728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Mungkinkah Zakir Naik Disusupkan Kaum Radikal Untuk Memuluskan Rencana Makar Mereka?

    Zakir Abdul Karim Naik, itulah namanya, dia adalah seorang Da’i, pembicara umum, dan penceramah internasional Muslim dari India. Ia juga penulis hal-hal tentang Islam dan Ilmu Perbandingan Agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar “Sarjana Kedokteran dan Bedah” (Bachelor of Medicine and Surgery, MBBS) dari Maharashtra, tetapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang pembicara Islam dan ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah antara lain untuk berbicara mengenai Islam kepada non-muslim dan mengklarifikasikan segala macam kesalahpahaman tentang agama Islam itu sendiri, terutama labeling “terroris” dan “radikalisme”. Ia juga sebagai pembicara mengenai agama Islam sebagai agama yang sesuai secara fakta ialah agama yang masuk akal dan cocok dengan ilmu Sains modern untuk bisa meyakinkan non muslim tentang kebenaran agama tersebut.

    Panjang kali lae kau jabarkan orang itu, iyalah ini klen biar tahu siapa itu Zakir Naik. Zakir Naik sekarang lagi naik pamor di seluruh Indonesia, dia saat ini sedang safari dakwah keliling Indonesia dari kampus ke kampus dan majelis taklim lainnya, mungkin, sebenarnya tidak terlalu suka bahas orang satu ini, karena memang tidak pernah menarik untuk dibahas, menurut saya pribadi. Tetapi ada satu pernyataan yang sebenarnya menjadikan tanda tanya besar saya mengenai sosok satu ini.

    Mungkinkah Zakir Naik disusupkan kaum radikal Indonesia untuk memuluskan jalan makar mereka? Karena dengan Zakir Naik ada di Indonesia dengan kedok atau balutan dakwahnya, Zakir Naik sama saja dengan memasukkan pemikiran mengenai khilafah yakni pemerintahan Islam yang terpusat. Kalau boleh kita pinjam ilmu cocoklogi ala kaum titik-titik ini penjelasannya.

        Adapun ketika sebuah negeri Islam sangat kuat dan damai, mereka menghembuskan perpecahan dengan menggunakan isu terorisme dan Islam radikal. Padahal, semuanya merupakan niat buruk pihak anti Islam terhadap Islam. Adapun, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran untuk dilemahkan dengan berbagai fitnah mengenai terorisme dan Islam radikal.

        “Mereka awalnya menyerang negeri Islam yang lemah satu persatu. Lalu mereka naik tingkat menyerang negeri Islam yang memiliki kekuatan menengah. Ketika semuanya telah lemah, maka mereka tinggal menyerang secara bersama-sama negeri Islam yang kuat. Itulah mengapa penting untuk mewujudkan persatuan di antara umat Islam. Umat Islam bisa bangkit dengan khilafah, dan khilafah pasti akan tegak karena itu janji Allah,” ujarnya.

        Zakir Naik mengatakan, kedatangan dirinya ke Indonesia yakni untuk menyampaikan pesan kedamaian. Kedua, untuk menghilangkan citra negatif islam yang disebarkan oleh media massa yang anti terhadap Islam. Sebab, propaganda oleh media massa anti Islam tersebut dipercayai oleh masyarakat dan memengaruhi pola pikir masyarakat. Ketiga, untuk meyakinkan para intelektual sains bahwa Islam aplikatif baik itu ketika berada di zaman Rasulullaah, saat ini, dan hingga di masa yang akan datang. Adapun yang keempat, Zakir Naik ingin memberikan pandangan bahwa Islam merupakan cara pandang hidup terbaik yang sesuai dengan akal dan sains. (sumber)

    Sumbernya sudah jelas, silahkan klik link sumber diatas, bahkan website HTI memuat berita ini di laman mereka. Mari kita telaah, Zakir Naik ini pasti setuju akan konsep khilafah Islam, sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh HTI, FUI, FPI dan Ormas Islam radikal lainnya. Karena dalam beberapa ceramahnya Zakir Naik juga menyinggung mengenai pemerintahan khilafah, alih-alih Demokrasi Zakir Naik pasti memilih sistem khilafah. Ok lets get started!

