728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 09 April 2017

    Melawan Lupa, Beberapa Kader PKS Dan Keluarga Dalam Kasus Teroris

    Anggota DPRD Pasuruan, Jawa Timur bernama Muhammad Nadir Umar yang diamankan Densus 88 di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda ternyata berstatus deportan dari Turki.
    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diamankan sesaat setelah turun dari pesawat pesawat AirAsia XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya pada hari Sabtu sekitar pukul 15.21 WIB itu belum berstatus tersangka.
    “Jadi dia itu dideportasi dari Turki. Sekarang masih diperiksa di tempat penampungan Kemsos di Bambu Apus,” kata seorang sumber di Mabes Polri yang mengetahui kasus ini saat dihubungi oleh media nasional ini.

    Apakah dia akan dijadikan tersangka atau tidak? “Masih didalami, tapi ada SOP bersama antara Densus dengan Kemsos dan BNPT setiap deportan akan dilakukan pemeriksaan di Bambu Apus,” jawab sumber tersebut.

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangare juga membenarkan memang yang bersangkutan diamankan Densus 88 di Bandara Juanda kemarin pukul 16.40. Selebihnya tanya ke Mabes Polri,” ujar beliau saat dihubungi oleh media nasional ini.

    Memang selama ini tidak semua deportan dari Turki bisa dipidana. Kendati misalnya mereka sudah jelas hendak bergabung dengan ISIS misalnya.
    Salah satunya adalah NK yang sempat ditampung di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur. NK merupakan istri dari petinggi ISIS asal Indonesia, Bahrumsyah.
    Hasil pemeriksaan sementara pada Umar, sumber itu melanjutkan, memang hendak masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan nama relawan misi kemanusiaan.
    “Merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Rencana akan menyalurkan dana oleh yayasan ini kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon,” sambung sumber tersebut seperti yang dilansir oleh media nasional ini.

    Selain menjemput anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bernama Muhammad Nadir Umar dari Bandara Juanda Surabaya, tim Densus 88 Antiteror Polri juga membawa seorang aktivis LSM Budi Mastur setiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung, pada Sabtu petang, 8 April 2017.
    Keduanya dibawa tim Densus karena baru dideportasi otoritas Turki via Malaysia.
    “Seperti biasanya apabila ada FTF yang dideportasi, diberitahukan ke Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto. Menurut Rikwanto, saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh tim Densus 88 seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Melawan Lupa Kader PKS Dalam Kasus Terorisme

    Sebenarnya bukan hanya kali ini saja kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengklaim dirinya sebagai partai dakwah ditangkap dalam kasus terorisme. Mari kita bahas beberapa kasus kader PKS yang ditangkap dalam kasus terorisme sebelumnya berikut ini.

    Pada tahun 2009, Anugrah (43), mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mungkin tak menyangka dua adik kandungnya menjadi buronan kasus teroris Seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Pada tahun 2014, Istri pertama terduga teroris di Bogor, Saduloh Rozak (37), Syifa Jaliyah Farha (39), mengungkapkan, suaminya pernah menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fakta ini membuat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat itu, Anies Matta bungkam seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Tidak hanya Kader PKS yang pernah ditangkap dalam kasus Terorisme, bahkan Presiden PKS saat itu, Anis Matta pernah mengatakan bahwa respon dunia terhadap teroris ISIS “lebay” dan berlebihan seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Bahkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) saat itu, Anis Matta mengungkap potensi kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berkembang menjadi satu negara dengan melebur Syria dan Irak.

    Kedua negara tersebut, lanjut Anis, apabila disatukan akan memiliki kekuatan yang besar utamanya pada dua aspek yakni Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA).

    “Kalau digabung dua kawasan ini 50 juta orang, pertama populasinya cukup besar di Timur Tengah dan Sumber Daya Alamnya besar,” ungkap Anis dalam pidato pembekalan 1.200 anggota parlemen PKS di Hotel Grand Sahid Jaya seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Penulis akhirnya sadar dan tidak merasa heran jika ada beberapa kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ditangkap dalam kasus teroris karena Presiden PKS saat itu juga “MEMUJI” teroris ISIS yang sudah diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti yang dimuat dalam media nasional ini.

    Apakah PKS mau “cuci tangan” dengan mengatakan itu ulah oknum setelah kadernya yang bernama Muhammad Nadir Umar, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PKS ditangkap Densus 88 ??!

    Sssssssst, PKS sudah membentuk tim terkait kasus kadernya yang ditangkap oleh Densus 88 seperti yang dimuat dalam media nasional ini. Jadi PKS tidak bisa “cuci tangan” dengan mengatakan itu ulah oknum dan Alhamdulillah rakyat Indonesia makin mengetahui siapa itu PKS.

    Terima Kasih PKS, kami sebagai rakyat Indonesia sudah semakin sadar jika semakin banyak kader-kader kalian yang terlibat dalam kasus terorisme di Indonesia !!! 😀 😛

    Waspadalah….waspadalah…

    Penulis : Nafys  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Melawan Lupa, Beberapa Kader PKS Dan Keluarga Dalam Kasus Teroris Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top