728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Mempermalukan Prabowo, Anies Sandi Menuju Jurang Kekalahan, Ahok Luar Biasa

    Penolakan spanduk oleh timses Anies Sandi yang mengusung tema tentang program 100 hari gubernur DKI Jakarta “Jakarta Bersyariah” menunjukkan tim Anies Sandi lagi pecah kongsi.

    Sebab kita tahu, cita-cita Jakarta Bersyariah tersebut merupakan sebuah gagasan yang diusulkan oleh FPI cs. Jika Anies Sandi terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, FPI cs menginginkan keduanya agar merealisasikan program yang mereka usulkan, yaitu “Jakarta Bersyariah”.

    Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa FPI cs sangat getol mengkampanyekan NKRI Bersyariah. FPI cs berkeinginan agar Indonesia menjadi negara Islam seperti di timur tengah. Dan langkah awal yang mereka lakukan adalah mendukung Anies Sandi agar jika menang nanti mampu mensyariahkan Jakarta. Itu artinya Anies Sandi dijadikan jembatan oleh FPI dan ormas radikal lainnya untuk mendirikan negara Islam.

    Jika ternyata Jakarta berhasil disyariahkan oleh Anies Sandi (dengan catatan Anies Sandi menang), maka FPI dan ormas radikal lainnya bakal melebarkan sayap ke provinsi yang lain. FPI cs bakal menjadi beking lagi di Pilkada provinsi lain, dengan perjanjian jika menang harus disyariahkan daerah tersebut. Misalnya tahun depan Pilkada Jawa Barat, FPI menjadi salah satu pendukung pasangan calon di Jabar, FPI bakal membuat perjanjian dengan sang calon tersebut, jika berhasil memenangkan Pilkada maka imbal baliknya provinsi Jawa Barat harus disyariahkan seperti DKI Jakarta.

    Misalkan di Jawa Barat itu berhasil dan gubernur terpilih merealisasikan apa yang diminta oleh FPI, maka secara otomatis FPI sudah menguasai dua provinsi besar, yaitu Jakarta dan Jawa Barat. FPI bakal merasa kuat karena telah menguasai dua provinsi tersebut, apalagi letak wilayahnya yang sangat berdekatan.

    Bukan tidak mungkin jika hal itu berhasil, FPI cs bakal benar-benar mendirikan negara Islam di Indonesia, saya khawatir DI/TII bangkit melalui FPI dan ormas radikal lainnya. Ini sangat mengerikan. Apalagi pentolan FPI dan HTI secara organisasi dengan terang-terangan tidak mentaati Pancasila sebagai dasar negara. Bahkan Habib Rizieq sebagai pentolan FPI pun sempat menistakan Pancasila, dengan mengatakan bahwa Pancasila Bung Karno itu ada dipantat.

    Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI) juga demikian bercita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia, HTI juga menentang sistem demokrasi di Indonesia, sebab kata HTI demokrasi itu merupakan produk kafir, pun HTI juga menolak Pancasila sebagai dasar negara. FPI dan HTI menurut saya adalah ormas yang sangat membahayakan untuk Indonesia. Sebaiknya Pemerintah sesegera mungkin menjadikan kedua ormas tersebut menjadi organisasi terlarang seperti halnya PKI.

    Jika PKI dibubarkan karena merongrong NKRI, sebaiknya FPI, HTI dan ormas radikal lainnya pun harus mengalami nasib yang sama, seperti nasib yang PKI alami.

    FPI, HTI dan ormas radikal lainnya bakal menagih janji Anies Sandi (jika terpilih), Anies Sandi siap-siap menjadi gubernur boneka. Sebab semua kebijakannya (analisa saya) bakal dikendalikan oleh FPI, HTI dan ormas radikal lainnya. Dan warga DKI Jakarta siap-siap saja kecewa dan gigit jari.

    Mencengangkan

    Tapi anehnya setelah mendekati hari dan tanggal coblosan Pilkada DKI putaran kedua, timses Anies Sandi tidak setuju dengan apa yang diusulkan FPI cs tentang “Jakarta Bersyariah”. Ketidaksetujuan itu ditunjukan timses Anies Sandi dengan tidak mengakui pemasangan spanduk “Jakarta Bersyariah”, bahkan timses Anies Sandi cenderung menuding pihak lain yang memasang spanduk “Jakarta Bersyariah” tersebut.

    Padahal secara kasat tentunya kita tahu, bisa saja yang memasang spanduk “Jakarta Bersyariah” itu FPI cs, kan spanduk itu sesuasi dengan apa yang diimpikan FPI cs untuk menjadikan Jakarta Bersyariah seperti di Aceh.

    Berarti secara tidak langsung itu menunjukkan timses Anies Sandi lagi pecah kongsi, sudah tidak sepakat lagi dengan apa yang diusulkan oleh FPI. Hal ini justru bakal membuat Anies Sandi semakin terpuruk dan menuju jurang kekalahan.

    Prabowo kecewa kepada Anies Sandi

    Ketidakhadiran Anies Sandi dalam acara debat di Kompas TV membuat Prabowo Subianto harus menanggung malu. Sebab acara debat yang diprogramkan oleh Kompas TV itu sangat didukung penuh oleh Prabowo, bahkan Prabowo kabarnya ikut mengkonsep acara debat tersebut.

    Jauh-jauh hari sebelum debat itu terlaksana Prabowo sempat bertemu dengan Rosiana Silalahi (pihak yang mewakili Kompas TV), pertemuan keduanya itu guna membahas debat kedua kandidat pasangan calon peserta Pilgub DKI, Anies Sandi dan Ahok Djarot.

    Namun pada detik-detik terakhir Anies Sandi mengurungkan niatnya untuk hadir dengan berbagai alasan yang menurut saya tidak masuk akal (tentunya pembaca seword sudah tahu). Bukannya meminta maaf kepada pihak penyelenggara debat (Kompas TV) justru timses Anies Sandi menyalahkan pihak Kompas TV selaku penyelenggara debat.

    Timses Anies Sandi menyalahkan Kompas TV lantaran konsep debat kedua kandidat tersebut tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. “Nggak usah banyak alasan, bilang saja kalau takut debat,”. Dan anehnya pihak timses Anies Sandi malah mengatur-ngatur pihak penyelanggara debat. Emang Kompas TV punya moyang loe?

    Padahal masyarakat awam sekalipun tahu, ketidakhadiran pasangan Anies Sandi dalam debat yang diselenggaran Kompas TV itu untuk menghindari kekalahan adu gagasan melawan Ahok Djarot. Sebab jika dipaksakan debat timses Anies Sandi yakin Anies Sandi bakal kalah dan dibully habis oleh pendukung Ahok. Dan itu bisa membuat elektabilitas Anies Sandi semakin menurun. Akhirnya demi main aman, Anies Sandi dilarang timsesnya untuk hadir, kabarnya yang melarang hadir adalah Mardani Ali Sera PKS selaku pimpinan timses pasangan Anies Sandi.

    Sebab karena merangkul ormas-ormas yang anti kebhinekaan untuk mendukung dirinya (Anies Baswedan) sebaiknya saya mengusulkan Anies dinobatkan sebagai Bapak Intoleran Indonesia.

    Dan satu kata buat Ahok Djarot, “LUAR BIASA”.

    Begitulah kira-kira.


    Penulis : Saeun Muarif   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mempermalukan Prabowo, Anies Sandi Menuju Jurang Kekalahan, Ahok Luar Biasa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top