728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Mantap! Begini Usaha GP Ansor Menyikapi Politisasi Agama

    Maraknya politisasi agama semacam penolakan menshalati jenazah membuat prihatin GP Ansor Jakarta Timur. Mereka menganggap hal ini sudah melewati batas. Hanya karena Pilkada, agama harus dipolitisasi. Sangat memprihatinkan.

    Menanggapi hal tersebut, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta Timur membentuk Satgas Penanganan Jenazah. Hal ini untuk menyikapi munculnya spanduk dan aksi penolakan dari sejumlah kelompok tertentu untuk memandikan dan menyalatkan jenazah pendukung salah satu pasangan calon.

    Ketua GP Ansor Jakarta Timur Mahmud Muzofar menyampaikan pembentukan satgas itu juga merupakan bentuk keprihatinan ormas tersebut.

    “Bagaimana kita mengawal NKRI agar tidak terpecah belah? Apalagi ini hanya soal pilgub,” tutur Mahmud di markas GP Ansor Jaktim, Jalan Jambore Raya, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (7/4/2017).

    Menurut dia, munculnya kelompok tertentu yang menolak memandikan jenazah sesama muslim malah memperkeruh persatuan bangsa. Keharmonisan hidup bertetangga juga terganggu dengan adanya permainan isu SARA.

    “Kami mengimbau supaya menghentikan segala bentuk politisasi agama dan penyebaran isu SARA untuk menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran meski berbeda pilihan,” Mahmud menjelaskan.

    Dia juga mengaku mendengar kabar ada sekelompok warga yang menolak menyalatkan jenazah di Petojo, Jakarta Pusat, dikarenakan pilihan politiknya. Dia mengatakan tim GP Ansor dan Banser sudah ke kawasan itu untuk menyelidiki perihal tersebut.

    “Ini murni bentuk kepedulian kami tanpa ada maksud politis. Di Pilkada DKI kami netral,” ujar Mahmud.

    Ketua Satgas Penanganan Jenazah, Ahid Syibli menambahkan, nantinya tim tersebut mengurusi jenazah mulai dari memandikan, menyalatkan hingga menguburkan.

    “Kami siapkan semuanya dari mobil jenazah, imam untuk menyalatkan dan barang keperluan terkait pengurusan jenazah. Seperti kain kafan, sabun, dan sebagainya. Semuanya kami sediakan gratis,” terang Ahid.

    Satgas Penanganan Jenazah GP Ansor Jaktim akan bekerja selama 24 jam. Tidak hanya di wilayah Jakarta Timur saja, namun di seluruh DKI Jakarta.

    “Bagi masyarakat yang jenazah keluarganya ditolak disalatkan, silakan hubungi kami di nomor 082147032711 dan 085697592204,” pungkas Ahid.

    NU memang selalu terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. NU tidak akan tinggal diam jika ada ormas-ormas radikal yang hendak membuat rusuh NKRI. NU tidak akan rela hanya karena Pilkada, agama harus dipolitisasi.

    Berbeda sekali dengan ormas semacam HTI, FUI dan FPI. Mereka seperti tidak ingin jika Indonesia tenang. Mereka seperti ingin Indonesia dalam kondisi rusuh.

    Kita belum lupa bagaimana FPI menjadi ormas yang sering melakukan sweeping terutama kepada non-muslim. Keberadaan FPI membuat non-muslim tidak tetang. FPI juga ormas garda depan yang mengadakan aksi 411 dan 212. Mereka bahkan mempengaruhi orang-orang yang tidak tahu persoalan Jakarta untuk ikut berdemo. Beberapa kali FPI harus berurusan dengan Polisi. Bahkan, Novel Bamukmin justru terang-terangan setuju dengan spanduk penolakan menshalati jenazah.

    Tidak berbeda dengan FPI, HTI juga termasuk ormas yang membuat pemerintah kerepotan. HTI adalah ormas yang jelas-jelas ingin menjadikan Indonsia sebagai negara khilafah. Meskipun merupakan ormas ilegal, HTI nampak masih bisa beraksi di Indonesia. Beberapa kali polisi juga harus direpotkan dengan keberadaan HTI karena suka mengadakan pengajian tanpa seizin polisi.

    FUI juga sebelas dua belas dengan FPI dan HTI. FUI beraksi sebagai koordinator utama di dua aksi bela Islam terkahir. FUI juga hanya ingin merongrong terus pemerintahan. Apalagi Sekjen FUI Al-Khaththath adalah mantan caleg gagal yang sangat bernafsu untuk menjadi pejabat pemerintahan.

    Keberadaan ketiga ormas tersebut hanya meresahkan masyarakat. Mereka juga mengklaim dirinya paling benar dan menganggap ormas yang bereseberangan dengan mereka adalah sesat.

    Berbeda dengan NU yang dicintai tidak hanya oleh umat NU, namun juga non-muslim. NU sangat toleran dan menghargai sesama. NU tidak membeda-bedakan agama dan suku bangsa. Misi NU adalah memastikan kondisi Indonesia tetap tenang.

    Wajar NU sering dimusuhi oleh ormas-ormas semisal FPI, FUI, dan HTI. Ketika mereka terlihat sangat membenci non-muslim dan China, NU justru bermesra-mesraan dengan non-muslim. Ketika FPI mengadakan sweeping atribut natal, Banser NU justru malah menjaga gereja.

    Keberadaan NU sangat penting untuk menjaga kerukunan antar agama di Indonesia. Bisa dibayangkan wajah Indonesia jika ormas semacam FPI yang berkuasa. Bukan mustahil akan terus terjadi konflik antar agama. NKRI harga mati !


    Penulis : Saefudin achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Mantap! Begini Usaha GP Ansor Menyikapi Politisasi Agama Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top