728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 18 April 2017

    Ini Sebabnya BadJa Gagal Menang Satu Putaran. Jangan Sampai Terulang Lagi!

    Saya adalah seorang pendatang dari Sumatera yang belum memiliki KTP Jakarta, namun fans gelap BadJa, Paslon nomor 2 Pilkada Jakarta. Dan saya berharap mereka yang menang 19 April nanti. Berhubung saya tidak bisa ikut mencoblos BadJa, maka saya putuskan untuk berbuat sesuatu lewat tulisan ini.

    BadJa kalah atau menang itu urusan belakang. Yang terpenting adalah, saya tidak perlu lagi merasa bersalah jika BadJa ternyata memang harus kalah besok. Karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menulis artikel ini.

    Target saya menulis ini adalah untuk para penggemar rahasia BadJa seperti saya yang selama ini hanya pasif jadi penonton tanpa melakukan apapun juga selain berdoa dan berharap agar idola mereka menang Pilkada.

    Saya ingin Anda semua tahu bahwa ada yang namanya Efek Bystander di dunia ini, dan khususnya di Pilkada Jakarta.

    Bisa jadi kegagalan BadJa dalam meraih 50+1 persen suara sebagai syarat kemenangan satu putaran yang lalu adalah gara gara akibat pusaran Efek Bystander yang diam-diam menghanyutkan ini.

    Efek ini bisa kembali mengakibatkan BadJa tiarap lagi dalam putaran kedua ini, dan harus serah terima jabatan Oktober mendatang kepada paslon seberang.  Semoga Anda semua tersentak sebagaimana yang saya kemarin alami setelah tersengat efek ini. Inilah sengatannya:

    Bahwasanya, saya dan Anda semua terlibat secara tidak langsung dalam mewujudkan kegagalan BadJa akibat dari efek Bystander yang secara tidak sadar saya dan Anda lakukan.

    Saya yang terpana nan terlena sindrom Bystander dan akhirnya terbangun total.

    Tadinya, saya hanya sesekali berdoa kepada Tuhan agar BadJa menang sembari terus update hari demi hari membaca segala tulisan di Seword.com dan Dennysiregar.com yang menyemangati saya untuk berdoa, berharap sambil tiarap agar BadJa menang

    Saya berasumsi bahwa di luar sana ada begitu banyak relawan dan simpatisan yang giat bekerja mati-matian untuk memenangkan BadJa.

    Saya menjadi terlena dan apatis karena saya berharap orang lain yang akan berusaha mati-matian untuk memenangkan BadJa, sementara saya tidak berupaya apa apa selain berdoa. Saya memandang rendah mengenai peran saya dan sebaliknya memandang besar peran orang lain dalam memenangkan BadJa. Apalah artinya satu fans hilang dari peredaran di barisan belakang, tidak berarti apa apa dibandingkan banyaknya militan di luar sana yang berjuang di medan pertempuran lini terdepan perang Pilkada ini.

    Bayangkan jika ratusan ribu pendukung BadJa juga berpikir sama seperti ini. Maka yang terjadi adalah efek Bystander, BadJa kalah, dan selama beberapa tahun ke depan, hanya tinggal penyesalan, rasa bersalah yang terus menghantui kita kemanapun kita pergi.

    Yang pro-BadJa akan bermimpi buruk bukan cuma semalaman, namun 24 jam selama 5 tahun. Dan yang paling buruk adalah, saya dan Anda juga turut andil secara tidak langsung dalam kekalahan ini, akibat keikutsertaan saya dalam aksi diam berpangku tangan kita selama ini.

    Catatan buat Anda yang masih belum ngeh tentang si Bystander.

    Intinya Efek Bystander ini adalah akibat dari menonton doang tanpa membantu. Untuk selanjutnya, Anda bisa mempelajari sendiri tentang Efek Bystander di google. Saya tidak ingin membahasnya di sini, karena jadi kepanjangan kalo saya bahas di sini. saya cuma ingin fokus pada tulisan tentang kalahnya BadJa akibat ulah si Bystander.

    Bagi yang hendak mengetahui lebih lanjut tentang efek Bystander ini, berikut ini link video yang bisa Anda tonton: https://www.youtube.com/watch?v=OSsPfbup0ac

    Saya berharap, semoga ada banyak orang yang juga tersentak membaca tulisan ini dan segera berbuat sesuatu melalui segala sesuatu yang mereka miliki agar BadJa menang.

    Telat bro.., elo kemana aja selama ini?

    Memang telat tapi setidaknya belum basi ini kan. Masih ada satu hari lagi  buat  berbuat sesuatu daripada cuma ngarep doang. Kagak ada usaha apapun buat nyelamatin Jakarta dari mara bahaya jika BadJa kalah.

    Saya sadar bahwa saya telat sadar dari ketidakpedulian saya. Namun saya juga sadar bahwa ketelat-sadaran saya ini jauh lebih baik dari pada tidak sadar-sadar sama sekali.

    So, apa yang harus saya lakukan?

    Stop dan sudahi Apatisme Anda. Saatnya kita bersama sama bahu-membahu berjuang memenangkan BadJa.

    Forward dan sebarkan artikel ini ke segala penjuru dan segala kontak yang Anda miliki, kapanpun dan dimanapun Anda berada, hingga pada hari H,

    Benar-benar pastikan dan siapkan segala sesuatu sehingga Anda dapat memilih dan mencoblos nomor 2 di TPS Anda tanpa ada masalah di lapangan. Dapatkan formulir C6 sebelum hari H dan jangan lupa dibawa ke TPS beserta bukti identitas lengkap Anda buat berjaga-jaga jika diperlukan.

    Berikut nomor-nomor yang bisa Anda hubungi jika ada masalah:
    Call Centre BADJA 02129808200
    Call Tim Sukses BADJA Bpk Putu Artha 08111041101
    Atau untuk lebih cepat lagi hubungi Call center per wilayah :
    a. Jakarta Pusat : 0812 9500 1120
    b. Jakarta Utara : 0812 9500 1130
    c. Jakarta Barat : 0812 9500 1140
    d. Jakarta Selatan : 0812 9500 1150
    e. Jakarta Timur : 0812 9500 1160
    f. Kep. Seribu : 0812 9500 1170

    Sedangkan untuk yang namanya tidak ada di daftar pemilih, ini pesan Ahok:
    “Hubungi staf saya Natanael 085216031888”

    Saat 19 April nanti, datangi dan awasi segala sesuatu di TPS. Usahakan datang duluan, pulang belakangan. Jadi Anda bisa mengawal dari awal mula acara hingga akhir penghitungan suara. Laporkan dan dokumentasikan jika ada yang mecurigakan dan segala bentuk intimidasi ataupun kecurangan.

    Dan akhirnya…
    Jika BadJa akhirnya tetap kalah juga, setidaknya tidak ada lagi penyesalan yang datang terlambat menghantui hari hari kita selama 5 tahun ke depan ini. at least, walau waktunya sangat terlambat, saya dan Anda sudah berusaha berbuat yang terbaik untuk kedua putra terbaik bangsa ini, sang BadJa, demi masa depan Jakarta, Ibu Kota NKRI. Nomor 2 harga mati untuk Jakarta.

    Ayo bung, ayo rek, mpok…
    Coblos Mata sipit Koh Ahok, atau Kumis lebat Pak Haji


    Penulis : Edy Lenc  Sumber : Seword.com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ini Sebabnya BadJa Gagal Menang Satu Putaran. Jangan Sampai Terulang Lagi! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top