728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Dipecat Malah Bersyukur, Ahmad Ishomuddin Menampar Keras Wajah MUI

    Apa itu MUI? Kepanjangannya kita semua tahu, Majelis Ulama Indonesia. Tapi MUI itu struktur organisasinya bagaimana? Apakah dia ormas? Tapi kan mendapatkan dana dari APBN. Tapi MUI bukan organisasi pemerintah juga. Jadi MUI itu apa dong?

    MUI mengurus sertifikasi halal, tapi tidak termasuk BPOM yang lebih mampu mengecek soal obat dan makanan. MUI ini memang organisasi yang sulit untuk dijelaskan. Bahkan sekarang menjelma menjadi kendaraan politik.

    Nah, sekarang Ahmad Ishomuddin yang menjadi saksi ahli di sidang Ahok pun bersyukur dirinya dipecat dari MUI. Jelas bahwa dirinya dipecat karena tidak menyerang Ahok. Mendukung Ahok itu pasti dibenci kaum bumi datar. Muslim tulen saja bisa dituduh macam-macam.

    “Apabila saya diberhentikan (dari keanggotaan MUI), saya bersyukur kepada Allah SWT, terimakasih kepada orang MUI. Karena jabatan bukan segalanya bagi saya,” kata Ishomuddin. Ishomuddin sendiri merupakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

    Ishomuddin tidak rugi apapun. MUI sekarang sudah aneh-aneh, mengeluarkan fatwa Ahok menistakan ulama padahal itu hanya dari video editan. Rugi apa keluar dari organisasi seperti MUI? Dibenci umat Islam? Kaum bumi datar pasti membenci dirinya, tapi kaum yang waras pasti memuji Ishomuddin.

    Menurut Ishomuddin, hal terpenting adalah keadilan dapat ditegakkan, masyarakat Indonesia dapat tidak terpecah, dan keriuhan dari kasus dugaan penodaan agama dapat cepat selesai.

    Pandangan Ishomuddin yang menjadi ahli agama bagi Ahok dinilai bertentangan dengan pendapat dan sikap keagamaan MUI. Saat disidang, Ishomuddin yang hadir sebagai saksi ahli dari pihak Ahok, mengaku tidak dilibatkan oleh MUI dalam menerbitkan pendapat dan sikap keagamaan.

    Dia lalu menyampaikan bahwa pendapat dan sikap keagamaan MUI terkait pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada September 2016 merupakan pemicu membesarnya kasus dugaan penodaan agama itu.

    Sungguh merupakan pernyataan yang sangat masuk akal. Bila MUI tidak membesar-besarkan masalah ini lewat fatwa ajaibnya, mungkin masalah tidak akan sebesar ini. MUI, suka tidak suka, menjadi panutan banyak kaum muslim di Indonesia. Kalau MUI berulah ya hasilnya masalah kasus Ahok menjadi rame.

    Mencari umat muslim yang waras tidak sulit, tapi umat muslim waras yang berani bicara itu jarang. Kaum bumi datar sekali berkoar langsung teriak sana-sini. Logika sudah mereka buang sehingga mereka tidak malu menyampaikan hal yang aneh-aneh. Makanya sekarang lebih banyak terdengar suara kaum bumi datar dibanding suara yang waras.

    Ishomuddin yang berani untuk membela Ahok padahal MUI jelas-jelas sedang bersebrangan dengan Ahok merupakan umat muslim waras yang langka. Dirinya berani menaggung resiko, dan akhirnya dipecat dari MUI. Alih-alih sedih malahan dirinya bersyukur, toh dirinya tidak gila jabatan.

    “Sikap keagamaan ini pemicu masalah ini jadi semakin besar. Kita bisa lihat sejumlah demonstrasi yang dilakukan,” kata Ishomuddin.

    Ini merupakan kata-kata yang kita semua tunggu. Ada pihak yang menyatakan bahwa sikap keagamaan MUI malah menyulut banyak sumbu pendek sehingga terjadi demonstrasi demonstrasi yang tidak perlu. Bela agama tapi bertepatan dengan Pilkada DKI? Ini sungguh bau politisasi.

    Adapun Ketua MUI Ma’ruf Amin membantah bahwa pemberhentian Ishomuddin akibat kesaksiannya dalam persidangan Ahok. Ma’ruf menegaskan bahwa Ishomuddin diberhentikan lantaran ketidakaktifannya di MUI.

    “Yang benar dia diturunkan dari wakil ketua komisi fatwa menjadi anggota biasa karena dia sebagai wakil ketua fatwa tidak aktif,” ujar Ma’ruf

    Ini merupakan jawaban ngeles. Coba kalau Ishomuddin menyerang Ahok dan menyatakan Ahok bersalah. Pasti dirinya tidak akan diturunkan posisinya. Semua pihak MUI selain Ishomuddin pun setuju kalau Ahok menista agama, mereka tidak dipecat toh?

    Sekarang, manakah yang anda lebih percaya, MUI atau Ahmad Ishomuddin?


    Penulis :  evan kurniawan  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dipecat Malah Bersyukur, Ahmad Ishomuddin Menampar Keras Wajah MUI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top