728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 01 April 2017

    Lindungi NKRI, Ini Aksi Nyata Banser NU

    Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama menghadang ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tengah melakukan pawai. Mereka menurunkan paksa bendera khalifah yang dibawa anggota HTI hingga nyaris terjadi keributan.

    Penghadangan ini dilakukan anggota Banser Tulungagung dan Trenggalek di perbatasan kedua wilayah pagi tadi. Mereka menghentikan iring-iringan anggota HTI yang sedang melakukan taaruf atau pawai menuju Surabaya. “Kami hentikan dan rampas bendera yang mengarah pada spirit khalifah,” kata Yoyok Mubarok, Ketua Satuan Koordinator Cabang Banser Tulungagung, yang memimpin aksi, Sabtu, 1 April 2017.

    Masih menurut Yoyok, terdapat sedikitnya seratus anggota HTI yang mengendarai motor dan satu mobil bak terbuka yang melaju beriringan dari Trenggalek menuju Tulungagung. Rencananya mereka akan mengikuti kirab HTI bertema “Khilafah Kewajiban Syariat” di Surabaya, Minggu, 2 April 2017. Tak hanya dari Trenggalek, anggota HTI ini menggalang kader mereka di Tulungagung dan tiap-tiap kota yang dilalui menuju Surabaya.

    Selain menghentikan dan merampas bendera HTI, anggota Banser membubarkan konvoi mereka dengan paksa. Anggota HTI diminta pulang ke rumah masing-masing dan tak melanjutkan perjalanan demi keselamatan mereka sendiri. “Kami minta pulang untuk anggota HTI dari Tulungagung, yang rumahnya Trenggalek kami minta balik,” kata Yoyok yang menghadang mereka di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.

    Dia mengaku sudah mendengar kabar akan dilakukannya konvoi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Karena itu, 200 anggota Banser disiagakan di ruas jalan antar kota, pusat keramaian, dan alun-alun kota. Mereka diperintahkan membubarkan setiap kegiatan HTI yang mengarah pada pendirian negara Islam dan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Kegiatan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan kepolisian dan TNI setempat agar tak terjadi kerusuhan. Bahkan dalam penghadangan tersebut anggota polisi dan TNI turut mengamankan mereka. “Semua kita koordinasikan dengan aparat,” kata Yoyok.

    Sedangkan Ketua Satkorcab Banser Trenggalek Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar. Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.

    Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas penghadangan itu. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser.

    Indonesia saat ini darurat khilafah dan wahabi. Upaya-upaya untuk menghancurkan NKRI dan mengganti Pancasila semakin hari semakin jelas dan nyata. Tentu sebagai warga negara Indonesia yang baik kita tidak ingin negara ini berubah menjadi negara khilafah. Kita ingin meneruskan cita-cita para pahlawan bangsa untuk mendirikan sebuah rumah di nusantara yang melindungi semua umat beragama dan memandang semua setara. Tidak ada perbedaan antar mayoritas dan minoritas, pribumi dan non-pribumi, semua sama hak kewajibannya sebagai warga negara berlandaskan Pancasila.

    Pilkada DKI nampaknya dijadikan momentum untuk mengumpulkan kekuatan dan menggulingkan pemerintahan. Berkali-kali polisi menggagalkan aksi makar yang mendompleng kebebasan berpendapat. Al Khaththath yang pernah mendeklarasikan Dewan Revolusi Islam (DRI) ditangkap oleh pihak kepolisian karena dugaan makar.  Al Khaththath juga pernah menjadi pimpinan HTI.

    Setelah reformasi gerakan khilafah mulai menguat terutama dikampus-kampus. Kajian LIPI menyebutkan HTI merupakan bagian dari gerakan Islam transnasional yang menyuburkan paham radikal kalangan pelajar dan mahasiswa, selain Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) dan salafi.

    “Sebagian besar perguruan tinggi umum, yang telah didominasi oleh Ikhwanul Muslimin dan Islamis lainnya,” jelas Anas Saidi peneliti LIPI. Anas mengatakan jika pemahaman ini dibiarkan akan menyuburkan sikap intoleran dan bisa menyebabkan disintegrasi bangsa. Anas mengungkapkan dalam penelitian yang dilakukan pada 2011 di lima universitas di Indonesia UGM, UI, IPB, Unair, Undip menunjukkan peningkatan pemahaman konservatif atau fundamentalisme keagamaan. Kondisi itu juga terjadi di universitas swasta.

    Sementara pemerintah mengaku telah mengetahui penyebaran paham radikal di kampus-kampus, dan sudah melakukan berbagai upaya pencegahan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, jelas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.

    “Jadi di kampus kami bentuknya selalu kami kumpulkan para rektor, instruksikan dalam bentuk surat sudah kami sebar, semua kegiatan organisasi masyarakat, organisasi politik, ormas lainnya yang menamakan diri adalah yang diindikasikan radikalisme dan ekstremisme ini dilarang di kampus, ” kata Nasir.

    Saya rasa pemerintah perlu lebih memperhatikan masalah ini dan menjalin kerja sama dengan NU. Selama ini NU yang terdepan menangkal penyebaran Islam radikal tapi NU sepertinya punya keterbatasan terutama dari segi dana dan teknologi. Pemerintah seharusnya memberikan dana dan teknologi yang cukup besar bagi NU agar bisa melawan infiltrasi paham radikal yang didanai oleh asing dengan biaya yang besar. Misalnya untuk televisi, web, dan fasilitas lainnya. Berikan kesempatan luas bagi ulama-ulama sejati pro NKRI untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran Islam yang menyejukkan. Jangan sampai negara ini keburu hancur karena pemerintahnya asik membangun jalan tol.



    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Lindungi NKRI, Ini Aksi Nyata Banser NU Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top