728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 04 April 2017

    Jokowi Sindir Anies Soal Serapan Anggaran, Sri Mulyani Hitung Dana Abadi Indonesia Bisa Rp 400 Triliun Tahun 2030

    Amanat UUD kepada bidang pendidikan sudah sangat hebat dan mantap, porsinya mencapai 20% dari APBN, tahun 2017 sudah sekitar Rp 416 triliun. Bandingkan saja dengan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang hanya Rp 387 triliun. Seharusnya dalam beberapa tahun kedepan Indonesia memiliki banyak SDM yang handal atau fasilitas pendidikan yang setara dengan sekolahan di Eropa atau Amerika.

    Jelas saja Pakde Jokowi marah dengan realita yang terjadi di lapangan dengan semua deviasi yang terjadi seperti kondisi sekolah yang mau rubuh, atau ketiadaan guru sebagai pengajar di daerah di luar Jawa atau pendidikan tinggi yang belum mampu menelurkan hasil riset yang berorientasi pada permasalah riil yang ada.

    Persoalan jamak ini selalu menghantui duna pendidikan Indonesia, sebenarnya dimanakah letak kesalahannya ?

    Kesalahannya terletak kepada pola pikir (mindset) para birokrat baik pusat atau daerah yang orientasi berpikirnya bahwa anggaran harus dihabiskan 100%, tanpa harus melihat manfaat atau nilai tambah atas pemakaian anggaran tersebut. Bukannya membuat program kerja yang mendidik atau memiliki multiefek malahan menciptakan program kerja “hura-hura” dan pemborosan.

    Pola pemikiran ini tidaklah salah, bandingkan saja dengan sepak terjang Anies yang selalu mengagung-agungkan serapan anggaran 100% tanpa pernah memikirkan efek dari pemanfaatan anggaran. Bahasanya yang penting anggaran harus dihabiskan yang penting para pendukungku happy. Pantas saja dia didepak dari Mendikbud karena kerapkali berpikir dan bertindak sangat pragmatis oportunis.

    Semoga rakyat Indonesia tidak akan pernah lupa skandal Rp 23,3 triliun over budget, itu salah satu modus pemborosan anggaran dan untuk menyenangkan para bawahannya.

    Apakah mereka tidak kasihan dengan Pak Basuki yang berkeliling ke seluruh Indonesia untuk memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur dapat cepat selesai atau segera dapat dimanfaatkan. Lha ini bidang pendidikan malah mengajari untuk boros dan tidak efisien. Kementerian PUPR memang harus menghabiskan anggaran 100% kalau boleh malah 200% karena bangsa ini memang sudah banyak ketinggalan dari negara lain.

    Maka Jokowi membuat beberapa gebrakan atau terobosan untuk alokasi anggaran tersebut antara lain untuk : sertifikasi 100 ribu guru dan 100 ribu dosen, pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) 19,5 juta, Bantuan Operasional Sekolah  (BOS) 8,5 juta siswa, dan merehabilitasi ruang kelas 41 ribu. Kesemuanya itu adalah program keberpihakan kepada rakyat supaya mampu menikmati pendidikan yang setara.

    Jokowi cerdas

    Fenomena pemborosan ini tidak hanya menjangkit pada Anies tetapi juga banyak birokrat Jakarta dan daerah. Melihat kondisi yang ada dan amanat UUD yang harus dipatuhi, Jokowi berniat membentuk atau mulai untuk mengelola sebagian anggaran pendidikan untuk dialokasikan sebagai dana abadi Indonesia.

    Pemikirannya adalah mengambil sebagian anggaran untuk dikelola dan diinvestasikan sehingga hasil investasi tersebut dapat digunakan untuk membiayai program unggulan yang ingin dicapai tanpa harus menggunakan anggaran langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    “Untuk memanfaatkan alokasi 20 persen anggaran pendidikan secara tepat guna, saya minta dibentuk dana abadi,” ujar Jokowi, Selasa (4/4/2017).

    “Kan anggaran pendidikan itu buanyak sekali dan yang saya lihat, saya buka, terlalu rutinitas sehingga saya minta dibentuk dana abadi pendidikan,” lanjut dia.

    Sri Mulyani selalu paham dengan maksud dan tujuan Jokowi, sepertinya chemistry mereka memang sudah klop, menurut  perhitungan beliau, nilai dana abadi Indonesia pada 2030 mendatang jika dari sekarang mulai dilakukan penyisihan dan diinvestasikan akan mencapai Rp 400 triliun.

    Wow . . . Rp 400 triliun, seandainya saja dana tersebut diinvestasikan dan menghasilkan return hanya sebesar 8% per tahun (konservatif) maka dana yang dapat dimanfaatkan sebesar Rp 32 triliun. Sedangkan tujuan awal dari dana abadi ini adalah diperuntukkan bagi program pasca-sarjana hingga program doktor pelajar Indonesia di luar negeri.

    Kira-kira akan menghasilkan berapa banyak magister atau doktor dalam setahun ?

    “Ini investasi besar untuk anak dan cucu kita nanti. Jadi saya kira ini harus dimulai. Dana abadi ini bertujuan mengelola dana investasi pendidikan bagi negerasi mendatang,” ujar Jokowi.

    Cita-cita yang digaungkan Jokowi ini mencontoh dengan Petroleum Fund Norwegia, mereka mengambil sebagian keuntungan penjualan migas sejak tahun 1990 dan diinvestasikan, yang saat ini sudah mencapai 885 milyar Dollar AS atau sekitar Rp 11.000 triliun. Bandingkan saja dengan jumlah penduduk Norwegia yang hanya 5 juta orang, maka asumsinya setiap orang Norwegia memiliki kekayaan sebesar Rp 2,3 miliar hanya dari dana ini.

    Jokowi sedang mengajari bangsa ini untuk berpikir jauh kedepan, Norwegia sudah lebih dulu memanfaatkan Petroleum Fund, artinya mereka kini tinggal menikmati saja. Ingat hanya perlu waktu 27 tahun, asal konsisten dan tidak dikorupsi. Oleh karenanya perhitungan yang dibuat Sri Mulyani adalah masuk akal atas asumsi besarnya anggaran pendidikan dan jangka waktu 13 tahun menuju 2030.

    Sekali lagi Jokowi dan Sri Mulyani telah membuat mata seluruh rakyat Indonesia melek, seandainya saja sejak tahun 1970-an hasil migas Indonesia atau SDA semacam Freeport dan golongannya di kelola dengan profesional maka Indonesia mungkin sudah berada di posisi 3 besar ekonomi dunia dibawah AS dan China. Tetapi sayang para penguasa lebih suka berkolaberasi dengan para mafia untuk “mencuri” untuk kepentingan mereka.

    Pada akhirnya prediksi Jokowi pada tax amnesty menjadi masuk akal, bahwa sekitar Rp 11.400 triliun uang orang Indonesia di parkir di luar negeri. Ah . . .  sungguh sadisnya para pemilik uang ini sudah “mengambil” uang dari republik ini tetapi masih tetap menikmati keindahan Indonesia.

    Semoga dana abadi Indonesia segera mulai bergulir demi kebesaran bangsa Indonesia dan tabungan buat anak cucu kita. Hal ini juga sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab moral kita atas SDA yang sudah kita ambil saat ini.

    Penulis :  Trik Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Sindir Anies Soal Serapan Anggaran, Sri Mulyani Hitung Dana Abadi Indonesia Bisa Rp 400 Triliun Tahun 2030 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top