728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Kasus Buni Yani P21, Tanda-Tanda Ahok Akan Bebas?

    Semua peristiwa ini bermula dari sebuah video yang diunggah oleh Buni Yani. Waktu yang mendekati Pilkada menyebabkan video tersebut langsung viral dan digoreng oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Buni Yani yang sempat dielu-elukan bak pahlawan justru makin lama makin terlupakan. Pahlawan sosial media ini kini harus siap-siap menghadapi apa yang Ahok sedang hadapi.

    Jaksa menyatakan berkas perkara Buni Yani telah lengkap atau P-21. Jaksa pun tinggal menunggu penyidik kepolisian untuk melakukan pelimpahan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti.

    “Iya, berkasnya sudah lengkap,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Setia Untung Arimuladi ketika dikonfirmasi, Rabu (5/4/2017).

    Buni Yani dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia disangkakan melanggar UU ITE lantaran telah memposting status yang diduga berisi SARA melalui Facebook-nya sehingga menimbulkan kebencian.

    Beberapa waktu yang lalu Buni Yani pernah mengajukan praperadilan atas status tersangka. Namun ditolak oleh hakim Sutiyono di Pengadilan Negerti Jakarta Selatan pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2016. Hakim menyatakan bahwa penetapan status tersangka tersebut adalah sah dan sesuai dengan prosedur. Maka gugur lah harapan satu-satunya bagi Buni Yani agar tidak diadili di pengadilan. Nantinya Buni Yani akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat.

    Permasalahan yang muncul adalah bukan dari konten videonya, karena menurut keterangan bukan dia yang memotong video tersebut. Tapi caption yang dituliskan Buni Yani yang menjadi masalah terutama pada penghilangan kata pakai. Namun Buni menyebut caption tersebut tidak dimaksudkan untuk menghasut orang lain lewat media sosial. Keterangan pada video, menurut Buni, hanya untuk mengajak diskusi.

    Masalahnya justru ketika caption tersebut menghilangkan kata pakai, sepertinya banyak orang yang jadi terhasut. Makan pakai piring dan makan piring sangat berbeda artinya dan sudah beredar luas di media sosial beberapa waktu yang lalu. Ditambah banyak yang minim kuota atau fakir bandwitdh, menjadikan banyak orang yang tidak mendengarkan isi video tapi hanya membaca caption tersebut dan emosinya terbakar. Apalagi video tersebut juga memotong ditengah-tengah, menghilangkan bagian-bagian penting sehingga makna sebenarnya dari ucapan Ahok menjadi bisa disalah persepsikan.

    Buni Yani yang telah mengetahui kabar tersebut berkomentar.

    “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kajati Jabar seperti dikutip Republika mengatakan berkas saya telah dinyatakan lengkap atau P21 yang artinya kasus saya ini akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Depok,” cerita Buni Yani kepada Warta Pilihan pagi ini (5/4).

    Seperti yang sudah-sudah, ia pun meraung-raung meminta pertolongan. Sang Pahlawan media sosial ini merasa dizalimi karena perkaranya amat dipaksakan.

    “Kepada semua saudaraku umat Islam se-Indonesia, minta dukungannya. Kami dengar bahwa perkara saya ini amat dipaksakan. Sesungguhnya perkara ini tidak bisa naik ke pengadilan karena tidak punya unsur pidana. Tetapi Kejaksaan Agung (pusat) memberikan arahan kepada Kajati Jabar agar perkara ini harus P21 dan naik ke pengadilan. Artinya, tangan-tangan kekuasaan dan politik sangat kental bermain dalam perkara saya ini,” jelasnya.

    Meski demikian, menurutnya Buni Yani dan tim hukumnya tetap bersiap maju ke pengadilan.

    Buni Yani menjelaskan bahwa ia menjadi tersangka dan dibawa ke pengadilan atas dasar tiga kalimat (caption video) : a. Penistaan Agama? b. Bapak ibu (pemilih Muslim)..dibohongi surat Al Maidah 51”…(dan) “masuk neraka (juga Bapak Ibu) dibodohi”  c. Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini.

    Menurutnya, ahli pidana ternama seperti Prof Romli Atmasasmita dan Prof Muzakir berpendapat tidak ada unsur pidana dalam kalimatnya di facebook itu.. “Saya tak bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE. Allahu Akbar. Saya lebih baik mati daripada tunduk pada kezaliman. Tak ada kata menyerah, tak ada kata mundur. Karena kita membela yang benar,”tegasnya.

    Buni Yani lebih lanjut menanyakan : “Apakah kasus Buni Yani P21 karena mau membebaskan Ahok? Jadi bukan Ahok penista Al Qur’an yang salah, tetapi Buni Yani yang memberitahukan kepada umat Islam bahwa terjadi penistaan yang salah.”

    Ia melanjutkan bahwa kezaliman seperti ini sangat mungkin terjadi bila melihat kronologi kriminalisasi terhadap siapa saja yang kritis terhadap pemerintah dan melawan Ahok. “Kita harus melawan. Cukup sudah ketidakadilan ini.”

    Rasanya gampang sekali orang mengatakan bahwa dirinya dikriminalisasi, tapi ya semoga saja apa yang dikatakan Buni Yani benar, bahwa kasusnya P21 karena Ahok mau dibebaskan. Dan soal ketidakadilan, itu nanti saja dibuktikan dipengadilan.

    Akankah ada aksi bela Buni Yani yang berjilid-jilid? Atau pendukungnya menanti dengan setia di pengadilan kelak? Seruan perlawanan telah digaungkan oleh sang pahlawan media sosial. Akan kah mereka tergerak? Atau justru membiarkannya menghadapi pengadilan sendirian? Bagaimana menurut pembaca seword?



    Penulis :  Gusti Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kasus Buni Yani P21, Tanda-Tanda Ahok Akan Bebas? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top