728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Luar Biasa Rasa Hormat Ahok Terhadap Guru

    Seorang guru yang baik tentu akan diingat oleh muridnya sepanjang masa. Guru yang baik bukan berarti guru tersebut selalu memberikan nilai yang tinggi kepada muridnya, walau pun murid tersebut tidak layak untuk menerimanya. Guru yang baik bukanlah guru yang selalu berkompromi dengan murid-muridnya. Guru yang baik adalah seorang guru yang mendidik murid-muridnya menjadi disiplin, menjadikan seorang muridnya mengasihi sesamanya. menjadikan murid berakhlak baik dan beretika.

    Ilmu yang diajarkan memang penting, tetapi mendidik seorang murid menjadi berakhlak, berdisiplin dan beretika adalah lebih penting. Mendidik seorang murid memang sangat sulit. Harus memiliki dedikasi yang tinggi dan kesabaran yang maksimal. Karena masing-masing anak mempunyai karakter yang berbeda-beda maka seorang guru pun harus mengenal murid-muridnya secara pribadi dan menghadapi mereka dengan cara yang berbeda pula.

    Seorang guru yang baik tidak membedakan satu murid dengan murid yang lainnya. Tidak memandang murid dari anak orang kaya atau anak orang tak punya. Semua harus mendapatkan perlakuan yang sama. Jangan karena murid tersebut adalah anak orang kaya maka diperlakukan secara khusus pula. Dan jangan pula karena murid tersebut anak orang tak punya maka diperlakukan semena-mena. Guru harus adil tidak memperlakukan muridnya secara berbeda.

    Seperti yang saya utarakan di atas, guru yang baik akan dikenang oleh muridnya sepanjang masa. Begitu juga dengan guru yang bernama Nirwan yang mengajar di SMP Negeri 1 Gantong, Belitung Timur. Guru Nirwan inilah yang mengajar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika bersekolah di sana. Guru yang mengajar di mata pelajaran Biologi ini masih diingat oleh Ahok.

    Ketika pulang ke Blitung (Kamis, 6/4/17) dalam rangka Ceng Beng dan cuti kampanye, Ahok menyempatkan diri untuk mengunjungi gurunya tersebut. Kunjungan tersebut walau pun tak berlangsung lama, sudah menunjukkan betapa Ahok menghargai guru-gurunya semasa bersekolah di kampung halamannya tersebut.

    Selain mengunjungi guru SMP-nya, Ahok juga menyempatkan diri mengunjungi guru SD-nya yang bernama Bondet. Guru Bondet ini mempunyai cerita tersendiri bagi Ahok. Guru Bondet ini terkenal tegas dan tak pandang bulu. Saking tegasnya sampai-sampai muridnya satu kelas tidak dinaikkan kelas hanya karena terlibat tawuran. Kelas itu menimpa kelas adiknya Ahok, Fifi. Meski pun orang tua Ahok merupakan donatur terbesar untuk sekolah tersebut, Adik Ahok tersebut tetap tidak dinaikkan ke jenjang kelas berikutnya. Kalau saja saat itu hanya adik Ahok yang dinaikkan kelas karena sungkan dengan orang tuanya Ahok, maka Guru Bondet tidak layak disebut sebagai guru. Mengapa tidak layak disebut sebagai seorang guru? Karena telah membedakan antara murid yang satu dengan murid lainnya.

        “Makanya, ini model-model guru yang berani mendidik dengan kasih sayang, ini penting. Bagi saya, guru yang baik itu ya yang sampai kenal raut muka kita. Kita lagi sakit atau sehat, dia tahu atau enggak,” kata Ahok.

    Bagi Ahok seorang guru adalah seseorang yang sangat berjasa bagi dirinya. Apalagi seorang guru yang mendidiknya sewaktu masih kecil. Nilai-nilai agama dan kebangsaan ditanamkan sewaktu masih anak-anak tentu akan sangat mengakar pada pikiran anak-anak saat itu. Ketegasan seorang guru akan menjadi teladan bagi anak didiknya, yang akan dicontoh pada masa yang akan datang. Ketegasan tersebut telah melekat pada seorang Ahok, Ketika melihat ketidakadilan menimpa warganya, Ahok akan segera mengambil sikap tegas. Itulah yang Ahok pelajari dari seorang guru SD-nya.

    Dengan menyenguk mantan gurunya semasa SD dan SMP, tentu Ahok ingin menunjukkan bahwa peran guru-guru tersebut sangat besar, hingga dia menjadi seorang Gubernur. Ahok juga ingin menunjukkan bahwa jasa-jasa gurunya sangat besar sehingga dia tak mungkin bisa melupakan gurunya tersebut. Walau pun Ahok sekarang adalah seorang Gubernur DKI Jakarta, Ahok tetap adalah Ahok yang dulu, yang masih mengingat guru-gurunya semasa SD dan SMP.

    Integritas Ahok ini tentu patut kita puji, Meski dirinya sekarang adalah seorang Gubernur, tidak menghalangi dirinya untuk bersilaturahmi dengan guru-gurunya. Guru yang telah mendidik dirinya, guru yang telah menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada dirinya. Guru yang telah mengenalkan kepada dirinya rasa keadilan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang strata masyarakat tersebut. Rasa adil tersebut harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Tanpa pandang bulu!

    Salam kura-kura..


    Penulis :  Daniel Setiawan  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Luar Biasa Rasa Hormat Ahok Terhadap Guru Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top