728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    DPRD dari PKS Dijemput Densus, Pantas Saja Jonru dkk Berteriak Saat Teroris Tertangkap

    Setiap ada pelaku aksi teror di Indonesia yang tertangkap, pasti ada kaum bumi datar yang berteriak-teriak konspirasi, pengalihan isu dan lain-lain. Dari sekian banyak orang yang berteriak-teriak konpisrasi tersebut, tidak ketinggalan simpatisan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan beberapa simpatisan ormas RASIS yang tidak menyetujui akan demokrasi, pancasila, serta tidak menghargai atau benci kebhinekaan.

    Mengapa saya berani vulgar mengatakan hal tersebut? Karena hal tersebut bukanlah rahasia lagi, dan semua orang dengan mudah mengetahuinya dari propaganda yang dilakukannya di media sosial. Salah satu contoh dari simpatisan PKS yang sering meneriakan itu adalah Jonru.

    Saat terjadi aksi teror di Thamrin, hampir semua orang memberi apresiasi terhadap kerja kepolisian, tetapi tidak seperti simpatisan PKS yang dikenal sangat membenci Jokowi dan Ahok, yaitu Jonru Ukur Ginting. Sebenarnya, tidak hanya Jonru, simpatisan dari PKS yang suka membicarakan konspirasi ala film Bollywood, tetapi karena yang lumayan terkenal adalah Jonru, maka saya memberi contohnya Jonru.

    Jonru menulis status di Facebook terkait aksi teror di Thamrin, dengan gaya bahasa yang sudah tidak asing, yaitu dengan gaya yang sok intelijen dan nyinyir.

    Postingan itu diberi judul IRONI DENSUS 88 dan diunggah Jumat (15/1/2016) siang. Tulisan itu membandingan serangan teror jika dimulai dari Muslim dan yang ada di Bom Sarinah.

    “Terorisnya sudah terbukti, aksinya terekam oleh berbagai macam gambar dan video, beredar di mana-mana, wajahnya bisa dengan mudah dikenali. Tapi eh tapi… di mana Densus 88 berada?” tulisnya.
    Sementara menurutnya, ketika berpenampilan layaknya muslim, maka Densus 88 dengan sigap datang dan siap melakukan antisipasi. “Bahkan SALAH TANGKAP pun sering terjadi,” katanya.


    Selain mengomentari bom Thamrin, Jonru juga mengomentari bom panci. Dengan gaya nyirnyir, dia menuliskan sebuah posting di facebook disertai dengan sebuah gambar berita  yang di cuitkan oleh akun twitter divisi humas polri dengan judul  Hanya 2 Jam Densus 88 Lumpuhkan Teroris Cicendo Bandung, Raja Arab Makin Pecaya Keamanan Indonesia. Jonru menulis” Dear Pak Polisi, Mohon maaf sebesar-besarnya. Membaca judul berita ini, saya kok jadi tersenyum geli ya?”


    Yang tentu saja postingan tersebut mendapatkan “tepuk tangan” yang meriah dari para pengikutnya di bumi datar. Walaupun ada beberapa penghuni bumi bulat yang tidak terdeteksi oleh aksi blokirnya mengomentari dengan pedas ” lebih geli lagi klo( kalo) bom pancinya pas di mulut anda dan Jonru. Pasti yg ( yang ) lain tepuk tangan”. Tulis sebuah akun atas nama Moch Nuriadi mengkomentari salah satu pengikut Jonru yang bersorak-sorak bahagia akibat nyinyiran Jonru.



    Jika Jonru dianggap tidak mewakili PKS, kemarin pada pada hari Sabtu, tanggal 8 April 2017, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan Muhammad Nadir Umar yang merupakan politisi asal PKS mendadak diamankan oleh Densus 88.
    Dia dijemput tim Densus 88 Antiteror di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 15.21 WIB.
    Muhammad Nadir Umar diamankan setelah turun dari pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur – Surabaya dengan nomor penerbangan XT 327.
    Menurut laporan yang dilansir laman Tribun Jatim dan Tribun Medan, Umar dijemput tim anti teror Densus 88 karena terkait ISIS.
    Kepasrahan Umar saat ditangkap, sudah menunjukkan, bahwa dia sudah mengetahui konsekuensi yang akan diterima akibat terlibat dalam kegiatan terorisme, seperti yang ditulis laman Tribun Medan ” “Tidak ada perlawanan atau tindakan yang memicu keramaian. proses penangkapannya biasa-biasa saja seperti orang pasrah,”
    Keterangan bahwa Muhammad Nadir Umar yang merupakan anggota Komisi IV dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipertegas oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan. Dion, sapaan akrab Sudiono Fauzan mengatakan, bahwa kepergian Umar ke Kuala Lumpur tidak terkait dari Dinas.
    Selain gelagat para simpatisan dan bahkan saat ini secara nyata kader PKS juga terkait pendukung aksi teror, tentu saja Hitbuz Tahrir Indonesia (HTI) juga perlu dievaluasi. Selain HTI yang terang-terangan menolak demokrasi, pancasila dan UUD 45, organisasi tersebut secara terang-terangan juga mempropagandakan khilafah. Dan seperti simpatisan PKS yang diwakili oleh Jonru, simpatisan khilafah juga suka nyinyir terkait penangkapan teroris.
    Sambil minum susu dan makan pop corn, mari kita tunggu cerita konspirasi apa yang akan dimunculkan oleh Jonru dkk, jangan lupa, minum susunya ojo kesusu, nanti tersedak.


    Penulis : Cak Anton  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: DPRD dari PKS Dijemput Densus, Pantas Saja Jonru dkk Berteriak Saat Teroris Tertangkap Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top