728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    Gara-gara Pak Jokowi, Aku Jadi Nonton Film Danur

    Sebagai orang nomer satu di negeri ini, apapun yang dilakukan oleh presiden Joko Widodo, selalu berhasil mencuri perhatian. Apa yang beliau lakukan untuk merayakan hari film nasional di akhir bulan Maret lalu, lagi-lagi membuat sejumlah masyarakat terhenyak. Satu perbuatan nyata yang bisa dilakukan untuk merayakan hari film nasional tersebut, ya tentu saja dengan menonton film-film produksi dalam negeri. Dan itu coba ditunjukkan oleh Pak Jokowi.

    Sepekan yang lalu, sebuah kabar muncul dari presiden Jokowi. Kali ini bukan tentang aksi blusukannya di berbagai sudut negeri. Melainkan aktivitas lainnya. Di hari Minggu yang lalu, tepatnya pada 2 April, Pak Jokowi kembali menyambangi bioskop. Kalau ke bioskop, sudah pasti tujuannya untuk menonton film lah, ya?! Ya, presiden yang satu ini memang sudah beberapa kali mengisi waktu senggangnya dengan menonton di bioskop.

    Momen hari film nasional (30 Maret) yang baru saja berlalu, barangkali tidak dilewatkan begitu saja oleh Pak Jokowi. Namanya juga seorang presiden. Segala apapun yang dilakukan, pasti tak luput dari perhatian khalayak. Termasuk dengan aksinya yang kali ini kembali menyambangi bioskop untuk menonton salah satu film yang sedang naik tayang.

    Ada sejumlah film layar lebar yang sedang ditayangkan oleh bioskop di tanah air. Salah satunya adalah film impor produksi Disney: Beauty and The Beast. Barangkali sebagian besar dari kita, tidak segan-segan akan memilih film ini untuk ditonton di saat longgar atau di akhir pekan. Mengingat kisah klasik dalam beauty and the beast seolah tak akan usang oleh jalannya waktu. Apalagi pemeran utamanya adalah Emma Watson. Seorang aktris yang familiar lantaran perannya sebagai Hermione di film-film Harry Potter.

    Namun tidak dengan Pak Jokowi. Beliau tetap konsisten untuk menonton film-film lokal. Apalagi dengan momen hari film nasional yang baru saja diperingati. Lalu, setelah film Cek Toko Sebelah dan Security Ugal-ugalan, film apakah yang ‘beruntung’ dipilih untuk ditonton oleh pak presiden…? Film itu adalah DANUR.

    Waooww…, cuma ini respon awalku begitu mendengar kalau Pak Jokowi menonton film Danur. Mungkin beberapa dari kalian belum begitu tahu, film seperti apakah Danur tersebut. Danur adalah film bergenre horor. Iya…, horor?! Dan rupanya, Pak Jokowi punya cukup nyali, untuk menonton film berjenis horor seperti Danur ini, hehehee

    Prilly Latuconsina, pemeran utama di film DANUR. Source: tribunnews.com

    Bagiku pribadi, tidak ada yang salah dengan pilihan Pak Jokowi itu. Setelah sebelumnya nyaris selalu menonton film-film bergenre komedi, barangkali Pak Jokowi ingin merasakan sensasi yang lainnya. Selama beliau memang punya cukup keberanian untuk menonton film horor, ya monggo. Toh, itu cuma sekadar film. Tetapi satu yang pasti. Film Danur adalah film produksi dalam negeri. Jadi barangkali, Danur adalah film lokal yang paling menarik perhatian Pak Jokowi, di masa sekitar peringatan hari film nasional seminggu yang lalu.



    Kamu Berani Menonton Film DANUR…?

    Aku pribadi adalah orang yang selektif dalam memilih film yang hendak ditonton di bioskop. Selain karena harus ngeluarin duit untuk sekadar nonton, film yang kutonton di bioskop itu, harus mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku. Karena percuma saja, sudah mahal-mahal beli tiketnya, ehh…, filmnya jelek. Jadi, ketika ada film yang sedang naik tayang, aku akan mencari info sebanyak-banyaknya mengenai film yang bersangkutan. Kalau film tersebut rasanya cukup menarik, maka aku tak segan untuk merogoh kocek dan menonton di bioskop.

    Kecuali untuk film bergenre horor. No way…! Jujur, aku bukanlah orang yang cukup bernyali untuk bersahabat dengan film-film horor. Bahkan kalau ditraktir oleh kawan sekalipun, aku bakal menggeleng keras-keras, hahaa. Namun apa yang dilakukan Pak Jokowi minggu lalu, telah membuyarkan prinsipku tersebut.

        Dengan memberanikan diri, aku ‘memaksa’ diriku untuk menonton film horor berjudul DANUR di bioskop…

    Danur adalah sebuah film berjenis horor yang mulai tayang di bioskop sejak 30 Maret barusan. Ada beberapa hal yang membuatku akhirnya sudi untuk menonton film horor di bioskop. Satu alasan utama adalah: karena Pak Jokowi telah berhasil ‘menghasutku’

    Ya, bagaimana tidak…? Kalau bukan karena Pak Jokowi menonton Danur di sebuah bioskop di Cibinong sepekan yang lalu, aku tidak akan terprovokasi untuk melakukan hal serupa. Ketika pak presiden memutuskan untuk menonton Danur, menurutku ada sesuatu yang berbeda, yang dipunyai oleh film ini.

