728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 28 April 2017

    PDIP Sorong Ahok Jadi Calon Gubernur Kaltim. Masa Sih?

    Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri sepertinya harus segera memutuskan, bagaimana selanjutnya langkah politik Ahok. Pada 2018 mendatang, beberapa daerah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Salah satunya adalah di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga kini, sudah ada beberapa nama yang muncul dan menyatakan diri siap maju menjadi gubernur Kaltim. Namun, sampai saat ini belum ada nama pasti yang diusung oleh PDI Perjuangan.

    Spekulasi pun bermunculan. Apakah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal dicalonkan menjadi gubernur di Kaltim? Sebab, jika tidak ikut ambil bagian, partai berlambang banteng moncong putih ini suaranya berpotensi tergerus dalam pilpres mendatang.

    PDI Perjuangan memiliki 10 kursi di DPRD Kaltim. Masih kalah satu tingkat dengan Golkar yang meraup 13 kursi di parlemen Kaltim. Dengan jumlah perolehan kursi itu, PDI Perjuangan hanya perlu satu tambahan kursi saja untuk bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur di Benua Etam ini.

    Lalu benarkah Ahok akan dijadikan calon gubernur di Kaltim? “Semua mungkin. Kalau Bu Mega mengirim ke Kaltim, kenapa enggak? Tapi, masalahnya banyak juga daerah lain yang menginginkan,” ujar Edy Kurniawan, sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kaltim, seperti dikutip portal berita Kalimantan prokal.co.

    Ahok sangat memungkinkan jika memang ‘ditugaskan’ Megawati menjadi calon gubernur di Kaltim. Sebab, perhelatan kenduri politik di Kaltim baru akan berlangsung Juni 2018 mendatang. Sementara Ahok mengakhiri masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017 nanti. Masih ada waktu sekitar 7 bulan bagi Ahok jika memang akan bertarung di Kaltim.

    Lalu, apakah kehadiran Ahok bisa diterima warga Kaltim? Ketika media massa di Kaltim menuliskan soal kemungkinan Ahok menjadi gubernur di provinsi itu, beragam komentar pun muncul di linimasa. Sudah pasti ada yang pro dan tak sedikit pula yang kontra. Namun sebagai wacana, tentu sah-sah saja. Selama belum ada keputusan final, setidaknya komentar warga itu patut menjadi pertimbangan para pengurus partai PDI Perjuangan. Apakah tetap akan mengusung Ahok atau justru mengusung kader asal Kaltim dari lingkungan partai itu sendiri.

    Kondisi Kaltim tentu berbeda dengan kondisi Jakarta. Yang pasti, jika Ahok benar-benar akan bertarung di Kaltim, harus bisa mengambil hikmah dari apa yang ia lakukan selama memimpin di Jakarta.

    Yang dibutuhkan rakyat tidak hanya ketegasan dan kejujuran dalam memimpin. Lebih dari itu, tetap diperlukan sosok yang bisa jadi panutan dalam hal bertutur sapa.

    Di Kaltim, pernah ada fenomena pemimpin yang ketika pergi, ditangisi warga dan para pegawai di Kantor Gubernur. Padahal, sosok itu memimpin Kaltim hanya sekitar 3 bulan. Beliau adalah Tarmizi A Karim, yang pernah menjadi penjabat gubernur Kaltim, 2008 silam. Kenapa Tarmizi yang hanya hitungan bulan bisa mengambil hati rakyat Kaltim? Ini tidak lepas dari tutur katanya yang sopan dan lembut. Beliau juga sekaligus sosok ulama yang mumpuni. Beberapa kali memimpin salat Jumat, dan kutbah yang disampaikan memberikan ketenangan dan kesejukan.

    Dalam forum resmi, Tarmizi juga kerap berpidato tanpa teks. Namun, pidato yang disampaikan sangat berbobot dan benar-benar menyentuh hati audiensnya. Tak heran jika kepergiannya cukup membekas.

    Warga tentu sangat merasa aman dan nyaman jika memiliki pemimpin yang bisa merangkul semua pihak. Sebab, memimpin daerah pada hakikatnya sama dengan adonan semen yang harus mampu menyatukan batu pondasi agama dan keragaman budaya yang ada. Semen yang kuat dan kokoh akan menjadikan pondasi itu tetap berdiri dalam bingkai kebersamaan.

    Satu hal yang pasti, Pilkada DKI Jakarta yang baru saja berlalu, tentu banyak memberikan pelajaran bagi daerah lain, termasuk di antaranya di Kaltim. Selama ini, Kaltim termasuk daerah yang sangat aman dan kondusif. Saking amannya, daerah ini sempat beberapa kali menjadi tempat persembunyian pelaku teroris Bom Bali. Termasuk belum lama ini, terjadi ledakan bom di sebuah gereja di Samarinda Seberang, yang tentu juga mencederai kondisi daerah ini yang selama ini tenang dan aman.

    Apakah di Kaltim tidak pernah terjadi konflik horisontal? Tentu saja pernah. Namun tingginya kesadaran dan toleransi antarwarga di daerah ini, menjadikan keharmonisan tetap terajut dengan baik.

    Bahkan, ketika gereja di Samarinda Seberang terkena ledakan bom, tak sedikit umat muslim yang ikut bergotong-royong, bahu-membahu membersihkan gereja tersebut.

    Maka tak berlebihan kiranya jika siapa pun yang menjadi gubernur Kaltim mendatang, adalah sosok yang tetap mengedepankan kebersamaan dan kenyamanan warganya. Sebab, sekali saja pecah konflik, semuanya akan mengalami kerugian. Bagaimana menurut Anda? (*)

    Penulis :  Endro S Efendi   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: PDIP Sorong Ahok Jadi Calon Gubernur Kaltim. Masa Sih? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top