728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 30 April 2017

    Dua Korban Aksi Bela Islam, Anies-Sandi Wajib Berikan Program OK OCE

    Ada yang menarik dalam Aksi Bela Islam yang dilakukan oleh beberapa golongan. Aksi yang menggunakan aksi cantik itu ternyata telah memakan dua orang korban. Di antaranya, Buni Yani dan Ardian Syaf.

    Dalam berita yang dilanisir di tribunnews.com, Sabtu (29/4/2017), tersangka penyebaran penghasutan bernada SARA, Buni Yani menyalahkan buzzer Ahok atas perubahan nasib yang terjadi pada dirinya saat ini. Saat ini, Buni Yani harus kehilangan pekerjaannya dan pendidikan.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Buni dipaksa untuk mengundurkan diri dari perguruan tinggi swasta tempatnya mengajar. Bahkan studi S3 yang ditempuhnya di Leiden, Belanda juga terhenti.

    Hingga, kini Buni Yani belum mendapat pekerjaan pengganti. Peristiwa yang menimpa Buni ini juga berimbas pada kehidupan anggota keluarganya. Status tersangka yang kini melekat padanya bukanlah karena video yang diunggahnya.

    Melainkan karena caption yang ditulis dalam status Facebook yang diunggahnya. Namun, Buni Yani menilai jika alasan caption itu hanyalah upaya mencari-cari kesalahan yang dilakukan beberapa pihak kepadanya.

    ”Saya dituduh mengedit, mengubah isi pidato pak gubernur. Saya tidak bodoh karena saya mengajar mata kuliah Indonesia Communication System’selama dua semester. Saya sudah khatam membaca Undang-Undang ITE. Itu yang saya ajarkan kepada mahasiwa,” ucap Buni.

    Dalam pengakuannya, dia tidak memotong video. Karena sejak awal dia tidak punya alat dan software untuk mengubahnya. Bahkan dia menegaskan, dia bukan editor.  Saya melihat ada kelucuan dari ucapan Buni Yani yang menyalahkan Buzzer Ahok, amatlah keliru. Apalagi, Buni Yani merupakan seorang dosen. Amat tidak mencerminkan sebagai seorang yang bijak.

    Di sisi lain, sosok Ardian Syaf belakangan santer dibicarakan. Sebab, Ardian Syaf tiba-tiba diputus kontrak oleh Marvel. Komikus asal Tulungagung yang mendunia ini tengah menuai pro dan kontra atas karyanya dalam komik X-Men Gold #1, yang memuat unsur aksi 212 dan surat Al-Maidah 51.

    Unsur-unsur itu tampak di gedung yang bertulis 212 dalam adegan figur Kitty Pryde. Sedangkan satu bagian lagi terlihat pada kaus karakter Colossus–dengan tulisan QS 05:51. Gambar itu bikin heboh karena situasi politik yang tengah memanas jelang pemilihan Gubernur Jakarta. Padahal, ketika diluncurkan hari Rabu (5/4/2017), komik itu justru dapat respons positif di beberapa negara, termasuk Amerika. Bahkan didapuk sebagai comic of the week.

    Ternyata, Ardian Syaf mengikutu aksi damai 212. Baginya, aksi tersebut sangat berkesan. Ardian menyisipkan simbol tersebut merupakan inisiatif dan keinginannya. Diakui olehnya, sejak dulu sering iseng memasukkan hal yang berkesan. Begitu juga, saat memasukkan tokoh Jokowi ke dalam komik edisi Batman. Saat itu, Jokowi adalah calon Gubernur Jakarta.

    Dia mengungkapkan, dengan simbol 212 dan QS 05:51, dia menegaskan tidak terseret dalam pusaran politik Jakarta. Keikutsertaannya dirinya dalam aksi tersebut hanya berlandaskan agama. Sebagai muslim, dia terpanggil dan wajar juga kalau ikut salat jemaah di masjid atau pengajian.

    Dia mengungkapkan, sehari setelah pemutusan kontrak, dia mengikuti pengajian di Masjid Ampel Surabaya. Ada kawan yang kemudian mengantarkannya kepada Habib Rizieq. Di mana kebetulan juga sedang di Surabaya. Sebagai pengagum gerakan 212, saya juga mengagumi beliau.

    Menurutnya, Rizieq mengetahui masalah yang hari ini menimpanya. Bahkan, Rizieq memberi nasihat untuk bertawakal. Dia bilang, pengorbanan yang saya alami, termasuk kehilangan materi ini, akan dapat ganjaran dari Allah.

    Bagi saya ini sangat cukup lucu. Penguatan pemahaman agama ternyata hanya berdasarkan ketika dirinya sedang tertimpa masalah atau sedang galau. Begitu juga dengan Buni Yani, dia saat ini seakan menjadi sangat dekat dengan Tuhan dan Riqiez. Hal ini malah membuat orang-orang banyak yang menjadi so religius.

    Lebih dari itu, terutama orang-orang telah ‘rela berkorban’ tersebut harus pula mendapatkan pekerjaan yang layak kembali. Diberikannya pekerjaan yang layak ini, harus juga dijamin oleh geng politik pendukung Anies-Sandi. Setidaknya, Buni Yani dan Ardian Syaf ini harus diberikan program OK OCE.

    Setidaknya, jika program tersebut tidak bisa mensejahterakan seluruh masyarakat Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, minimalnya bisa mensejahterakan pendukungnya. Terutama kepada orang-orang yang telah kehilangan pekerjaan. Sehingga, klaim Anies-Sandi tentang kesejahteraan warga DKI Jakarta pada 2019 bisa membawa angin segar bagi Prabowo untuk menjadi calon Presiden Indonesia 2019


    Penulis : Nurdiani Latifah  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dua Korban Aksi Bela Islam, Anies-Sandi Wajib Berikan Program OK OCE Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top