    Oleh sebab itulah, aku akhirnya memberanikan diri untuk ‘melanggar’ komitmenku, hahaha. Dengan beberapa kawan, akhirnya aku menonton Danur di sebuah bioskop, dua hari yang lalu. Benar, selain karena terprovokasi oleh aksi Pak Jokowi yang telah menonton Danur, alasan lainnya karena ada teman-teman yang juga penasaran dengan film horor yang satu ini.

    Sebelum menonton filmnya, aku sempat googling serba-serbi terkait film ini. Rupanya, film ini diangkat dari novel berjudul serupa, karya Risa Saraswati. Wouuww…, mendengar seorang Risa Saraswati, aku sempat bergidik sendiri. Dia adalah seorang penulis spesialis cerita-cerita misteri. Risa adalah seseorang yang mendapat sebuah keistimewaan dari Tuhan, yakni mempunyai indera keenam. Jadi…, kamu sudah tahu kemana arahnya paragraf ini. Maka dari itulah, aku akhiri saja paragraf ini, hihii.

    Tidak hanya terkait novel sekaligus penulis yang menjadi sumber inspirasi dari film horor ini. Pemeran utamanya, adalah seorang aktris yang saat ini sedang booming. Dialah Prilly Latuconsina. Seorang aktris yang populer lewat perannya di sinetron Ganteng-ganteng Serigala. Ya, harus kuakui. Sosok Prilly inilah, yang menjadi salah satu alasan kuatku untuk memutuskan menonton Danur. Karena aku ingin tahu, seperti apa akting Prilly dalam film bergenre misteri semacam itu.

    Sepertinya tidak bakal seru, kalau aku menceritakan jalan ceritanya Danur, dari awal sampai akhir. Aku cuma malas saja, untuk menceritakan secara detil jalan cerita filmnya, hahaa. Karena harus mengingat-ingat sebagian besar adegan di film ini, yang mana tentu saja adalah adegan horor khas film-film misteri. Jadi, kalau kamu mau mengetahui seperti apa Danur yang sudah ditonton oleh Pak Jokowi ini, segeralah ke bioskop. Tapi ini bukan spoiler ya

    Intinya sih, satu pesan yang kutangkap dari Danur adalah, jangan sampai orangtua menyia-nyiakan waktu bersama sang buah hati. Apalagi jika buah hati tersebut sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi, ketika seorang anak sedang dalam masa tumbuh kembang, seyogianya kedua orangtua menemani dan membimbing si anak. Agar si anak tidak kehilangan figur orangtua, dan si anak tidak sekalipun merasa kesepian.

    Untuk pengemasan sebuah film, kurasa Danur sudah berhasil menahbiskan dirinya sebagai satu film bergenre misteri. Setting rumah yang terasa suram, suwung kalau kata orang Jawa. Tata cahaya yang mendukung, dan suasana latar yang suram dan menambah kesan mencekam. Untuk urusan musik pengiring atau scoring, kuacungi jempol! Danur mempunyai musik latar yang sungguh mendukung setiap jalannya adegan yang diceritakan.

    Bagaimana dengan para pemerannya…? Sebagai pemeran utama, bagiku Prilly sudah cukup mampu membawakan tokoh utama yang bernama Risa. Prilly mampu melepaskan bayang-bayangnya sebagai artis idola remaja yang terkenal fun, lucu, dan centil. Di Danur, Prilly berubah menjadi sosok Risa yang selalu merasa ‘awas’, dengan keadaan di sekelilingnya.

    Shareefa Daanish. Source: detik.com


    Tapi selain akting dari Prilly, aku memberi satu penghargaan khusus untuk satu aktris pemeran pendamping: Shareefa Daanish. Di Danur, Shareefa berperan sebagai Asih. Seorang tokoh yang diceritakan sebagai hantu antagonis. Sudah hantu, antagonis lagi…?! Bagiku, akting Shareefa amatlah top markotop! She deserved to get an award this year!

    Ada yang menarik dari Danur. Jangan dikira bila film ini adalah horor, maka ceceran darah akan menyebar dimana-mana. Tidak! Danur nyaris tidak dihiasi dengan adegan yang bersimbah-simbah dengan darah. Jadi, kekuatan dari Danur terletak pada jalan cerita yang lumayan sip. Kemudian musik latar yang terdengar pas. Ditambah akting para aktornya yang cukup mampu mengaduk-aduk nyali para penonton.

    Selain tokoh Asih yang merupakan antagonis, ada tiga tokoh hantu lainnya. Mereka adalah Peter, William, dan Janshen. Ketiga hantu ini diceritakan adalah ‘teman’ dari Risa. Jadi, tiga hantu ini bisa dibilang sebagai hantu yang baik. Asal kamu tahu, novel Danur yang ditulis oleh Risa Saraswati adalah novel berdasar kisah nyata. Dan ketiga tokoh diatas adalah sosok ‘hantu’ yang dikala hidupnya adalah anak-anak pada zaman kolonial Belanda. Weeww…

    Oh ya. Satu yang membanggakan dari film Danur. Berdasarkan data jumlah penonton bioskop dari laman ini, Danur telah melesat menjadi film lokal terlaris kedua di tahun ini. Dan jumlah ini bisa jadi akan semakin bertambah. Mengingat Danur yang baru sepekan nangkring di bioskop. Apalagi salah satu target segmen dari Danur adalah usia remaja. Para ababil (abg labil) yang menggandrungi sosok Prilly Latuconsina.

    Prilly Latuconsina. Source: tribunnews.com


    Kamu berani menonton Danur…? Pak Jokowi aja berani…?!



    Penulis : Johar Dwiaji Putra Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gara-gara Pak Jokowi, Aku Jadi Nonton Film Danur Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top