728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Makar Di #Aksi313 Berlanjut Di 5 Kota Besar Lainnya, Indonesia Darurat Radikalisme

    Aksi 313 yang bertujuan dan bermaksud untuk menurunkan atau mencopot gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah mulai menjurus ke arah yang tidak benar, bagaimana tidak? Sekjen FUI atau penanggung jawab aksi ini yakni Muhamad Gatot Saptono alias Muhamad Al-Khaththath ditangkap sebelum melakukan aksi karena ada dugaan untuk menggulingkan pemerintah yang sah saat ini, pemerintahan Jokowi.

    Aksi ini masih berlanjut karena rencana mereka lebih berbahaya dan sangat mengancam keutuhan NKRI, Al-Khaththath dan FUI serta FPI merencanakan revolusi setelah pencoblosan putaran kedua bahkan merencanakan aksi makar di 5 Kota besar di Indonesia.

        Polda Metro Jaya menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al-Khaththath dan empat orang pelaku lainnya terkait pemufakatan makar. Para tersangka diduga merencanakan aksi makar di lima kota besar setelah Pilkada 19 April nanti.

        Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan pemufakatan makar itu tidak hanya akan dilakukan di Jakarta, tapi juga di empat kota besar lainnya.

        “Untuk kegiatannya tidak hanya di Jakarta saja, tapi dilakukan secara serentak di lima kota. Yang pertama di Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan kelima di Jakarta itu bersamaan,” terang Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/4/2017). (sumber)

    Al-Khaththath dan kroni-kroninya ini memang sangat berbahaya, adapun aksi 30 Maret dan 31 Maret 2017 disebut sebagai aksi pemanasan. Aksi 30 Maret dilakukan oleh mahasiswa dan aksi 31 Maret merupakan aksi yang dilakukan sejumlah elemen ormas. Perencanaan tersebut dibahas para pelaku di Kalibata, Jakarta Selatan, dan di Menteng, Jakarta Pusat. Dalam perencanaan tersebut, dibahas soal anggaran makar hingga akses menduduki Gedung DPR/MPR.

    Dana yang sedang ditelusuri oleh pihak Kepolisian saat ini yang dimana akan digunakan ntuk sewa bus, logistik semua ada di situ, di pembahasan yang dilakukan oleh sekjen FUI ini. Bahkan ada uang untuk aksi makar ini sebesar Rp 3 miliar, adapun uang Rp 3 miliar itu masih dalam bentuk perencanaan dan belum terealisasi. Saat ini Kepolisian belum mengungkapkan secara rinci untuk apa saja anggaran sebesar Rp 3 M. Adapun soal barang bukti Rp 18,8 juta yang ditemukan dari Al-Khanththath, uang tersebut diduga berkaitan dengan aksi 313.

    Aksi radikal seperti ini memang sudah seharusnya diberangus dari Indonesia, tidak tertutup kemungkinan ini akan berafiliasi dengan ISIS yang sudah cukup bercokol di timur tengah dan beberapa negara yang berbasis Islam lainnya, kemungkinan ini bisa saja terjadi kalau tidak ada kesigapan dari pihak intelijen dan juga Kepolisian yang dengan sigap mencegahnya.

    Karena memang tidak seharusnya paham-paham seperti ini dibiarkan bertahan di Indonesia, kita ambil contoh HTI, Al-Khaththath dan HTI sebagaimana induk organisasinya dahulu (bahkan menjadi pucuk pimpinan HTI) tidak percaya kepada Pancasila dan UUD 1945, tidak percaya demokrasi bahkan Pemilu (tetapi Al-Khaththath sendiri melakukannya, nanti pembahasannya) karena kalaupun percaya ini adalah percaya semu dimana nanti kalau HTI bisa berkuasa semua akan diubah menurut Syariat Islam dan menjadi bagian dari Khilafah Islam.

    Bahkan Al-Khaththath akan mendirikan Dewan Revolusi Indonesia yang memiliki kepala negara yakni Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab. Dan memiliki struktur pemerintahan yang diisi oleh beberapa kroni-kroni anggota FPI dan FUI lainnya. Sudah sangat berbahaya, dan sangat disayangkan ini terjadi di Indonesia yang masyarakatnya majemuk dan banyak sekali warga non muslim, buat apa Bhinneka Tunggal Ika ada.

    HTI, FUI dan FPI tidak percaya bahwa Indonesia tidak boleh berdiri sendiri sebagai satu negara, melainkan harus tunduk kepada pemerintahan Khilafah dunia Islam di bawah Khalifah yang tersentralistis di satu negara, entah dimana negara Khalifah ini berada. Dan Indonesia harus tunduk kepada pemerintahan ini karena Indonesia mayoritas berpenduduk Muslim dan terbesar di dunia. Dan mereka inilah yang akan mematikan Pancasila di Indonesia dan menggantinya dengan Syariat Islam sesuai dengan tujuan mereka sebelum-sebelumnya.

    Kita sebagai warga negara tentu harus siap dengan gempuran radikalisme yang dirancang cukup massif oleh HTI, FUI dan FPI saat ini, biarkanlah mereka yang sudah kadung dan terlanjur tercebur dalam kubangan radikal mereka, semoga mereka tersadar untuk mengurungkan niat mendirikan negara berbasis Islam di Indonesia.

    Ya seperti itulah … FUI, HTI, FPI dan Makar


    Penulis : Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Makar Di #Aksi313 Berlanjut Di 5 Kota Besar Lainnya, Indonesia Darurat Radikalisme Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top