728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 28 April 2017

    Kirim Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot Dinilai Menyehatkan, Yang Nyinyir Tanda Sudah Penyakitan

    Suasana Balai Kota Jakarta hingga saat ini begitu riuh, begitu banyak karangan bunga yang datang ke Balai Kota Jakarta, ini adalah bentuk dukungan, bentuk support warga yang mencintai pemimpinnya, meski kalah dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta tahun ini, boleh dikatakan Anies-Sandi boleh menang suara, tetapi Ahok-Djarot memenangkan hati warga Jakarta.

    Mengirim bunga disimbolkan sebagai bentuk penghormatan. Artinya pun bisa beragam, baik dalam arti kebahagiaan atau kesedihan. Nah, penghormatan ini bisa merupakan ungkapan perhatian, terima kasih, atau kepeduliaan. Sama halnya ketika mengirim bunga ke kekasih, ke acara pernikahan atau peresmian toko yang merupakan bentuk penghormatan.

    Psikolog sosial mengatakan pada dasarnya, manusia dalam hidupnya tidak bisa lepas dari mencari makna. Nah, makna ini diwujudkan dengan simbol dalam arti yang luas, misalnya budaya atau bahasa. Tapi bukan tidak mungkin jika mengirim bunga sudah dianggap ‘biasa’ dan tidak seru lagi sementara keinginan mengekspresikan dalam bentuk simbol masih kuat, akan muncul kreativitas sosial yang lain.

    Tapi bisa saja ini jadi unik karena ada konteks sosial politik. Secara sosial oleh sebagian orang ini adalah sesuatu yang dianggap ‘baik’ atau keren dan asik sehingga mudah jadi viral. Apalagi ada momentum dan konteks yang pas. Maka ketika sekelompok orang mengirim bunga dan itu mendapat perhatian luas dari media maka efek dominonya terasa sekali.

    Ini tanda-tanda Pilkada kali ini energi positif yang menang seharusnya, karena dari kejadian dari Pilkada lainnya yang biasanya ricuh baik di tingkat bawah hingga ke pengadilan sehingga Pilkada ini mengindikasikan banyaknya energi negatif yang menang.  Energi positif yang ditularkan oleh “Ahokers” kali ini membuktikan bahwa mereka merasa senang dan puas setelah mengirim karangan bunga dan itu menyehatkan jiwa warga Jakarta.

    Lingkungan Balai Kota Jakarta yang tiba-tiba berubah menjadi “Taman Bunga” itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Terkait fenomena itu, belakangan beredar screenshot pesan WhatsApp yang menduga banjirnya karangan bunga itu adalah rekayasa pihak Ahok- Djarot. Pesan itu berisi seolah-olah Ahok yang memesan ribuan karangan bunga ke Balai Kota. Mendengar tuduhan itu, Ahok spontan langsung geram. Dan mengatakan bahwa tidak mungkin dia melakukannya, tetapi secara logika memang benar, coba deh tengok kalau perlu semua toko bunga yang kirim karangan bunga diaudit, pasti menemukan ini adalah murni gerakan warga yang mencintai pemimpinnya meskipun kalah.

    Coba saja tengok semua kata dan tulisan yang ada di karangan bunga sebagai tanda ucapan, tidak ada yang sama, ini adalah bentuk kreatifitas yang benar penyalurannya, mungkin masih ada satu atau dua karangan bunga yang “salah alamat” atau “salah pengucapannya” tetapi sebagian besar menunjukkan support yang tulus dan besar kepada Ahok. Bahkan bentuk dukungan ini tidak hanya ada di Jakarta bahkan sampai di Batam dan kota lainnya di Indonesia, lihat kan betapa dicintainya seorang Ahok, bukan hanya oleh warga Jakarta, tetapi juga oleh warga Indonesia lainnya.

    Tetapi ada saja energi negatif yang nyinyir akan banyaknya kiriman bunga yang dilakukan oleh para pendukung Ahok kali ini, malah menuduh ini adalah pencitraan murahan yang dilakukan oleh Ahok dan Djarot

        “Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan,” kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

        Fadli mengatakan karangan bunga tersebut berasal dari sumber yang sama. Hal ini juga hanya menguntungkan pemilik toko.

        “Saya kira, saya dengar itu dari sumber yang sama, atau dari beberapa sumber. Yang jelas, itu menguntungkan toko bunga tersebut ya, tapi sangat disayangkan,” ucapnya.

        “Itu kalau ada 1.000 karangan bunga kali Rp 1 juta, itu sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu, ya Rp 700 juta. Itu kan bisa ngasih makan orang-orang yang perlu dukungan, bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya, daripada dibuang-buang seperti itu,” imbuhnya. (sumber)

    Tuh kan benar kan, ini tanda orang nyinyir itu memang orang “penyakitan”, penyakit hati, iri dan dengki yang susah sembuhnya, bahkan obat apapun bentuknya tidak akan bisa mengobati penyakit orang-orang seperti ini, seperti Fadli Zon dan kawan-kawannya.

    Lihat itu hitung-hitungan yang coba dijabarkan oleh orang itu, apa perlu kita juga bertanya, daripada dirinya membiayai demo-demo tak penting itu apa dananya lebih baik disalurkan juga ke hal serupa sesuai perkataannya? Kalau bilang demo itu ikhlas dan sukarela, warbiyasah benar orang ini, warbiyasah ngibulnya.

    Ya seperti itulah … orang penyakitan

    Penulis :  Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kirim Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot Dinilai Menyehatkan, Yang Nyinyir Tanda Sudah Penyakitan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top