728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 04 April 2017

    Paradoks Politik Uang Ala Prabowo, Seperti “Menampar” Anies Secara Langsung Di Mukanya

    Paradoks menurut KBBI adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Prabowo dalam pidatonya di acara Pidato Kebangsaan bersama Anies Rasyid Baswedan Ph.D dengan tajuk acara “Persatuan Indonesia” mengatakan bahwa Prabowo ingin demokrasi dibangun tanpa politik uang. Hello? (sumber)

    Perkataan yang seharusnya ini adalah perkataan makjleb, tetapi bagi mereka Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta tim suksenya ini adalah angin lalu yang ridak usah digubris perkataannya. Bagaimana tidak, pasangan calon Anies-Sandi selama in berbicara mengenai no more money politic, but they did it. Serasa aneh memang, ya seperti inilah paradoks yang digambarkan dan dikatakan dalam pernyataan Prabowo diatas. Serasa Prabowo sendiri menutup mata, hidung dan telinganya. Seakan Prabowo tidak peka bagaimana realita di lapangan bahwa Paslon yang diusungnya seharusnya terkena delik money politic.

    Program-program kerja yang dicanangkan oleh Paslon Anies-Sandi dalam kampanyenya adalah program yang menjanjikan uang tunai dalam praktek riilnya di masa yang akan datang apabila mereka terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta selanjutnya. Apa ini tidak termasuk politik uang pak Prabowo? Oh ternyata bukan karena ini menyangkut harkat dan martabat warga Jakarta yang menginginkan Fresh Money bisa mengalir ke kantongnya? Apa masih perlu diingatkan pasalnya?

        Pasal 73 Undang Undang No. 10 tahun 2016 berbunyi :

        (1) Calon dan/atau tim Kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara Pemilihan dan/atau Pemilih.

        (2) Calon yang terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan putusan Bawaslu Provinsi dapat dikenai sanksi administrasi pembatalan sebagai pasangan calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.

        (3) Tim Kampanye yang terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dikenai sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

        (4) Selain Calon atau Pasangan Calon, anggota Partai Politik, tim kampanye, dan relawan, atau pihak lain juga dilarang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk:
        a. mempengaruhi Pemilih untuk tidak menggunakan hak pilih;
        b. menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga mengakibatkan suara tidak sah; dan
        c. mempengaruhi untuk memilih calon tertentu atau tidak memilih calon tertentu.

        (5) Pemberian sanksi administrasi terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menggugurkan sanksi pidana.

    Saya beri lengkap semuanya Pak Prabowo, atau anda masih belum mengerti dengan perkataan anda, atau belum mengerti mengenai undang-undang ini? Kalau menantang saya jabarkan mana saja program Paslon yang anda usung ini termasuk dalam money politic :

        KJP Plus, Kita mulai dari sini, KJP Plus artinya KJP konvensional yang sudah dilaksanakan oleh gubernur petahana yakni Basuki alias Ahok, ditambah dengan bisa dicairkan secara tunai di era Paslon anda nanti. Meski anda mengelak ini bukanlah money politik, tapi ini adalah pembodohan sendiri bagi masyarakat Jakarta, kartu pendidikan kok mendidik anak-anak usia sekolah dan kuliah untuk menjadi bibit koruptor. Belum semuanya warga Jakarta ini memiliki pandangan logika yang bagus apabila diberikan cash money seperti ini. perlu dididik dulu.
        KJP Plus Sementara, Apalagi ini, sudah ada plus, ada sementara lagi, dengan percaya diri calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam kampanyenya mengatakan dan mendata mereka yang belum menikmati KJP bisa dapat KJP Plus Sementara yang memiliki fisik sama dengan KJP, dan herannya lagi bisa dicairkan langsung setelah 19 April kalau mereka menang, apa ini yang tidak dinamakan menjanjikan uang? Lihat penjelasannya disini
        Tunjangan Lansia, ini juga dalam bentuk cash money, uang tunai, orang tua yang seharusnya bisa beristirahat dan menikmati hari tuanya apakah nanti tidak tergiur akan mengkorupsi uang yang diberikan kepadanya? Dosa pak, dosa.
        Dana RW hingga 3 miliar, entah bagaimana ini akan pengawasannya nanti kalau diserahkan langsung Individu ketua RW setempat, apa tidak mungkin akan terjadi banyak penyimpangan?
        DLL

    Seharusnya negarawan seperti Pak Prabowo bisa mengerti akan hal ini, melontarkan pernyataan yang malah menampar pasangan calon yang anda usung sendiri, tetapi bukan menampar yang dilakukannya seperti mengelus pipi dan berkata, Teruskan dan Lanjutkan! berapi-api seperti pidato-pidato anda sebelumnya, menegur pasangan calon anda Anies-Sandi mengenai program-program kuno konvensional mereka mengenai bagi-bagi uang adalah sikap negarawan sejati. Jaman sudah millenial masih saja primordial, mikir!

    Ya seperti itulah … paradoks

    Penulis :  Asmoro   SUmber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Paradoks Politik Uang Ala Prabowo, Seperti “Menampar” Anies Secara Langsung Di Mukanya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top