728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 04 April 2017

    Mengerikan! Zakir Naik Mengatakan Ahok dan Pendukungnya Munafik

    Entah disengaja atau tidak, kedatangan Zakir Naik bertepatan dengan putaran dua Pilkada DKI. Kedatangan Zakir Naik di Indonesia mau tidak mau akan dihubungkan dengan Ahok. Jika melihat ceramah-ceramah Zakir Naik sebelumnya, hampir sudah dipastikan beliau akan berpendapat yang menguntungkan kubu Anies. Dan sekarang terbukti, beliau berceremah di UPI dan membuat pernyataan yang mengerikan.

    Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal “Ahok Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat”,

    “Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota.”

    “Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?”

    Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

    Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab “Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik”

    “Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid” ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

    Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik “Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik”

    Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

    “Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin.” Ujar Dr Zakir Naik.

    “Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka” Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

    “Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

    Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

    Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang.” Ujar Dr Zakir Naik.

    Zakir Naik melanjutkan bahwa “Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

    Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran.” Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

    “Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya.” Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran.

    Zakir Naik memang tidak menyebut nama Ahok dan pendukungnya secara langsung sebagai orang yang munafik. Namun dari pernyataannya sudah bisa ditebak siapa yang dimaksud. Saya akan sedikit mengkritisi pernyataan Zakir Naik.

    Penyebutan Ahok sebagai orang munafik sebenarnya kurang tepat disematkan ke Ahok. Munafik adalah orang yang beragama Islam namun mengingkari ajaran Islam. Para koruptor lah yang pantas menyandang gelar munafik. Ahok bukan orang Islam, bagaimana bisa dia disebut munafik?

    Selanjutnya, jujur saya ngeri mendengar pernyataan Zakir Naik bahwa orang yang memilih dan mendukung non-muslim sebagai pemimpin adalah munafik. Bisa dibayangkan berapa banyak orang Islam yang tiba-tiba bergelar munafik?

    Persoalan munafik bukan hal yang sederhana. Munafik bahkan lebih besar dosanya dibanding orang kafir. Bahkan, ancamannya adalah neraka yang levelnya paling berat. Mengklaim orang lain munafik hukumnya sama dengan hukum mengklaim orang lain kafir bahwa klaim tersebut justru akan kembali kepada dirinya.

    Pertanyaannya, benarkah semua pendukung Ahok termasuk munafik? Bagaimana dengan ulama yang tidak menolak Ahok sebagai pemimpin Jakarta seperti Buya Syafi’i, Gus Ishomudin, KH. Masdar Farid, Prof. Dr. Hamka Haq? Apa orang-orang seperti mereka layak disebut munafik? Apakah ilmu yang mereka miliki tidak cukup untuk mendeteksi sebuah kemunafikan? Bagaimana dengan Prof. Quraish Shihab yang dengan tafsir Al-Misbahnya tidak melarang non-muslim menjadi pemimpin administratif?

    Saya yakin keilmuan mereka tidak bisa disepelekan begitu saja. Mereka tentu tahu batas-batas dan indikator seseorang yang disebut munafik.

    Saya katakan Zakir Naik sudah benar dan berpegang teguh dengan pendiriannya. Sayangnya, Zakir Naik bukan orang Indonesia yang sebelumnya memahami situasi dan kondisi yang terjadi di Jakarta itu seperti apa. Zakir Naik hanya orang asing yang kemudian dimintai fatwa tentang persoalan hukum memilih pemimpin non-muslim.

    Zakir Naik tidak sampai tahu bahwa ini hanya urusan Pilkada. Zakir Naik juga tidak sampai tahu bahwa ada sekelompok umat Islam di Indonesia yang melakukan politisasi agama semacam penolakan jenazah muslim pendukung Ahok.

    Beliau juga bukan orang Indonesia yang paham betapa majemuknya Indonesia. Saking majemuknya, ulama-ulama bersama founding father Indonesia bersepakat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi berlandaskan Pancasila, bukan negara Islam seperti Pakistan dan negeri Timur Tengah. Sayang sekali ! Berusaha menerapkan sebuah konsep negara A ke negara B dimana situasi dan kondisinya berbeda bukan sikap yang bijak.


    Penulis :  saefudin achmad  SUmber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mengerikan! Zakir Naik Mengatakan Ahok dan Pendukungnya Munafik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top