728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 04 April 2017

    Gila ! Sandiaga Kok Mau Ngatur Debat KPU Seperti Debat Rossi Kemarin

    Sandiaga merasa akan jauh lebih tertib apabila jumlah penonton saat debat dibatasi. Beritanya adalah sebagai berikut:

        “Sangat-sangat tidak produktif kebanyakan penonton di dalam. Saya mengalami sendiri, di mana pendukung paslon itu panas, sampai harus ada Polwan yang membarikade. Saya kan di dalam, lihat sendiri. Tunjuk-tunjukkan. Juga setiap Mas Anies omong, ada penunjuk waktu di belakang itu ditutupin sama pendukung paslon,” kata Sandiaga di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

    Perkataan kedua

        “Banyak intimidasi (di panggung), saya mengalami tiga kali. Jadi saya bilang, yuk lebih beradab. Di budaya kita kan ada tabayun, ada mengungkapkan pendapat, budaya yang sangat bersahabat, rileks. Makanya saya salut banget kalau KPUD membatasi jumlah pendukung supaya yang menikmati (debat) itu bukan pendukung di situ, tapi pemirsa yang di rumah. Karena yang di situ sangat destruktif menurut saya,” katanya.

    Perkataan ketiga

        “Saya minta mungkin dibatasi hanya 30 orang, dari dewan pakar dan petinggi. Relawan nonton di rumah saja, supaya ekonomi kerakyatan di masing-masing rumah juga hadir,” ujarnya.

    Sandiaga Takut di Intimidasi? Menggangu Fokus?

    Coba mari kita lihat 3 hari yang lalu saat Sandiaga seharusnya hadir dalam debat di Kompas TV  alasan yang diucapkan Sandiaga bersama dengan Timsesnya sebagai berikut:

    Sandiaga:

    Sandiaga sempat menyinggung soal format debat Kompas TV. Sandiaga sebenarnya meminta tidak perlu menghadirkan pendukung. Ia khawatir ada saling ejek dan menimbulkan perpecahan. “Jadi saya bilang kenapa gak dibuat formatnya talk show. Kita duduk di sofa saya sama Pak Djarot bersahabat baik,” ujar Sandiaga.

    Tim Ses:

    “Di samping itu, tim Anies-Sandi menegaskan bahwa talkshow harus fokus pada adu gagasan, bukan adu sorak antar pendukung. Kami ingin dialog antar calon di TV bukan untuk memperuncing suasana tapi menjadi kesempatan untuk mendiskusikan program. Karena itu Tim Anies-Sandi meminta bahwa acara cukup dihadiri 30-50 undangan non pendukung paslon.

    Dan dengan alasan inilah salah satunya maka mereka Sandiaga dan Timses untuk tidak hadir dalam acara debat yang diselenggarakan oleh Kompas pada masa itu.

    Nah, Format seharusnya sudah diatur oleh KPU kemarin sudah saya bahas dalam artikel saya berikut ini  Ira Koesno Bakal Jadi Moderator, Formatnya Sudah di Atur, Sandiaga Jangan Minta TalkShow Lagi Ya

    Kalau menggingat sejarah seharusnya, debat resmi sudah berlangsung 2 kali, sedangkan debat tidak resmi sudah berlangsung beberapa kali di statisun televisi seperti Metro Tv, Kompas Tv, Net Tv  saat putaran pertama lalu. Tapi selama debat itu, tidak pernah ada keluhan atau keberatan dan permintaan untuk merubah acara susunan format menjadi talkshow atau lagi mengatur jumlah penontonnya.

    Kalau mendegar jawaban Sandiaga pada berita diatas dirinya mengatakan “Banyak intimidasi (di panggung), saya mengalami tiga kali”  Berarti disini terbaca kalau Sandiaga tidak merasa nyaman dengan adanya “Intimidasi” .

    Pertanyaannya apakah benar ada Intimidasi? Atau memang hanya perasaan Sandiaga saja karena memang dirinya yang harus tampil melawan “Perbedaan” ?

    Seharusnya walau ada “Perbedaan” hal tersebut harusnya tidak bisa dianggap sebagai Intimidasi, karena sebagai seorang tokoh, ujian dan cobaan itu pasti ada. Bukan menggangap sebagai intimidasi, harusnya hal itu dianggap sebagai motivasi untuk menunjukan kebenaran.

    Kalau memang “Benar” seharusnya tidak akan pernah takut “Menyuruakan Kebenaran ” Harusnya tidak akan pernah takut di intimidasi, karena apa yang disampaikan memang sesuai fakta.

    Nah beda memang kalau ceritanya adalah hayalan dan teori semata, yang belum tentu terbukti. Sangat wajar memang apabila merasa tidak nyaman dan “Takut” di intimidasi.

    Karena memang suatu kebohongan yang dipaksakan seolah-olah tidak bohong. ketika disanggah dengan kebenaran, terlebih mendapat sorakan. Akan membuat fokus jadi buyar, karena jelas dirinya sedang fokus mengarang kebohongan berikutnya, eh didesak dengan sorakan.

    Pertanyaannya sekarang adalah kok Sandiaga mau mengatur format debat kali ini? Padahal sebelumnya tidak pernah ada masalah. Kenapa dirinya sekarang merasa keberatan, padahal sudah pernah melewati debat-debat sebelumnya. Harusnya dia bisa lebih berkembang dan percaya diri melawan Intimidasi itu.

    Sangat disayangkan apabila permintaan ini dipenuhi, ini debat publik secara terbuka, ditonton warga Jakarta bahkan seluruh daerah di Indonesia.

    Sudah saya jelaskan sebelumnya, sorakan, hinaan, atau apapun yang berisik atau menggangu acaranya seharusnya semua itu bisa di atasi oleh moderator. Moderator berhak mengeluarkan peserta acara yang menggangu ketertiban acara. Sandiaga harusnya tidak perlu takut akan hal ini.

    Harusnya Sandiaga mencontoh pak Djarot, pak Djarot sudah mendapat perlakuan yang lebih luarbiasa dari sekedar Intimidasi, ingat kasus pak Djarot datang ke Haul Soeharto? Mendapat perlakuan apa dari para penghuni Bumi Datar? Sangat kasar bukan?

    Tapi pak Djarot dengan santai, menebar senyum dan nyaman saja. pasti didalam hati pak Djarot berkata: Saya memaafkan mereka, mereka itu tidak tau. mereka hanya di peralat oleh isu sehingga jadi kasar seperti itu.

    Nah Pak Djarot sudah di intimidasi seperti itu, tapi tetap toh berani tampil dalam debat? Tidak pernah takut di intimidasi balik oleh pasangan timses Anies-Sandi.

    Karena apa? Karena memang pak Djarot dengan Ahok, menyuarakan kebenaran, berkata yang realistis terhadap program, bukan sebuah karangan semata.


    Penulis :  Bani  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gila ! Sandiaga Kok Mau Ngatur Debat KPU Seperti Debat Rossi Kemarin Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top