728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Ketakutan Terbuka Boroknya, Timses Anies-Sandiaga Tidak Buat Laporan Tertulis Spanduk “Jakarta Bersyariah”

    Di Jakarta sekarang (atau beberapa waktu yang lalu) banyak beredar spanduk yang menyuarakan penerapan Syariah Islam yang akan diusung oleh pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno apabila menang nanti di kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Tidak mengherankan seharusnya kalau Anies dan Sandiaga akan mengusung Syariah Islam dalam penerapan hukum di Jakarta, toh di belakang mereka berdiri orang-orang yang sangat menginginkan bisa menerapkannya, sebagai awal dan percontohan akan dimulai dari Jakarta (selain Aceh tentunya).

    Tetapi ada beberapa kejanggalan disini, dimana penyebaran spanduk massif ini serasa ditentang oleh pemasangnya sendiri, main aman mungkin.

        Yupen Hadi, Wakil Ketua Tim Advokasi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mengungkapkan alasan pihaknya tidak melapor secara tertulis dugaan kampanye hitam spanduk “Jakarta Bersyariah”.

        Spanduk itu menyertakan nama Anies dan Sandi yang hendak menerapkan hukum syariah jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

        “Kami enggak lapor secara tertulis. Pas hari kejadian, paginya, saya langsung kontak Bu Mimah (Ketua Bawaslu DKI Jakarta),” kata Yupen saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/4/2017).

        Yupen minta agar Mimah koordinasi dengan Satpol PP menurunkan spanduk yang dianggap provokatif itu. Mimah disebut menyanggupi permintaan itu dan sorenya Mimah mengabarkan spanduk tersebut telah diturunkan.

        “Ternyata Bawaslu sudah meminta Satpol PP untuk menurunkan semua spanduk-spanduk itu. Saya dikirimin foto-foto. Artinya, Bawaslu sudah menindaklanjuti laporan kami walaupun masih lisan,” tutur Yupen. (sumber)

    Penerapan Syariah Islam di Jakarta masih belum memungkinkan, pasti akan banyak pertentangan di dalam masyarakat, kok terasa seperti memaksakan bisa ada Syariat Islam di pelataran pintu masuk Indonesia, sedangkan Indonesia sendiri menganut pluralisme. Yang dimana saat ini warga Indonesia sangat bisa menghargai perbedaan baik keyakinan maupun suku atau ras di wilayahnya masing-masing. Mungkin dalih yang mereka akan gunakan adalah semua agama akan diberi hak yang sama di bawah Suariah Islam, tetapi saya yakin kalau diterapkan di Jakarta pasti akan banyak pertentangan.

    Karena dengan membuka keran Syariah Islam di Indonesia tidak dapat dipungkiri pasti akan merambat luas mengalir ke seluruh penjuru nusantara. Memulai Islamisasi dari Jakarta, apabila pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menduduki kursi gubernur DKI Jakarta. (sumber)

        Anies mengatakan dirinya tidak akan terpengaruh terhadap beredarnya kampanye hitam menjelang pemungutan suara Pilkada DKI putaran dua. Dia akan terus berkampanye menyampaikan visi-misi, program yang ia rancang bersama Sandiaga Uno.

        “Jadi kami hanya ingin menegaskan ini bukan dari kita, tapi kita santai saja, kita engga ada yang masukin hati, egga ada yang marah-marah, kita santai, rileks, kita terus akan kerjakan untuk warga Jakarta,” pungkasnya.

        Sebelumnya ditemukan sejumlah spanduk di Jakarta dengan tulisan “Wujudkan jakarta Bersyariah’. Spanduk berwarna hijau tersebut menempatkan gambar Anies-Sandi dan juga imam besar FPI, Rizieq Sihab. Dalam spanduk juga tertulis aturan aturan syariah.

    Memang ini sangat berhubungan dengan adanya aksi makar yang Gatot alias gagal total di Jakarta akhir bulan Maret kemarin. Karena makar kemarin adalah salah satu aksi yang disiapkan untuk mewujudkan Jakarta Bersyariah.

    Rasanya dalam kasus ini Anies Baswedan dan tim suksesnya seperti cuci tangan dengan membantah bahwa ini bukanlah permainan yang mereka mainkan, bukan spanduk yang mereka pasang dan persiapkan lalu dicopot lagi. Lagu lama akan dimainkan kembali oleh pasangan calon ini, pastinya.

    Ada kejanggalan juga sepertinya, kenapa Bawaslu di saat sekarang begitu cepat sekali merespon tim sukses pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta begitu sigap merespon pihak mereka, kalau pasangan lainnya malah cepat direspon kalau ada indikasi pelanggaran. Kita ambil contoh kemarin ibu Veronica Tan yang langsung ditindaklanjuti kasusnya karena ditengarai melakukan kampanye, tetapi yang terjadi tidak terbukti melakukan kampanye, serasa aturan berkampanye bawaslu tumpul ke Paslon nomor 3 dan Tajam ke Paslon nomor 2. Sekali lagi pertanyaannya selalu akan sama, apakah Bawaslu ini sengaja berpihak ke Paslon Anies-Sandi?

    Anies memang tidak terpengaruh, karena ini adalah pekerjaan kotor orang-orang di bawah mereka yang selama ini mendukung Anies-Sandi, ya seperti itulah Anies-Sandi yang akan selalu bermain apik dalam lakon “play victim” ala mereka.


    Penulis : Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ketakutan Terbuka Boroknya, Timses Anies-Sandiaga Tidak Buat Laporan Tertulis Spanduk “Jakarta Bersyariah” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top