728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    Kampanye Ahok Jahat atau Kamu Yang Jahat?


    Lihatlah video ini. Video berdurasi 2 menit dengan latar suara Pak Djarot ini membuat heboh media sosial. Kaum sumbu pendek banyak yang marah-marah dengan mengatakan bahwa video ini menyudutkan Muslim. Mereka seolah menganggap bahwa video ini menyampaikan pesan Muslim berpeci digambarkan sebagai perusuh anarkis dan tukang ganyang Cina. Hashtag #KampanyeAhokJahat pun kemudian dibombardirkan di media sosial. Lah!

    Video ini menurut saya bukan suatu video yang aneh. Memang sih di bagian awal sepertinya sensitif sekali yang diangkat. Tapi kalau mau dipikir-pikir, namanya visualisasi tentulah si pembuat berusaha menampilkan sesuatu yang riil. Diakui atau tidak seringkali ada ceramah dengan membawa-bawa isu soal Cina ataupun komunisme yang membuat panas sebagian masyarakat. Padahal komunis itu tidak ada di Indonesia. Ataupun juga kecemburuan sosial karena menganggap WNI keturunan Cina lebih sukses sehingga kemudian sentimen terhadap mereka jadi tinggi. Nah kalau merasa kalah pintar cari uang ya kerja keras dong jangan cuma mengeluh atau demo.


    Nah sekarang apakah mau menuduh video itu kisahnya hanya imajinasi? Nyatanya hal seperti itu nyata terjadi. Belum lagi desas-desus akan terulangnya kerusuhan Mei 98 misalnya jika Ahok lagi-lagi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta atau tidak diusut kasus penistaan agama yang dituduhkan kepadanya. Kita tidak bisa munafik bahwa hal itu ada di sekitar kita. Kalau tidak suka ada penggambaran itu tentunya jangan menggunakan isu tersebut sekedar untuk menjatuhkan Ahok atau menakut-nakuti pemilih.Hanya kebetulan saja jika kemudian tokoh tersebut digambarkan ada yang memakai peci. Ingat ya ADA, bukan SEMUA. Ini harus digarisbawahi. Peci di Indonesia diidentikkan dengan umat Islam, tapi sebetulnya peci bukan identitas Muslim. Siapapun bisa dan boleh memakainya. Jika peci berarti Islam mungkin saat ibadah haji jamaah laki-laki akan disuruh memakai peci, nyatanya bahkan mereka tak boleh memakai tutup kepala saat ihram. Sama halnya jamaah perempuan yang tidak boleh memakai cadar saat menjalani rukun haji. Kalau memang hal itu ada dalam kewajiban agama tentu tidak akan ada perkecualiannya.

    Kalau tidak mau ada penggambaran yang seolah mengidentikkan orang-orang ini dengan anarkisme ya jangan melakukan tindakan yang mengarah ke situ. Misalnya dalam berorasi saja kita sering menemukan pemimpin yang teriak mau membunuhlah, mengkafirkan lah, ancaman-ancaman lain jika tuntutannya tidak dipenuhi maka akan mengerahkan massa untuk menyerbu suatu tempat, atau bahkan sampai mengembalikan tokoh ke negara nenek moyangnya. Sampai muncul penggambaran untuk visualisasi seperti ini ya karena ada kejadian nyata dan pemicunya.

    Video itu hanya mau menyampaikan pesan bahwa Jakarta di bawah Ahok-Djarot terbuka untuk segala etnis dan agama. Tidak ada perbedaan. Harusnya kita senang dong bahwa ada calon pemimpin rakyat yang memperjuangkan dan mengangkat isu tentang keberagaman dan kebhinnekaan ini di tengah-tengah ramainya isu tentang adanya dorongan dari sekelompok organisasi tentang penerapan syariah dan khilafah di negara berazas Pancasila. Atau justru yang nyinyir terhadap video ini adalah mereka yang tidak ingin kebhinnekaan terus terajut dalam kehidupan berbangsa bernegara?

    Jakarta adalah ibukota negara Republik Indonesia. Yang tinggal tidak hanya satu etnis atau agama saja. Sebagai representasi negara, Jakarta haruslah menjadi kota megapolitan yang humanis dan toleran. Sekarang bandingkan lebih sejuk mana iklan Ahok itu atau tayangan berikut yang menampilkan sumpah memilih pemimpin Muslim sambil membawa golok dan bahkan mengangkatnya lebih tinggi dari Qur’an? Mana yang menistakan? Beginikah yang disebut tidak membawa isu agama dalam kampanye? Siapa yang lebih jahat berkampanye?


    Tapi kenapa dulu video Anies dianggap jahat? Video Anies dulu sebetulnya ide ceritanya hal yang umum, anak ditanya orangtuanya tentang jodoh mana yang Ia pilih. Berkesan murahan karena Ia menyindir calon-calon lain secara eksplisit. Seolah tidak ada penyampaian yang lebih smooth.

    Penulis :  Rahmatika  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kampanye Ahok Jahat atau Kamu Yang Jahat? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top