728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 11 April 2017

    Kalau Penundaan Sidang Ahok Dibilang Drama, Maka Tuduhan Penistaan oleh Ahok adalah Rekayasa!

    Kadang berhadapan dengan pola pikir kaum bumu datar sangat melelahkan. Betapa tidak, mereka yang menindas tapi mengaku ditindas. Mereka yang menyulut isu SARA tapi menuduh orang lain bermain SARA. Mereka menjual belikan agama untuk politik tapi menuduh orang lain yang membeberkan sebagai PENISTA agama. Hidup dengan mereka memang seperti berjalan dengan kepala dan berpikir dengan kaki!

    Pada sidang Ahok hari ini ada beberapa hal yang tidak sesuai skenario bersama yakni penundaan tuntutan oleh JPU. Alasan JPU sederhana karena belum selesainya berkas tuntutan. Kita semua tahu bagaimana respon majelis hakim yang sempat berdebat sengit dengan JPU akan hal ini. Dari pihak terdakwa dan pengacaranya juga merasa dirugikan karena adanya pengurangan hari dalam penyusunan pledoi.

    Tapi akhirnya semua sepakat kalau sidang lanjutan bisa dilaksanakan tanggal 20 april. Hal itu juga menimbang persoalan keamanan menjelang Pilkada yang rawan ditunggangi aktor politik agamis yang menggunakan isu penistaan oleh Ahok untuk menjatuhkan pemerintah. Saya pikir tanpa adanya tembusan dari Kapolda, hal ini sudah seharusnya dipertimbangkan oleh pengadilan.

    Namun, bukan sumbu pendek namanya kalau tak mengedepankan amarahnya. Sudah pasti mereka menuduh macam-macam hasil persidangan yang tak memuaskan mereka. Bahkan ada salah satu politikus mereka (Rachel), menyebut kasus yang menimpa Novel sebagai pengalihan isu atas sidang Ahok hari ini. Betapa kotornya hati mereka yang dipenuhi dengan kebencian hingga mengira penyiraman air raksa pada salah satu penyidik KPK sebagai pengalihan isu sidang Ahok. Tidak bisakah politikus tersebut berpikir bahwa penyidik KPK diserang atas kasus korupsi yang ditanganinya. Hal tersebut juga didukung kesaksian imam masjid tempat Novel diserang dengan mengatakan curhatan Novel kalau 2 mingguan dirinya diincar oleh beberapa orang. Lalu apa hubungannya dengan penundaan sidang Ahok?

    Sudah begitu mereka juga membully sidang Ahok hari ini dengan meyakini adanya drama antara JPU, hakim, dan pengacara Ahok. Lalu bagaimana dengan kesaksian para pelapor Ahok yang semua isi BAPnya sama? Bagaimana dengan keluarnya fatwa MUI yang disusul dengan dukungan paslon yang menjadi lawan Ahok di Pilkada? Bagimana dengan dana-dana besar dan tanggal cantik disetiap demo Ahok yang disusun secara terstruktur dan sistematis? Apakah semua itu juga rekayasa untuk membuat Ahok dihukum dengan tuduhan penistaan agama?

    Saya yakin kaum sumbu pendek akan berkelit dengan mengatakan itu semua murni agama. Meski ketika Jokowi berpidato untuk memisahkan agama dari politik mereka akan beramai-ramai menolak pemisahan politik dan agama. Jadi dalam kasus Ahok harus diteliti betul apakah mereka tersinggung secara agama atau secara politik? Karena menurut mereka politik tak bisa dipisahkan dari agama. Kalau tuntutan mereka berbau politik maka JPU atau siapapun tak bisa menjerat Ahok dengan pasal penodaan agama alias Ahok terbebas dari semua tuduhan!

    Sebenarnya tak sulit mengidentifikasi kemauan kaum sumbu pendek. Mereka akan teriak-teriak bela agama diawal dan ketika terjepit mereka akan mengeluarkan kebusukan mereka perlahan. Ikuti saja cara mainnya maka semakin lama semakin tak masuk akal. Mereka hanya berpegangan agama untuk mencapai ambisi politik mereka saja.

    Wajar jika mereka marah-marah saat Ahok menyinggung agar warga jangan mau dibohongi oleh mereka menggunakan agama. Mereka marah karena Ahok membuka bobrok mereka. Padahal dengan jualan agamalah mereka bisa mendapat nafkah penghidupan. Juga saat ada kampanye video Ahok yang memunculkan tagar kampanya Ahok Djarot jahat. Padahal isinya sesuai fakta di lapangan atas kebencian mereka pada minoritas keturunan Cina di Indonesia. Sekali lagi mereka marah karena Ahok membuka aib mereka.

    Seperti seorang koruptor yang kelojotan ketika kasusnya dibuka oleh KPK maka kaum sumbu pendek juga akan bereaksi keras pada Ahok yang membuka topeng mereka. Mereka akan berusaha menyingkirkan Ahok sekuat tenaga meski itu berarti mereka harus bentrok dengan semua pendukung Ahok.

    Tujuan mereka jelas agar semua bobroknya selama ini yang hidup dengan jualan agama bisa tertutup rapi. Mereka ingin mendapat simpati umat muslim sebagai warga mayoritas di Indonesia. Sayang Tuhan membuka kedok mereka lewat seorang Ahok. Jelas mereka terhina sekali karena dikorek oleh seorang non muslim, tapi itulah faktanya. Semoga rekayasa kaum sumbu pendek terhadap kasus Ahok segera terungkap dan dia dinyatakan bebas.

    Salam Tanpa Rekayasa!


    Penulis : Niha  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kalau Penundaan Sidang Ahok Dibilang Drama, Maka Tuduhan Penistaan oleh Ahok adalah Rekayasa! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top