728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 11 April 2017

    Gara-gara JK dan Ketum PAN, Zakir Naik Merusak Kebhinekaan di Indonesia

    Saya tidak habis pikir dengan sikap Wapres Jusuf Kalla dan Ketum PAN Zulkifli Hasan yang mengizinkan ulama intoleran asing untuk berdakwah di Indonesia.
    Wapres Jusuf Kalla dan Ketum PAN Zulkifli Hasan apakah tidak tahu jika ulama asli Indonesia itu lebih hebat dibandingkan dengan ulama asing yang intoleran itu? Saya kira ini adalah sebuah unsur kesengajaan yang dibuat oleh JK dan ZH untuk memecah belah kerukunan antar umat beragama. Tentunya ada kepentingan politik menjelang tanggal 19 April 2019 nanti.

    Sebab kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia itu sangat merugikan untuk negara, termasuk menyingung soal pilihan politik. Ceramahnya yang kontroversial itu selain menyinggung umat beragama lain juga menyinggung umat sesama muslim yang moderat. Kaum bumi datar pun kegirangan mendengarkan ceramah Dr Zakir Naik yang sangat dan sangat provokatif itu. Anies Sandi pun bergemberia ria, seperti habis dapat angin segar dari langit.

    Dr Zakir Naik dusambut Ketua MPR Zulkufli Hasan

    Zulkifli Hasan Menyambut Zakir Naik

    Sebelum resmi memberikan dakwah provokatif, Dr Zakir Naik sempat berfoto bertemu dengan JK di Istana Wakil Presiden. Hal itu menunjukkan bahwa kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia sudah diamini oleh Wapres Jusuf Kalla. Kemudian Dr Zakir Naik juga bertemu dengan pendakwah Arifin Ilham, yang notabennya Arifin Ilham merupakan pendukungan pasangan Anies Sandi.

    Kemudian setelah itu Dr Zakir Naik juga disambut hangat oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan bak kepala negara. Ini sudah cukup membuktikan bahwa kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia di dukung penuh oleh dua petinggi negara tersebut (JK dan ZH).

    Bisa jadi JK dan ZH sudah tidak percaya lagi dengan kualitas ceramah ulama asli Indonesia, yang lebih moderat dan membawa kesejukkan untuk NKRI.

    Dampak yang buruk

    Ceramah Dr Zakir Naik itu pun memberikan dampak yang tidak baik untuk keberlangsungan khebinekaan di Indonesia. Kaum intoleran akan semakin melonjak, mengkafirkan sana sini.
    Padahal akhir-akhir ini kita semua tahu, bahwa Indonesia sedang darurat radikalisme, eh malah pimpinan negara mendatangkan sumbernya sumber paham ekstrime radikal. Ini sungguh sangat mengerikan. Semoga saja Pak JK dan Pak ZH sadar bahwa keputusannya mendatangkan Zakir Naik ulama intoleran adalah salah besar.

    Kepada Pak JK dan Pak ZH Indonesia tak butuh ulama intoleran macam Zakir Naik. 

    Ditolak di Negaranya sendiri, diterima di Indonesia, Aneh!

    Salah satu sisi kontroversial dari Zakir Naik adalah beliau merupakan buronan interpol India. Zakir Naik menjadi buronan di negara sendiri. Badan investigasi nasional India khusus penanganan terorisme, National Investigation Agency (NIA), kembali melayangkan panggilan kepada pendakwah internasional, Dr. Zakir Naik. Lembaga yang dibentuk pemerintah India tersebut meminta agar Zakir Naik datang ke India sebelum 17 April mendatang

    Zakir Naik memang kerap diserang, termasuk tuduhan terorisme. Pemanggilan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam satu bulan terakhir. Namun, Zakir Naik tidak pernah bersedia untuk datang ke India. Sebelumnya, pendakwah yang tengah berada di Indonesia itu juga pernah dipanggil pada 14 Maret dan 30 Maret 2017.

    Seperti dilansir dari timesofindia, Selasa (4/4), seorang sumber mengatakan bahwa pengadilan India akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Zakir Zakir jika ia tidak datang dalam pemanggilan kali ini. Pemanggilan ini dilakukan lantaran Zakir Naik tengah diselidiki oleh NIA atas dugaan penyebaran ujaran kebencian terhadap suatu kelompok tertentu dan menghasut orang lain melalui pidato-pidatonya untuk melakukan tindakan teror.

    Tak berhenti di situ, yayasan yang didirikan Zakir Naik juga dipersoalkan dengan dugaan didanai oleh tersangka teror. Selama 10 bulan terakhir, sebelum datang ke Indonesia, Zakir disebut tinggal di Arab Saudi. NIA telah memeriksa 20 rekan kerja dan karyawan Zakir selama beberapa bulan terakhir tentang usaha bisnisnya, properti, dan dana dari luar negeri.

    Dalam pemanggilan kali ini, Zakir Naik mengisyaratkan bersedia untuk diperiksa melalui konferensi video. Namun, NIA menolak. Para pejabat India mengatakan bahwa Zakir Naik harus datang ke India sehingga jika terbukti bisa langsung ditangkap dan langsung diproklamirkan.

    Zakir Naik Ancaman bagi kemanan nasional

    Kelompok Hak Asasi Manusia India, Hindraf, menilai ceramah Zakir Naik di Indonesia membuktikan apa yang mereka khawatirkan sebelumnya. Zakir Naik adalah ancaman bagi keamanan nasional dan ketertiban publik.

    “Zakir Naik merupakan ancaman bagi keamanan nasional, ketertiban publik, moral serta perdamaian multi rasial Malaysia,” ujar pemimpin Hindraf, P Waythamoorthy seperti dikutip Free Malaysian Today, kemarin.
    Zakir Naik berceramah di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung pada 2 April lalu. Dalam ceramahnya, Zakir mengatakan, Muslim sejatinya memilih pemimpin seiman daripada non-Muslim.

    “Jika Anda memiliki dua pilihan yang beriman dan bukan, jangan cari yang tak beriman. Jika Anda melakukan itu makan akan kehilangan bantuan dari Allah,” ujarnya menanggapi pertanyaan audiens.
    Dalam suratnya ke Dewan Rakyat, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, imigrasi Malaysia tak akan melarang Zakir Naik masuk ke negara itu selama tidak melanggar hukum.

    Ia pun menekankan Zakir Naik tidak masuk dalam daftar teroris Resolusi Dewan Keamanan PBB 1988 dan 1267. Otoritas India sedang mengincar Zakir Naik terkait dengan pernyataan yang dianggap provokatif dan memicu aksi teroris. Zakir Naik juga dituding menerima uang secara ilegal dari luar negeri.

    Investigator India meminta Zakir Naik untuk pulang ke India bulan ini guna memberi keterangan. Zakir Naik berulangkali membantah terlibat dalam aksi terorisme. Ia menilai pernyataannya banyak yang dipelintir.  Hindustan Times melaporkan tahun lalu jika Zakir Naik memiliki kewarganegaraan ganda Malaysia-India.
    Sumber Republika dot co dot id

    Penulis : Saeun Muarif  Sumber : Seword .com


    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Gara-gara JK dan Ketum PAN, Zakir Naik Merusak Kebhinekaan di Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top