    Panitia Safari Dakwah Zakir Naik adalah Hanny Kristianto, seorang yang katanya dahulu adalah penginjil yang menjadi muallaf, Hanny Kristanto diakui sangat dekat dengan ustad Arifin Ilham yang mana sangat dekat dengan pemimpin FPI dan Sekjen FUI yang ditangkap kemarin, tidak usah disebutkan namanya. Kalau hubungannya antara semua ini adalah … coba bisa anda hubungkan sendiri. Tentu saja saya punya pandangan tersendiri akan hal ini.

    Mungkin tidak ya kalau Zakir Naik ini dalam pidatonya sebenarnya disiapkan untuk mendalamkan pemahaman mengenai khilafah ke mereka-mereka yang mendengarkan ceramahnya, apalagi panitia Zakir Naik (mungkin ini permintaan Zakir Naik juga) selalu mengundang mereka yang beragama non Islam, mungkin nanti akan ada muallaf yang bisa didapatkannya, toh nanti ada pahalanya juga. Benar kan? Balik ke masalah Zakir Naik dan Khilafahnya, Safari Dakwah Zakir Naik mengunjungi banyak Kota di Indonesia, beberapa kota besar adalah Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Ponorogo dan Makasar. Apa hubungannya? Ini adalah kota-kota yang ditengarai Kepolisian sebagai tempat melakukan pemufakatan makar yang serentak akan dilaksanakan setelah Pilkada DKI Jakarta berlangsung.

    Lihat Juga : Makar Di #Aksi313 Berlanjut Di 5 Kota Besar Lainnya, Indonesia Darurat Radikalisme

    Mungkin ini hanya kebetulan, ya mungkin memang kebetulan. Tetapi kalau pakai ilmu cocoklogi yang dicocok-cocokkan ada kan kemungkinan ke arah sana, yakni pendalaman akan khilafah kepada umat yang mendengarkan ceramah dan dakwah dari Zakir Naik. Tetapi setelah pentolan makar sudah ditangkap, nah ada “arahan” yang bisa sedikit untuk melenturkan dakwahnya dan bilang “menyesuaikan” dengan kondisi di Indonesia.

    Saya pinjam pernyataan dalam diskusi di link artikel yang saya sertakan diatas. Apabila benar Zakir Naik dikirim untuk safari dakwah ke kota-kota besar tersebut yang juga ditengarai sebagai kota tempat dimana pemufakatan makar akan dilaksanakan, dengan materi dakwah adalah provokasi pemahaman khilafah, tergeraklah “umat” yang sudah “sangat” menginginkan khalifah bisa berdiri dan Indonesia sebagai negara khilafahnya. Tetapi kemungkinan ini kecil, Zakir Naik pasti tahu dia juga sedang diawasi, tidak mungkin bermain api yang bisa membakar rumah tetangga, tetapi kalau mau ambil resiko ya silahkan ditanggung Zakir Naik sendiri.

    Apalagi Zakir Naik sudah diagung-agungkan HTI berarti nanti yang terjadi adalah HTI pasti akan membawa lagi isu khilafahnya dengan menunggangi pamor Zakir Naik yang sudah berbicara mengenai konsep khilafah ini. Play victim akan dimainkan FUI, HTI dan FPI seperti yang dibicarakan oleh Zakir Naik bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran untuk dilemahkan dengan berbagai fitnah mengenai terorisme dan Islam radikal. Bahwa hanya dengan konsep dan pemahaman khilafah-lah Indonesia bisa dibebaskan, dikuatkan dan bisa menjadi bangsa yang besar. Itu logika ajah kalau nanti ini akan dimainkan mereka.

    Saya tidak mengingkari Islam yang rahmatan lil alamin, Islam dan ilmu pengetahuannya pun saya tidak ingkari, NGC saja percaya dalam acara “Cosmos” banyak ilmu pengetahuan bersumber dari Islam, tetapi saya ingkari adalah yang mengatasnamakan Islam tetapi melukai sesamanya, baik verbal maupun non verbal. Yang katanya Islam tetapi tidak cinta negaranya, tidak cinta tanah air yang dipijaknya, “ente ini bukan orang Arab, ente ini orang Indonesia, ente hidup di Indonesia – mirip perkataan ARB Ph.D (bukan pemimpin Parpol) saat ceramah sumpah pemuda Arab”.

    Tetapi saya yakin sebagian besar Warga Indonesia sudah pasti tidak menginginkan khilafah ini bisa berdiri di negara Indonesia, negara yang kita cintai bersama.

    Ya seperti itulah … Zakir Naik


    Penulis : Asmoro  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mungkinkah Zakir Naik Disusupkan Kaum Radikal Untuk Memuluskan Rencana Makar Mereka? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top