728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Menuju 19 April 2017 : Ironi Al Maidah ala Anies Baswedan



    Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno selama ini membantah bawa pihaknya membawa isu agama dalam kampanyenya. Namun pada acara kampanyenya hari ini ditemukan spanduk larangan memilih pemimpin kafir di Karet Karya, Setiabudi, Jakarta Selatan. Spanduk ini hanya berjarak sekitar 2 meter dari tempat Anies kampanye. Beberapa pria juga mengenakan kaus dengan tulisan Al Maidah 51 berukuran cukup besar. Mereka berbaur dengan relawan Anies yang mengenakan kaus putih bertuliskan “B3rsatu Menangkan Jakarta”.

        Anies mengatakan, spanduk ini dibuat oleh pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan Anies-Sandi. Ia menganggap, pihak yang sengaja mengorganisir ini kurang kerjaan dan hobi memfitnah.Siapapun yang melakukan, diimbau agar menghentikan fitnah-fitnah seperti ini. “Beberapa waktu ini ada yang hobinya kurang keren, hobinya itu bikin fitnah, nggak keren lah, masak pilkada fitnah sih,” ujar dia.

    Jika betul Anies dan Sandi tidak menggunakan isu agama mengapa panitia kampanyenya tidak berinisiatif menurunkan spanduk tersebut? Tidak mungkin jika spanduk tersebut tidak terlihat. Meskipun spanduk itu, misalkan, bukan mereka yang membuat tentu mereka bisa meminta untuk diturunkan sebentar setidaknya sampai kampanye di tempat itu selesai. Entah jangan-jangan itu memang spanduk dari mereka, mencoba tutup mata, atau justru karena merasa diuntungkan maka kemudian mereka diam saja.

    Jika Anies membawa isu soal username wifi Al Maidah yang sempat dilontarkan Anies, bagaimana kini dengan tim kampanyenya yang malah membuat kaos bertuliskan Al Maidah 51? Bahkan Fery Farhati, istri Anies Baswedan, menghadiri acara kampanye berkemas pelatihan kewirausahaan OK OCE berupa pembuatan sabun Al Maidah. Lah kenapa nama sabunnya harus Al Maidah? Padahal Anies sendiri pada saat acara Mata Najwa : Debat Final Pilkada DKI Jakarta sendiri mengatakan bahwa Ahok seringkali melakukan hal yang tidak perlu seperti membuat nama wifi Al Maidah. Lah kok sekarang istrinya malah membuat sabun dengan nama Al Maidah.

    Masih ingat saat demo bela agama lalu juga muncul Roti Al Maidah. Tidakkah kalian melihat tendensi bahwa terpelesetnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal Al Maidah ini kemudian dijadikan bahan oleh mereka untuk digoreng sebagai isu kampanye dan mengalahkan lawan. Mereka paham sekali dengan psikologis sebagian masyarakat yang mudah sekali ditakut-takuti dan dipengaruhi dengan isu agama. Organisasi masyarakat (Ormas) yang menyerukan gelaran demo itupun sekarang juga menjadi bagian dari pendukung Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta. Sebuah kebetulan kah? Kok sepertinya tidak.

    Inkonsistensi sikap Anies-Sandi seperti inilah yang menimbulkan kesangsian atas konsistensi mereka jiak suatu hari terpilih menggantikan Ahok-Djarot. Jika sekedar persoalan Al Maidah saja sikap mereka sudah isuk dele sore tempe alias gampang berubah-ubah bagaimana dengan persoalan yang lebih besar? Padahal disadari atau tidak dari Al Maidah saja sudah menimbulkan banyak benturan di masyarakat bawah. Mereka yang di posisi elite mungkin tidak terlalu merasakan sehingga santai saja bermain di isu itu, sedangkan di akar rumput gejolak tersebut terjadi. Ibu-ibu saling berdebat di kelompok pengajian, bapak-bapak melempar argumen di Whatsapp Group, antar tetangga saling rasan-rasan hanya karena keyakinan atas tafsir Al Maidah yang berbeda. Mereka mana sadar jika hanya dijadikan umpan kepentingan sekelompok orang. Takutnya kebiasaan membentur-benturkan kelompok masyarakat seperti ini akan terus terbawa. Jika ada masalah dalam kepemimpinan bukannya diselesaikan dengan mencari solusi terbaik, tetapi malah dilemparkan isu lain.

    Seberapapun Anies Baswedan, Sandiaga Uno maupun tim suksesnya membantah bahwa mereka memainkan isu agama tidak akan sahih jika mereka tidak ada langkah konkret untuk itu. Kecuali mereka dengan tegas berani menyatakan di depan masyarakat banyak bahwa tidak mau didukung oleh pendukung yang memainkan isu agama dan tidak akan ada toleransi bagi keinginan ormas tertentu untuk menerapkan prinsip syariah jika seandainya mereka menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.



    Penulis :  Rahmatika  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Menuju 19 April 2017 : Ironi Al Maidah ala Anies Baswedan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top