728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 09 April 2017

    Langit dan Bumi! Membandingkan Relawan Ahok Djarot dan Relawan Anies Sandi

    Melihat dari bagaimana cara pergerakan pendukung Ahok dan Djarot yang jauh berbeda dari pergerakan pendukung Anies Sandi, tentu kita dengan mudah menentukan mana pasangan calon yang lebih berkompeten memimpin relawannya.

    Ahok Djarot dan relawannya memiliki kedekatan yang sangat baik. Komunikasi mereka terarah, relawan mereka mengenal sekali karakter yang dimiliki oleh Ahok dan Djarot. Relawan tidak menuntut ini itu maupun meminta ini itu. Relawan Ahok Djarot solid karena mereka diikat oleh ideologi Pancasila.

    Relawan Ahok Djarot ini tidak diiming-imingi oleh uang. Bahkan dari antara mereka, ada juga yang memberikan dukungan berupa sumbangan, untuk mensukseskan Ahok Djarot ke dalam Pilkada periode kedua. Bukan karena Relawan memberikan dukungan dana, maka relawan dapat seenaknya menyetir pemimpinnya.

    Mereka tidak anarkis. Mereka tidak menghina pasangan calon lain secara agama, personal, dan juga tidak menggunakan isu SARA untuk menjatuhkan lawan. Relawan Ahok memiliki pikiran yang sifatnya mengkritisi kebijakan Anies Sandi. Tentu kritik semacam ini adalah hal yang wajar bukan?

    Lagi pula Ahok Djarot bukan tipe orang-orang yang mudah dipimpin, karena mereka sejatinya calon pemimpin. Tidak ada di dalam kamus Pak Ahok maupun Pak Djarot yang mengatakan “siapa yang berduit, dialah yang mengatur”. Bahkan relawan yang memberikan sumbangan, juga ikut bekerja dan berkontribusi. Inilah yang menjadi ciri khas dari pendukung Ahok dan Djarot.

    Mereka membayar, dan sekaligus menjadi relawan. Bayangkan saja di dunia ini pada umumnya, mana ada relawan yang mau membayar untuk bekerja? Dimana-mana kita yang tidak rela, tentu bekerja untuk dibayar bukan? Inilah “kampanye rakyat” yang ditawarkan dan yang sedang disukseskan oleh pasangan calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

    Karakter calon pemimpin seperti ini sudah dapat dilihat, bahkan di dalam masa kampanye ini. Ahok dan Djarot tidak menampilkan sesuatu yang palsu pada saat kampanye. Bahkan di dalam pengarahan tim sukses dan relawan TPS, Ahok sempat mengatakan bahwa ia bukanlah orang yang dapat mengetahui seluk beluk permasalahan Jakarta. Ahok sadar bahwa ia terbatas dan butuh kehadiran relawan. Relawan ini jika dimasukkan ke dunia peperangan dan diibaratkan sebagai tentara, mereka adalah tentara loyalis.

        “Bantu kami lawan fitnah. Saya hanya bilang saya engga mau di Jakarta, rumah jelek bukan berarti diterjemahkan saya mau gusur, tapi kita bedah,” – Basuki Tjahaja Purnama (9 April 2017)

    Berbeda dengan relawan Anies Sandi. Entah datang dari mana mereka, entah mereka ada di dalam Jakarta atau luar Jakarta, yang menurut saya sih dari luar Jakarta. Relawan ini tidak mengenal karakter sesungguhnya dari pasangan calon yang mereka dukung, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno.

    Relawan Anies Sandi hanya tahu satu hal yaitu calon pemimpin harus Muslim. Hanya itu yang relawan tahu. Relawan semacam ini adalah relawan bayaran, bisa dengan uang, nasi bungkus, ataupun roti boikot-an. Silakan dipilih.

    Mereka anarkis, mereka melakukan kontak fisik, mereka menggunakan isu SARA untuk menjatuhkan pasangan Ahok Djarot. Mereka bersumbu pendek. Kalimatnya hanya itu-itu saja, yaitu menjatuhkan Ahok karena ia menistakan agama. Padahal sampai sekarang, mereka mungkin belum nonton video asli Ahok di Kepulauan Seribu seluruhnya.

    Biasanya di dunia peperangan, kita mengenal istilah tentara bayaran dan tentara loyalis. Relawan Anies Sandi dapat disamakan dengan tentara bayaran. Seberapa bayaran diberikan, sejauh itulah mereka akan bertahan. Terbukti dari aksi-aksi Bela Islam yang diprakarsai oleh pendukung dan relawan Anies Sandi, lama kelamaan sudah kehilangan momen dan semangatnya.

    Terbukti juga bahwa aksi ini disokong oleh dana yang begitu besar, dan ketika dana yang dikucurkan kecil, maka tidak ada lagi orang-orang yang datang untuk mendukung Anies Sandi. Tidak seperti relawan Ahok Djarot yang mengenal betul calon pemimpinnya dan program kerjanya, relawan Anies Sandi tidak mengenal program kerja.

    Di otak relawan, hanya ada dua hal yang dipikirkan, yaitu uang dan nasi. Mungkin ada tambahan sedikit bubuk mesiu untuk memantik sumbu mereka yang pendek, dan sedikit bumbu yang ternyata pasir yang diambil dari ketiak onta gurun. Sumbu dan Bumbu?? Hmm.. Lumayan juga

    Pekerjaan relawan Ahok Djarot ini adalah melawan fitnah yang dengan sengaja dimunculkan untuk menurunkan elektabilitas Ahok. Relawan ini datang dan membayar untuk menegakkan keadilan di Jakarta. Dalam konteks Pilkada, mereka menegakkan keadilan di setiap TPS-TPS di mana mereka berada. Mereka memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

    Di sisi lain, pekerjaan relawan Anies Sandi justru adalah melawan Ahok yang dianggap sudah menista agama mereka. Secara esensial, kedua pekerjaan dari relawan antar paslon ini memiliki perbandingan langit dan bumi. Tidaklah heran jika mental masing-masing pasangan calon berbeda total. Otak dan otot. Kira-kira kedua kata ini sangat mewakili sifat dan karakter kedua relawan ini.

    Jadi siapa yang Anda dukung? Ahok Djarot atau Anies Sandi? Tentukan pilihanmu di TPS tanggal 19 April dengan format demikian:

     1.   Buka surat suara
    2.    Coblos
     3.  Tutup surat suara

    Betul kan yang saya katakan?

    Penulis : Hysebastian  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Langit dan Bumi! Membandingkan Relawan Ahok Djarot dan Relawan Anies Sandi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top