728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 29 April 2017

    Geopolitik HTI dan Peran Bima Arya

    Video deklarasi dari sejumlah mahasiswa di Kampus IPB, Kota Bogor di bulan Januari 2017 sempat terlewatkan dari perhatian netizen. Hiruk-pikuk  kampanye PILKADA DKI Jakarta 2017 yang membahana seantero dunia mengalihkan pengamatan kita semua. Isu tentang bibit makar  oleh pendukung sistim pemerintahan Khilafah bukan sekedar omong-kosong di warung kopi, atau wacana tanpa isi.

    Kegiatan indoktrinasi  Khilafah   terus dihembuskan di berbagai kota, tercatat Kota Bogor adalah basis tidak resmi dari gerakan ini. Beberapa waktu lalu, Kepolisian telah membubarkan  kegiatan Hizbut Tahir Indonesia (HTI)  Internasional di Bogor.

    beritasatu.com

    Kepolisian Resor Kabupaten Bogor membatalkan acara Internasional Khilafah Forum 1438 yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Aula Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor.

    Apa kaitannya dengan Bima Arya, sang Walikota Bogor ?   Bima Arya pernah meresmikan kantor HTI di Kota Bogor, saat itu sejumlah kritik dari ormas NU Kota Bogor  menerpanya, namun secara terbukan  BIma Arya membantah lewat Surat Terbuka ke berbagai media :


    Aww wr.wb, Salam Sejahtera.


        Soal kedatangan saya menghadiri undangan HTI Bogor, ada beberapa pertanyaan di media sosial dan grup-grup chat, kenapa datang?

        Bagi saya, pemimpin harus mengayomi dan merawat silaturahmi. Perbedaan keyakinan, agama, cara pandang, politik, tak boleh jadi hambatan untuk silaturahmi. Saya berbeda pendapat dengan kawan-kawan Hizbut Tahrir Indonesia, termasuk soal Khilafah serta cara pandang terhadap agama dan negara. Saya banyak tidak sependapat dengan konsep manifesto Khilafah Hizbut Tahrir. Ini sy sampaikan secara terbuka di hadapan orang banyak dalam acara Hizbut Tahrir, pada 8 Februari 2016 di Bogor.

        Bagi saya, Bima Arya, NKRI, Pancasila sudah final, ini harga mati, dan pendirian saya soal ini tidak akan berubah sampai kapanpun. Saya juga tidak setuju dengan kelompok-kelompok yang mencoba-coba memecah-mecah NKRI, mengganti Pancasila, sampai kapanpun.

        Tapi saya lihat, ada juga persamaan semangat soal melihat musuh bersama seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, HIV AIDS, kriminalitas, dll. Saya mengajak HTI untuk fokus pada program penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat , karena pada aspek ideologi sudah selesai, pancasila dan NKRI harga mati.

        Pekerjaan rumah kita meringankan beban masyarakat belum tuntas kita kerjakan. Perbedaan adalah keniscayaan. Tapi kebersamaan harus diperjuangkan. Kita masih harus terus belajar dari pendiri bangsa ini untuk mengelola perbedaan, dan mengedepankan kebersamaan, karena pemerintah tidak bisa sendiri menyelesaikan persoalan.

        Saya berterima kasih atas kritik dan koreksi yang disampaikan pada saya, saya percaya, ini bagian dari proses dialektika menuju Indonesia yang lebih maju.

        Salam hormat dari saya,

    sumber 1

    Bahkan senior dan deklarator  Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha turut mengkritik langkah  BIma Arya,

    “HTI ini organisasi yang memang tak meggunakan kekerasan tapi mempunyai cita-cita membentuk suatu khilafah. Mereka tidak tidak mengakui bentuk atau negara di luar khilafah,” kata Abdillah Toha kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.

    Apakah benar bahwa  Bima Arya bukan penyokong dari HTI ? Di beberapa media massa, Politisi PAN ini menegaskan bahwa dirinya berkomitmen terhadap NKRI

    “Saya berbeda pendapat dengan kawan-kawan HTI, termasuk soal khalafah serta cara pandang terhadap agama dan negara. Saya banyak tidak sependapat dengan konsep manifesto khilafah hizbut tahrir,” kilahnya, Kamis (11/2).

    sumber 3

    Dari sejumlah pernyataan – pernyataan di media massa tentang pembelaan tuduhan sebagai penyokong HTI, ada sebuah logika yang sengaja disesatkan (fallacy)   Bima Arya kepada publik. Dimana antara tindakan dan pernyataan tidak solid, tidak sesuai (ambigu). Sikap mendua ini tercermin dalam pernyataannya lewat  Surat Terbuka  Bima Arya

        “Tapi saya lihat, ada juga persamaan semangat soal melihat musuh bersama seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, HIV AIDS, kriminalitas, dll. Saya mengajak HTI untuk fokus pada program penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat , karena pada aspek ideologi sudah selesai, pancasila dan NKRI harga mati.”

    Bisa dikatakan   Bima Arya  bersikap abu – abu, satu sisi tidak sepaham dengan doktrin HTI tentang negara Khilafah, namun pada sisi lainnya secara simbolis merestui kegiatan di wilayahnya. Dengan dalil – dalil  kesamaan isu yang diperjuangkan oleh HTI dan pemerintah,  Bima Arya secara eksplisit mendukung aktivitas sosial HTI. Apakah  Bima Arya  pura – pura tidak tahu, atau tahu tapi  mendiamkan  kegiatan sosial HTI di wilayahnya hanya kedok penyebaran doktrin Khilafah ?

    Lalu dimana logika hubungan  Bima Arya dan  HTI ?

    Isu – isu yang berkembang, naiknya  Bima Arya sebagai Walikota Bogor, HTI turut memberikan sumbangsih cukup besar dalam penggalangan suara kemenangannya. Lewat  Bima Arya,  HTI memainkan geopolitik (seperti Amerika Serikat membangun pangkalan militer di wilayah tertentu untuk kesiagaan perang) dengan menguasai Kota Bogor dan sekitarnya sebagai basis massa tak resmi. Warga Bogor dan sekitarnya adalah warga yang mempunyai sikap religius yang tinggi. Dengan mudah, HTI menarik massa, membina kader, jaringan dan membangun basis massa.

    Posisi Bogor yang tidak jauh dari Ibu Kota RI, Jakarta memudahkan mobilisasi massa ke Jakarta dengan memanfaatkan jalur Kereta Api,  Commuter Line yang menghubungkan Bogor – Jakarta dengan frekuensi tinggi. Bila kita amati pergerakan massa pendukung demonstrasi Al Maidah dan aksi demo sejenis berasal wilayah  Kota Bogor  dan sepanjang jalur Commuter Line  Bogor – Jakarta

    Ketika Raja Mataram, Sultan Agung berperang untuk menaklukan Kota Jayakarta, ia membangun pos – pos  logistik di wilayah sekitar Jayakarta. Pos – pos ini yang memasok makanan dan senjata untuk  pasukan  Sultan Agung yang berperang di Jayakarta (sekarang Jakarta, Ibu Kota RI).


    Penulis : Sigit Budi  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Geopolitik HTI dan Peran Bima Arya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top