728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Pangkat Jendral Otak Hansip Itu Kini Menunjukkan Kejeniusannya, Sidang Tuntutan Ahok Ditunda

    Masih ingat dengan ucapan Rizieq Shihab kepada Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Mochammad Irawan? Yup, Rizieq Shihab pernah menyebut M. Irawan sebagai Jendral otak hansip.

        “Di Jakarta, Kapolda mengancam akan mendorong Gubernur BI untuk melaporkan Habib Rizieq. Pangkat jenderal otak Hansip,”-Rizieq Shihab

    Ujaran kebencian Rizieq Shihab itu lantaran terkait kasus logo Palu-Arit yang sempat booming beberapa bulan yang lalu. Suara bernada rasis, provokatif, pemecah belah, dan kebencian sudah hal yang lumrah kita dengar dari seorang yang mengaku Ulama. Sehingga kita tidak perlu heran, apalagi sampai mati kejang-kejang. Sayapun sampai sekarang tidak mengerti darimana status Ulama yang disandang oleh Rizieq ini. Padahal setau saya ulama itu tidak rasis dan tidak garang seperti RH ini. Sentuh sikit, bacok, begitulah motto dari kaum cabe-cabean.

    Kini orang yang disebut Rizieq pangkat Jendral otak hansip itu mulai memainkan caturnya bersama Kapolri Tito Karnavian. Tito sebagai ahli startegi sedangkan M. Irawan sebagai pelaksana dilapangan. Dan permainan baru saja dimulai. Semalam Kapolda Metro Jaya, M.Irawan bersurat ke Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menyarankan agar sidang tuntutan Ahok ditunda bersamaan dengan pemeriksaan kepada Anies-Sandi juga ditunda.

    Tentu ini bagian strategi kolaborasi antara Tito-M.Irawan, kenapa baru sekerang ditunda? Padahal jelas sekali beberapa waktu yang lalu, Sandiaga Uno sudah meminta kepada polisi menunda pengusutan kasusnya terkait dugaan tindak pidana penggelapan penjualan lahan. Sandiaga beralasan kasusnya dibuat untuk dipolitisasi lawan. Tapi pada waktu itu, pemeriksaan terhadap Sandiaga Uno tetap berlangsung, Sandiaga dipanggil polisi beberapa kali.

    Kok sekarang M.Irawan menunda dua kasus sekaligus? Disinilah sebenarnya permainan antara orang bijak melawan kaum sumbu pendek sedang dimulai. Penundaan pembacaan tuntutan dari jaksa penuntun umum kepada Ahok adalah untuk menghindari demo yang telah dirancang oleh kaum berdaster.  Tito Karnavian- M.Irawan mengetahui betul hal ini, karena mereka ahli strategi mereka bisa membaca situasi kedepannya.

    Kasus Ahok sangat sensitif, sehingga apabila disenggol saja sedikit pasti langsung gatal-gatal bawaannya ingin digaruk. Jika pembacaan tuntunan Ahok tidak sesuai dengan keinginan lawan Ahok (FPI, FUI, GNPF-MUI, dan yang se-sekte dengan mereka) akan membanjiri ibu kota, dengan jumlah 100 juta ummat (ngimpi). Bayangkan, hal ini dapat membuat situasi di Jakarta tidak lagi kondusif dan berpotensi untuk menghalangi jalannya pesta demokrasi bagi warga DKI. Siapa yang diuntungkan dari demo ini jika pembacaan tuntutan tidak sesuai harapan Rizieq dkk? Tentu yang diuntungkan adalah Anies-Sandi, karena mereka sadar putaran kedua sejatinya hanya ajang unjuk gigi bagi Ahok.

    Terus siapa yang dirugikan jika demo terjadi? Yang dirugikan Indonesia dengan orang warasnya (tidak termasuk kaum bumi datar disini.) Melihat jalannya sidang Ahok mulai sidang 1-18 dengan sejumlah saksi ahli yang memberikan penjelasannya, kemungkinan besar Ahok dinyatakan tidak bersalah. Inilah yang sudah diprediksi bukan hanya Kapolri melainkan masyarakat Indonesia sudah dapat memprediksi tuntutan bebas Jaksa nanti.

    Sehingga M.Irawan meminta kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara menunda sidang tuntutan sampai pemungutan suara 19 April 2017 selesai. Sementara itu kaum sebelah sudah tertawa, mereka merasa sedang diatas angin karena beranggapan bahwa aparat negara takut menghadapi ancaman demo yang mereka siapkan.

    Dipapan catur, kaum sumbu pendek terus melakukan skak kepada polisi, namun mereka tidak sadar skak tersebut tidak ada artinya, karena selalu saja ada bidak-bidak yang melindungi raja orang bijak. Disamping melindungi raja dan pertahanannya agar tetap kokoh, ahli strategi alias tangan kanan Raja, yakni Qeen dan Kuda terus bergerak mencari ruang, menciptakan strategi dan bermanuver. Tanpa sadar kaum sumbu pendek kena skakmat di sudut papan. Game over! rizieq dkk tersenyum, tersenyum kecut maksdunya.

    Begitulah Kura-Kura

    Salam Seword,


    Penulis : Tiur Panondang 17   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pangkat Jendral Otak Hansip Itu Kini Menunjukkan Kejeniusannya, Sidang Tuntutan Ahok Ditunda Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top