728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Ketua GP Ansor Memberi Julukan “Sunan Kalijodo” Kepada Ahok

    Nahdlatul Ulama memang benar-benar penjaga kesatuan dan persatuan. Gerakan Pemuda Ansor (disingkat GP Ansor) adalah sebuah organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Berperan aktif dalam menjaga persatuan dari mulai turut menjaga kedamaian saat Natal hingga melawan ormas-ormas anti Pancasila pendukung khilafah.

    Mau lihat Islam yang sesungguhnya? Tengok lah Nahdlatul Ulama yang setiap pemikirannya selalu mengedepankan ke-Indonesiaan, persatuan dan kesatuan bangsa. Islam yang ramah dengan tambahan hobi berkelakar ada di Nahdltul Ulama. Islam dengan nafas nusantara yang ramah bukan pemarah. Islam yang disebarkan dengan simpatik bukan paksaan apalagi caci maki.

    Hari Jumat ini Ahok dan Djarot bertemu dengan anggota Banser GP Ansor. Suasana terlihat tampak cari di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya. Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam pertemuan itu memberi julukan khusus untuk Ahok. “Karena hidupnya di Jakarta, beliau ini Sunan Kalijodo. Sunan Kalijodo itu telah mengubah masyarakat yang hitam kelam menjadi masyarakat beriman,” kata Yaqut.

    Yaqut mengacu pada kawasan Kalijodo yang dulu merupakan kawasan prostitusi dan perjudian ilegal di Jakarta. Kini kawasan Kalijodo sudah berubah menjadi ruang terbuka hijau dan RPTRA, bahkan jadi destinasi wisata. Anggota Banser yang mengikuti pertemuan itu pun tertawa. Sebelum memberi sambutan, Yaqut juga sempat memanggil Ahok dengan nama lain.

    “Selamat datang Pak Basuki Nurul Qomar,” kata Yaqut.
     Ternyata Ahok paham dengan arti Basuki Nurul Qomar yang merupakan bahasa Arab dari Basuki Tjahaja Purnama. Ahok ternyata memahami sebutan itu. “Nurul Qomar-nya saja yang bahasa Arab. Basuki-nya enggak,” kata Ahok.

    Yaqut juga menyapa Djarot yang hadir dalam pertemuan itu. Yaqut mengatakan GP Ansor sudah mencari tahu track record Djarot selama di Blitar. “Di Blitar sana beliau sahabat karib rois Suriah kita. Maka kalau kita jatuh cinta kepada Pak Djarot itu hal biasa,” kata Yaqut.

    Dalam kesempatan yang sama, Ahok memberi pesan untuk GP Ansor melalui tulisan yang telah dibingkai.

    “Tetap pertahankan Islam yang rahmatan lil alamin dan wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat karena pemerintahan yang bijak sesuai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” tulis Ahok.

    Ahok menandatangani piagam tersebut dan menuliskan tanggal 10 Rajab 1438 H atau 7 April 2017.

    Menurut Djarot, GP Ansor dan organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama, adalah organisasi Islam yang memegang teguh Pancasilasebagai ideologi negara.

    “Kami juga berjuang untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT bahwa Indonesia dikaruniai berbagai macam keragaman, pluraritas sehingga dengan sangat bijak oleh para nenek moyang kami dibuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Ada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu semua yg menyatukan NKRI dan kemudian kerumuskan dalam UUD 45,” kata Djarot.

    Ketua GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis menyatakan dukungan untuk Ahok-Djarot merupakan momentum buat mencegah berkuasanya kelompok-kelompok radikal dan garis keras di Jakarta.

    “Kami sangat menolak calon gubernur yang didukung Islam radikal dan Islam garis keras,” kata Azis saat menyambut kedatangan Ahok dan Djarot  Pada kesempatan itu, Azis menyatakan GP Ansor siap mengawal para pendukung Ahok-Djarot dari kemungkinan intimidasi pada saat pemungutan suara Pilkada DKI putaran kedua pada 19 April ini.

    “Ansor dihina dari zaman Gus Dur sudah biasa. Dibilang kafir, munafik sudah biasa. Tapi kalau sudah merusak tatanan NKRI dan demokrasi, pasti akan kami lawan,” kata Azis.

    Jadi jangan khawatir, NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Kalau ada rasa khawatir takut memilih Ahok sebaiknya dibuang jauh-jauh. GP Ansor yang selama ini selalu menjaga gereja saat natal akan menjaga pendukung Ahok-Djarot dari intimidasi kelompok radikal. Oleh karena itu gak usah khawatir, datang ke TPS-TPS dan pilih Ahok.

    GP Ansor dan NU memang ormas Islam terbesar yang tersebar ke seluruh nusantara. Mereka berjuang melawan kelompok Islam radikal dan Islam garis keras. Tapi  tentu saja usaha mereka akan sia-sia bila kita sendiri tidak mendukung mereka. Mungkin banyak yang merasa takut dan terintimidasi sehingga memilih untuk tidak datang, tapi kali ini GP Ansor membutuhkan bantuan kalian. Ingat Riyanto? Banser NU yang meninggal memeluk bom demi selamatkan ratusan nyawa?

        24 Desember 2000, pengorbanan seorang pria bernama Riyanto telah mencuri perhatian masyarakat. Saat itu merupakan malam Natal di mana Riyanto mendapat tugas untuk mengamankan jalannya misa Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur. Namun naas, ternyata itu adalah tugas terakhir yang diembannya, karena malam itu pula ia harus meregang nyawa saat menjalankan tugas.

    Riyanto saat itu mengorbankan dirinya tidak saja untuk menyelamatkan ratusan nyawa disana tapi ia mengorbankan dirinya untuk menjaga NKRI dan Kebhinekaan. Sama seperti Banser lainnya, ia tidak ingin Islam radikal dan Islam garis keras menguasai negeri ini. Oleh karena itu mari kita jaga cita-cita Riyanto dengan membuang rasa takut dan datang ke TPS-TPS.



    Penulis : Gusti Yusuf    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketua GP Ansor Memberi Julukan “Sunan Kalijodo” Kepada Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top