728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 12 April 2017

    Marah-Marah Karena Sidang Ditunda Justru Memperjelas Niat Dibalik Sidang Ahok

    Penduduk bumi datar misuh-misuh seharian, kecewa gara-gara sidang pembacaan tuntutan hari ini ditunda hingga setelah Pilkada tanggal 20 April. Tagar #SidangAhokSandiwara sempat trending di twitter gara-gara pada curcol disana. Ya gitu deh penduduk bumi datar, semua harus sesuai keinginannya, kalau perlu bumi yang bulat pun dipaksa datar dengan segala teori konspirasinya. Apalagi sidang Ahok, urusan kecil buat mereka sih.

    Tapi sebenarnya kekecewaan mereka justru mengungkap niat sebenarnya dibalik pengadilan ini. Mereka begitu keras kepala ingin Ahok dibacakan tuntutannya hari ini juga. Padahal Jaksa Penuntut Umum belum siap karena membuat tuntutan itu tidak mudah, seperti yang diungkapkan oleh Jusuf Kalla.

        Jusuf Kalla (JK) menjelaskan bahwa Jaksa Penuntut Umum bisa lebih berhati-hati dalam menyampaikan tuntutan hingga harus menunda pembacaan tuntutan hingga usai pilkada serentak 2019.

        “Kalau memang itu masalah teknis, ya biasa saja. Kalau demi kondusifitas juga tidak apa-apa sampai pilkada selesai karena tidak akan mengurangi substansi proses hukum,” kata JK  di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/4/2017)

    Itu Jusuf Kalla loh yang bilang, orang yang menyambut Zakir Naik, peceramah favorit penduduk bumi datar. Ucapan Jusuf Kalla benar adanya, mau diundur atau pun tidak, tentunya tidak akan mengurangi substansi proses hukum. Jadi kenapa mesti marah-marah kalau ditunda? Hehe.

    Pasti ada maunya kan kenapa harus hari ini tanggal 11 April? Emang apa bedanya sih kalau tanggal 20 April? Pasti jawabannya adalah Pilkada. Pengennya sebelum pencoblosan sudah dibacakan tuntutannya, kenapa? Ya apalagi biar bisa dipakai untuk demo dan terus menggerus suara Ahok kan? Kalau tuntutan dirasakan terlalu ringan, demo! Kalau tuntutan maksimum maka aksi! Begitukan? Pokoknya apapun dipakai yang penting Ahok gak jadi Gubernur lagi.

    Jadi sebenarnya yang dicari itu keadilan atau kesempatan yah? Semakin jelas kalau dibalik pengadilan penistaan agama ini sebenarnya soal politik. Kalau memang benar ini soal proses hukum dan menuntut keadilan maka mau dimundurkan hingga tanggal 20 April pun ya gak masalah seharusnya. Tapi ngotot harus tanggal 11 April karena apapun tuntutan Jaksa akan digunakan sebagai bahan untuk mengadakan aksi lagi atau untuk kampanye hitam. Jadi ketahuan yah kalau niatnya sebenarnya politik, hehehe.

    Kalau pembacaan tuntutan setelah Pilkada trus apa gunanya untuk kepentingan politik? Gak ada karena sudah lewat. Apalagi kalau Anies yang menang, gak ada lagi yang tertarik dengan tuntutan Jaksa terhadap Ahok. Kalau Ahok menang pun sama. Nah kan jadi jelas bahwa dibalik ini semua sebenarnya hanya politik belaka. Sehingga rasanya apa yang disampaikan peneliti LIPI ini tepat sekali.

        Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir menilai kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama hanya manuver politik jelang Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Diketahui Ahok sapaan Basuki menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama setelah menyinggung surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan di Pulau Pramuka pada 27 September 2016 lalu.Menurut Amin, itu karena ada lima orang menjadi saksi ahli agama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

        “Menariknya, lima orang ini memiliki pandangan berbeda,” kata Amin di Rumah Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

        Menurutnya, dari lima ahli agama NU, dua orang menyatakan Ahok melakukan penodaan agama Islam. Sebaliknya, justru tiga orang lainnya menilai tidak menodai Islam.Menurut Amin, hal tersebut menarik untuk dicermati. Alasannya, kata Amin, jarang sekali di kalangan ahli agama Islam ada ketidaksepakatan mengenai kasus Ahok.

        “Karena tidak ada ketidaksepakatan, menunjukkan sejak awal ini (kasus penistaan agama) adalah isu politik pilkada,” katanya.

        Apalagi dengan dibawanya kasus hukum Ahok disertai pergerakan massa begitu banyak. Dia meyakini bahwa itu merupakan isu politik.

        “Jadi ini hanya manuver-manuver politik menjelang pilkada,” kata Amin.

    Semakin jelas bahwa kasus penistaan agama ini sangat bermuatan politik. Karena dalam benar para penduduk bumi datar ada satu tanggal yang seperti jadi tanggal deadline, yaitu tanggal 19 April dimana warga Jakarta kembali ke TPS untuk memilih. Kalau memang mencari keadilan seharusnya tidak masalah jika diundur setelah hari pemilihan Gubernur, bahkan seminggu setelah pemilihan pun seharusnya tidak menjadi masalah.



    @GusBatmanYusuf

    Penulis : Gustri Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Marah-Marah Karena Sidang Ditunda Justru Memperjelas Niat Dibalik Sidang Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top