cuci tangan? Pengerahan massa pada hari pencoblosan adalah hal paling konyol sekaligus yang pertama di Indonesia.

    Pengerahan massa sedemikian banyak pada hari pemilihan bukannya mengawal, justru membuka potensi kerawanan yang sebetulnya sudah ternganga cukup lebar. Kalau saya sih pasti akan sangat mengkhawatirkan ini. Orang luar daerah yang konon tak ada urusannya dengan Pilkada, malah datang ke Jakarta. Kan, lucu sekali.

    Terlepas dari apa pun itu, saya yakin kepolisian akan bekerja ekstra keras untuk melakukan pengamanan dan meredam potensi terjadinya apa pun yang tidak diinginkan. Situasi seperti ini tidak perlu dikasih hati. Nanti lama-lama minta jantung. Intinya, susah kalau sudah berhadapan dengan gerombolan you-know-who, apalagi memakai logika dan akal sehat. Tidak akan nyambung, ibarat berbicara dengan lawan bicara memakai bahasa tarzan.

    Dengan mempertimbangkan ini, saya paham mengapa Kapolda mengirimkan surat berisi permintaan penundaan pembacaan tuntutan terhadap Ahok. Pada situasi sekarang ini, keamanan dan ketertiban sangat berharga. Tapi sayang, tidak semua bisa melihat seperti ini.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pembacaan Tuntutan Untuk Ahok Tetap Lanjut, Kuncinya Masalahnya Di Manuver Gerombolan Sebelah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top