728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Dilaporkan Ke Mahkamah Internasional, Tito Justru Dapat Penghargaan Internasional

    Tito Karnavian, nama yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Seorang Jendral Polisi yang religius serta memiliki segudang prestasi. Tidak salah Jokowi menunjuk Tito untuk memangku jabatan tertinggi di kepolisian. Beliau sosok yang sangat cerdik dan jitu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang mengancam keamanan negara.

    Beberapa keceradasan Tito terbukti di setiap langkahnya dalam menghadapi kasus Ahok. Dengan kepiawainnya, beliau berhasil meredam beberapa aksi. Aksi berjalan tidak maksimal berkat strategi brilian yang Tito lakukan.

    Sayang sekali, penduduk bumi datar justru memandang Tito sebelah mata. Tito dituduh polisi yang tidak netral dan berpihak ke Jokowi dan Ahok. Bahkan cacian dan hinaan tidak sedikit yang datang ke Tito. Kelihatannya orang hebat di Indonesia memang sudah takdirnya akan dicaci maki oleh warganya sendiri.

    Aksi 313 kembali berhasil dilumpuhkan oleh Tito. Koordinator aksi sekaligus Sekjen FUI berhasil ditangkap menjelang aksi digulirkan. Penangkapan ini tentu membuat masyarakat bumi datar merasa sakit hati dengan ulah Tito.

    Terbukti, Tim kuasa hukum kasus makar melaporkan Tito dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan ke pengadilan internasional pada bulan Maret 2017 lalu.

    Tim mewakili 10 orang yang ditangkap terkait dugaan makar. 10 orang tersebut yakni, Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal Kobar.

    Pendaftaran gugatan ke pengadilan internasional itu diajukan secara berkelompok.

    “Sudah diajukan, tergugat pertama Tito Karnavian, tergugat kedua Kapolda Metro Jaya M Iriawan,” kata kuasa hukum kasus makar, Dahlia Zein.

    Dahlia mengatakan bahwa tim kuasa hukum memiliki waktu 14 hari setelah pendaftaran untuk mempersiapkan bukti-bukti.

    Saat ini tim kuasa hukum disebut tengah menyusun bukti-bukti. Salah bukti adalah surat penangguhan Sri Bintang yang ditolak selama lima kali.

    “Sampai kami tebuskan ke PN Jakarta Utara tidak digubris. Akhirnya Sri Bintang sampai 103 hari ditahan,” kata dia.

    Sementara itu saat disebut apakah gugatan dia memenuhi syarat, Dahlia mengatakan bahwa tim berupaya berbuat terbaik untuk klien.

    “Yang penting kami jalankan dulu, penolakan nanti saat pengadilan,” ujar Dahlia.

    Namun seperti biasanya, Tito tetap tenang dengan kondisi ini. dirinya tidak panik dan tetap bermain cantik. Melawan orang-orang seperti mereka memang tak perlu dengan frontal. Justru dengan permainan cantik akan mampu memporak-porandakan mereka.

    Tito tentu sangat yakin gugatan mereka hanya gertak sambel saja. Tito yakin Mahkamah Internasional tidak akan menggubris laporan mereka karena tidak punya landasan yang kuat. Apalagi Pengadilan internasional umumnya menggelar kasus genosida dan pelanggaran HAM berat. Sementara tindak pidana makar tidak termasuk dalam wilayah pengadilan tersebut.

    Mahkamah Internasional tentu juga sudah paham dengan sepak terjang Tito dan sederet prestasi yang dicapainya. Bahkan, Tito kembali menorehkan prestasi dengan mendapat penghargaan Internasional.

    Tito Karnavian mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Rusia atas kerjasama kepolisian yang sudah berjalan selama ini.

    Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin menjelaskan bahwa penghargaan tersebut sebagai sebuah apresiasi dari Rusia terhadap kepolisian di Indonesia selama 100 tahun.

    “Menjadi suatu kehormatan bagi kami untuk memberikan penghargaan kepada Kapolri Tito dan kami harap hubungan ini akan semakin baik,” jelasnya di Kediaman Duta Besar Rusia, Jakarta, Kamis (6/4/2017)

    Sementara itu, Tito Karnavian mengaku bahwa penghargaan tersebut tidak lain karena Indonesia sempat menyelenggarakan konferensi Interpol pada tahun lalu.

    Rusia saat itu terpilih menjadi Deputi Interpol untuk wilayah Eropa.

    “Mereka terkesan dengan konfrensi Interpol yang kita laksanakan tahun lalu dan mereka juga kan terpilih menjadi Deputi untuk wilayah Eropa,” jelasnya.

    Selain itu, Tito berharap agar hubungan kepolisian antara Rusia dan Indonesia akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

    Tidak hanya di Indonesia, kehebatan Tito diakui oleh dunia internasional. Di era Titolah, kepolisian mendapat pengakuan dari Internasional. Di era Tito juga lembaga kepolisian tidak lagi menjadi lembaga terkorup di Indonesia.

    Sangat disanyangkan memang, Jendral Polisi hebat seperti Tito harus dilaporkan ke Mahkamah Internasional oleh warganya sendiri. Saya pikir sudah sangat keterlaluan. Orang seperti Tito sudah selayaknya mendapat penghormatan yang lebih dari masyarakat Indonesia karena telah berperan besar memajukan lembaga kepolisian serta mengamankan negeri Indonesia.



    Penulis : Saefudin achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dilaporkan Ke Mahkamah Internasional, Tito Justru Dapat Penghargaan Internasional Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top