728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 13 April 2017

    Kalimat Penutup Anies Sangat Ambisius, Ahok Minta Maaf, Karakter Tidak Bisa Bohong

    Tidak banyak hal yang mengejutkan yang terjadi dalam “Debat Publik Outaran Kedua Pilkada Jakarta” yang diselenggarakan KPU DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Perbedaan yang mencolok kembali ditunjukkan dalam debat kali ini. Semua yang sudah menonton pasti tahu perbedaan yang mencolok saya maksudkan. Ya, satu terlalu beretorika, satu lagi langsung dan jelas menjawab pertanyaan.

    Salah satu yang masih saja terjadi adalah retorika tingkat dewa terkait rumah DP 0. Anies yang kewalahan karena tidak mampu menjelaskan dengan detail program andalan yang mereka usung, terpaksa meningkatkan retorikanya sampai ke tingkat dewa sampai-sampai Anies keceplosan bahwa program ini masih bisa berkembang. Walah.. Berarti ini bakalan ada revisinya lagi?? Lama kelamaan hanya tipuan saja program ini.

    Dalam perdebatan mengenai rumah ini memang terlalu nampak Anies terdesak dengan pertanyaan tersebut. Terlihat juga Anies yang sudah terdesak seperti menahan emosi karena Ahok menskak Anies dengan pernyataan bahwa Anies tidak menjawab pertanyaan dan terlalu retorika.

    Anies memang tidak ada menjawab pertanyaan Ahok dan hanya bicara terus merangkai kata asal nyambung dan menghabiskan waktu sambil terus menyatakan bahwa yang penting adalah keberpihakan dan niat untuk melakukan. Pasti ada jalan keluar. Jalan keluarnya apa?? Nanti dipikirkan.

    Parah habis memang Anies ini. Beretorika permanen tidak tahu diri. Di depan publik yang menonton memberi pernyataan mengambang tidak jelas arah. Kalau orang waras dan cerdas sudah terpingkal-pingkal mendengar pernyataannya. Anda seperti itu?? Berarti anda termasuk golongan waras dan cerdas. Kalau yang tidak, pasti merasa Anies bisa menjawab dengan briliannya.

    Tetapi apapun namanya, karakter tetap tidak bisa disembunyikan. Sadar atau tidak sadar, mau disembunyikan dan diseting sedemikian rupa, akan keluar dengan naturalnya. Kalau sudah modelnya tidak menjawab apa yang ditanya dan tidak memberikan pernyataan sesuai dengan permintaan, maka sampai akhir pun itu yang dilakukan.

    Hal ini terlihat kembali dengan sangat jelas saat calon Gubernur diminta untuk memberikan kalimat penutup bukan hanya untuk debat, melainkan juga untuk Pilkada DKI secara keseluruhan. Anies yang diminta untuk menyatakan pertama kali, malah memulai pernyataan dengan pesan kampanye. Permintaan maaf hanya sekedar. Lalu ditutup dengan coblos sebelah kanan.

    Anies sangat jelas terlihat karakternya yang sangat ambisius, Ambisius untuk menang dan ambisius untuk terus mengkampanyekan diri. Bahkan meski sudah dipancing dan diarahkan oleh moderator untuk menyampaikan permintaan maaf kepada calon lain dan keluarganya, Anies dengan mantap dan tegas mengatakan coblos sebelah kanan.

    Ahok tentu saja punya karakter yang berbeda. Ahok bukan tipe orang yang susah minta maaf. Ahok sudah terbiasa meminta maaf yang adalah sikap asli orang Indonesia (pribumi bagi kaum bumi datar), Karena itu, begitu diberikan waktu Ahok langsung minta maaf. Bukan hanya kepada pasangan calon Anies-Sandi, melainkan juga kepada pasangan calon AHY-Sylvi.

    Ahok bahkan minta maaf kalau dia seperti sedang menyindir dan menjelekkan karena menganggap yang lain belum dan baru mau sedangkan dia sudah, Ahok menjelaskan karena kebetulan saja dia petahana. Karena kalau bukan petahana, pasti Ahok akan menyatakan sesuatu yang sangat berbeda.

    Perbedaan kalimat penutup ini menjadi pamungkas dari karakter mereka yang sepanjang Pilkada ini terlihat dengan jelas. Anies tidak pernah membiarkan celah sedikit pun untuk tidak dimanfaatkan untuk berkampanye. Hal ini juga dilakukannya saat tampil di acara Jakarta Kece Net Mediatama. Disuruh menyampaikan pesan pilkada damai malah tetap berkampanye dan menuding kecurigaan.

    Sekali lagi, karakter tidak pernah bohong. Karakter tidak pernah bisa ditutupi. Siapa Anies dan Ahok terlihat jelas dalam kalimat penutup ini. Sekarang tinggal warga Jakarta memilih. Mau Gubernur yang sudi dan rendah hati minta maaf, atau Gubernur yang sibuk terus berkampanye dan memuaskan ambisinya serta hanya sekedar minta maaf. Pilihan di tangan anda.



    Penulis :   Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kalimat Penutup Anies Sangat Ambisius, Ahok Minta Maaf, Karakter Tidak Bisa Bohong Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top