728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Pandji Ikut Anies Semakin Terpuruk, Nulis ‘Ga Dateng Debat’ Isinya Begini

    Ketika Anies Sandi absen di acara debat Kompas TV tanggal 2 April 2017. Pandji Pragiwaksono selaku timses garis depan paslon ini memposting artikel di laman miliknya, yang berjudul ‘Ga Dateng Debat.’ Berikut penggalan isinya:

        Gak Dateng Debat

        Ada yang merasa nggak, Pilkada kali ini sangat panas?

        Lebih panas daripada Pilkada 2009. Mungkin lebih panas daripada Pilpres 2014 kemarin…

        Mau tau alasannya…?

        Yang pertama:

        Karena banyak yang masih belum melepas muatan kampanye Pilpres yang lalu.

        Orang orang yang terlibat langsung di kampanye, pasca Pilpres sudah kembali ke kehidupan masing masing, kembali beraktivitas dan kembali berbuat untuk kebaikan dirinya atau bangsa.

        Siapa yang belum?

        Banyak Pendukungnya.

        Yang kedua:

        … maraknya fitnah.

        Ini sebenarnya bukan hal baru. Yang baru itu bukan fitnahnya, tapi siapa yang menyebarkan fitnah. Kali ini pelakunya, banyak orang orang terdidik yang berpengaruh

        Contoh kasus, ketika banyak orang percaya pada anggapan bahwa Mas Anies intoleran karena didekati oleh ormas ormas yang dikenal intoleran, maka ketika muncul di twitter foto “Kontrak Politik Jakarta Bersyariah” orang langsung mengambil sikap ini pasti benar. Tanpa terlebih dahulu mencoba mendalami. Atau setidaknya bertanya kritis saja kepada diri sendiri “Masak sih?”

        Termasuk soal meme, spanduk, poster, kontrak politik yang berseliweran di jejaring sosial…

        Mas Anies pernah bilang

        “Masih ada kehidupan setelah Pilkada. Jadi jangan ngetweet atau posting yang hanya akan bikin awkward saja ketika ketemuan setelah Pilkada Jakarta”

        Dan omongan ini saya pegang betul.

        Karena apa artinya menang pilkada, kalau akhirnya yang dikorbankan adalah persatuan kita?

        Sumber: http://pandji.com/gakdatengdebat/

    Cuma sedikit essensi dari tulisan Pandji kali ini, mari kita kuliti satu persatu:

    Muatan Pilpres 2014

    Entah Pandji ini sedang gagal paham atau memang ngeyel? Apa hubungannya Pilkada Jakarta dengan Pilpres 2014 antara Jokowi dengan Prabowo? Apa mungkin maksudnya Jokowi di pihak Ahok Djarot lalu Prabowo di pihak Anies Sandi? Ya ga adil lah kalau begitu! Kenapa? Karena Jokowi sudah berjanji tidak akan ikut campur atau mengintervensi proses Pilkada Jakarta (Sumber: Kompas). Sedangkan Prabowo sampai turun gunung memenangkan Anies Sandi, jadi tidak apple to apple alasannya.

    Jika mengutip tulisan Pandji “Orang orang yang terlibat langsung di kampanye, pasca Pilpres sudah kembali ke kehidupan masing masing…” Ga semua ah, ayo Pandji nulis hoax ini.. Masih banyak orang yang terlibat aktif, baik pada Pilpres 2014 maupun Pilkada Jakarta 2017 ini, contohnya Eep Saefulloh, konsultan politik Jokowi-JK di Pilpres 2014 (Sumber: merdeka.com), yang pada Pilkada Jakarta 2017 menjadi konsultan politik Anies Sandi (Sumber: Tribunnews.com).

    Maraknya Fitnah

    Selain menekankan pada maraknya fitnah, Pandji juga menggaris bawahi siapa yang menyebarkan fitnah tersebut. Memang sangat disayangkan, negara kita tengah diserbu badai hoax. Selalu utamakan cek dan ricek setiap kali membaca sesuatu. Saya setuju sekali dengan pernyataan yang ini.

    Oya, ngomong-ngomong apa kabar sesama pendukung garis keras paslon Anies Sandi, Jonru? Berapa kali dia memposting sesuatu, misalnya foto Raja Salman bersalaman dengan Ahok yang difitnahnya sebagai hoax, lalu setelah terbukti foto tersebut otentik, buru-buru ditarik lagi postingannya? Hihihi…

    Jadi maksud saya, tidak perlu lebay play victim seolah-olah paslon-nya selalu jadi korban hoax. Kedua belah pihak juga sama!

    Lalu tentang pernyataan Anies: “Masih ada kehidupan setelah Pilkada. Jadi jangan ngetweet atau posting yang hanya akan bikin awkward saja ketika ketemuan setelah Pilkada Jakarta”

    Easier said than done, kalimat yang sangat normatif. Pada dasarnya saya setuju, asalkan kalimat Anies tersebut berlaku untuk kedua belah kubu ya…

    Terus terang, dari beberapa artikel Pandji yang pernah saya baca, artikel inilah yang paling lemah, membosankan, terlalu normatif, bahkan terkesan tumpul.

    Sedangkal itukah analisamu Pandji? Really? Sangat mengecewakan… Begini lho Pandji, ini sudah bukan tentang Ahok, atau Anies, Jokowi, Prabowo, apalagi para pendukungnya… Tapi tentang tenun kebangsaan yang tengah dikoyak, hanya demi pemenangan Pilkada, kekuasaan sesaat, dan yang lebih berbahaya… Pilkada Jakarta sudah disisipi agenda kelompok radikal yang ingin merubah dasar negara kita, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi Khilafah… Sadarlah juga, bahwa Pilkada Jakarta sudah ditunggangi aktor-aktor yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah!

    Jangan munafik mengatakan bahwa Anies Sandi tidak berkaitan dengan semuanya itu, jika satu-satunya paslon yang diuntungkan adalah mereka. Jika satu-satunya yang berada di dalam satu gerbong, dibela, dan didukung oleh ormas-ormas radikal dan para aktor tersangka makar adalah mereka.

    Bagi kami, Ahok sudah menjelma menjadi representasi minoritas, kaum yang tertindas, dan perjuangan mempertahankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika kita harus panas-panasan berperang melawan mereka, bring it on!

    Oya, ada satu lagi gajah di pelupuk mata, artikel Pandji berjudul ‘Ga Dateng Debat’ tapi pembahasan isi sama sekali tidak menyentil tentang alasan atau hal apapun yang berkaitan dengan mengapa Anies Sandi sampai ‘Ga Dateng Debat’.

    Apakah Pandji bingung mau mengarang alasan apa?

    Atau jangan-jangan Pandji tahu, kalau sampai Anies Sandi datang, kejadiannya akan seperti Tweet lawas Pandji tanggal 12 September 2014 ini:




    Now is not the time to stay silent and do nothing…



    Penulis :  Mohammad Monib   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Pandji Ikut Anies Semakin Terpuruk, Nulis ‘Ga Dateng Debat’ Isinya Begini Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top