728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 09 April 2017

    Didukung Mantan Penguasa Kalijodo, Anies Munafik

    Setelah setahun yang lalu menghilang, Abdul Azis Emba atau yang biasa disapa Daeng Azis kembali muncul ke permukaan. Siapa tak kenal Daeng Azis, seorang pria paruh baya yang dulu pernah menjadi penguasa tunggal Kalijodo. Nama Daeng Azis dan sepak terjangnya sudah tidak diragukan lagi dimata para preman Jakarta. Kekuasaan yang dulu pernah didapuknya selama bertahun-tahun, tiba-tiba sirna begitu saja akibat kebijakan yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta.

    Program penghijauan dan normalisasi sungai yang dilakukan oleh pemerintahan DKI Jakarta, mengharuskan kawasan sekitar Kalijodo ditertibkan. Dan jalan satu-satunya adalah dengan cara digusur. Tidak ada yang salah akan hal ini, mengingat tanah di kawasan Kalijodo milik pemerintahan provinsi DKI Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta berencana ingin menjadikan kawasan Kalijodo sebagai Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) dan sekarang dikenal sebagai Taman Kalijodo. Inilah awal mula gesekan terjadi antara Ahok sebagai gubernur Jakarta dengan Daeng Azis, penguasa Kalijodo pada kala itu. Daeng Azis merasa tidak terima dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Ahok, sehingga beberapa kali ia mendatangi Polda Metro Jaya untuk melakukan pembelaan.

    Upaya demi upaya telah dilakukan oleh Daeng Azis, dengan harapan kawasan Kalijodo yang sempat menjadi tempat prostitusi sekaligus perjudian itu tidak jadi digusur. Dalam hal ini, pemprov DKI Jakarta punya bukti dan alasan yang cukup kuat untuk melakukan penggusuran. Sehingga upaya perlawanan yang dilakukan Daeng Azis pun akhirnya sia-sia. Dengan sangat terpaksa Daeng Azis harus merelakan pundi-pundi uang yang sempat membuatnya kaya raya, lenyap begitu saja.

    Begitulah ceritanya, sampai akhirnya Daeng Azis muncul kembali ke ruang publik. Bukan untuk menuntut Ahok, melainkan untuk memberi dukungan pada pasangan Cagub-Cawagub Anies-Sandi. Tepat pada hari ini Sabtu, 8 April 2017 Daeng Azis menyatakan dukungannya pada pasangan tersebut, seperti yang tadi sore diberitakan oleh media.

    Tokoh Kalijodo itu nampak hadir saat calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui relawan dan pendukungnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2017).

    Azis hadir mengenakan kemeja abu-abu lengan panjang ditemani beberapa laki-laki berpakaian safari.

    Azis datang beberapa menit setelah acara berlangsung. Kedatangan Azis disambut beberapa relawan dan pendukung yang mengenakan seragam Partai Bulan Bintang (PBB).

    Awalnya, Azis duduk di barisan belakang dari pendukung Anies. Tetapi, beberapa relawan mengarahkan Azis maju ke depan hingga dia duduk tepat di hadapan Anies yang berada di panggung.

    Sepanjang acara, Anies tidak menyebut Azis sama sekali dalam sambutan.

    Adapun nama-nama yang disebut hanya mantan wakil gubernur DKI Jakarta Prijanto dan Ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban serta tokoh masyarakat lainnya. Momen bersama Anies dan Azis hanya saat foto bareng.

    Bahkan, awalnya Azis hanya duduk bersama pendukung Anies. Dia baru ikut berfoto setelah ada pengurus PBB mengajak Azis maju ke depan untuk foto bersama.

    Usai acara pun, Anies dan Azis tidak saling bertemu. Anies tidak menghampiri Azis yang masih ada di lokasi, tetapi langsung jalan keluar ditemani ajudan dan pendukung yang lain.

    Ditemui secara terpisah, Azis mengaku mendukung pasangan Anies dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta. Menurut Azis, Anies dan Sandi dapat membawa kesejahteraan bagi warga Jakarta.

    “Saya dukung Anies-Sandi seratus persen,” kata Azis singkat.

    Menurut saya tidak ada yang salah dengan sikap yang diambil Daeng Azis, dalam berdemokrasi setiap warga negara diberi kebebasan untuk menyampaikan aspirasinya. Namun ini justru menjadi batu sandungan bagi Anies-Sandi. Citra buruk yang masih menempel pada Daeng Azis justru akan melemahkan posisi Anies-Sandi.

    “Musuh dari musuhmu adalah temanmu”. Sangat beralasan jika Azis mendukung Anies-Sandi, mengingat Ahok adalah musuh abadinya.

    Anies paham betul bahwa tindakan perlawanan yang dilakukan Daeng Azis terhadap Ahok kala itu salah. Apalagi sekarang Anies didukung oleh Parpol Islam yang notabenenya sangat anti dengan prostitusi maupun perjudian. Sebenarnya baik Anies maupun PKS sendiri pun setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Ahok. Walaupun dalam pernyataannya mereka sering berdalih Ahok pro prostitusi karena membiarkan Alexis beroperasi, padahal masih dalam proses penertiban.

    Anies sadar Azis datang dan tepat berada dihadapannya kala ia berbicara diatas panggung. Sikap Anies yang ditunjukkan pada Daeng Azis, semakin menjelaskan kalau Anies sangat mendukung tindakan Ahok dalam upaya penggusuran Kalijodo kala itu. Anies merasa risih dengan munculnya Daeng Azis, sehingga hal itulah yang membuat dia tidak mau menyapa maupun menyalami Azis hingga acara selesai. Seperti makan buah simalakama, disapa salah, tidak disapa pun juga salah.

    Memang benar, politik itu dinamis dan apa pun bisa terjadi dalam berpolitik. Meskipun Anies seperti mengacuhkan Daeng Azis, sebenarnya ia sangat berharap dukungan suara dari Azis beserta gerombolannya untuk memenangkannya di Pilgub 19 April nanti, mengingat Azis punya masa yang lumayan banyak di Jakarta.

    Cuma dalam hal ini, Anies tidak berani secara terang-terangan menerima dukungan dari Daeng Azis. Anies munafik.

    Dengan demikian publik pun bisa menilai, mana Cagub yang bersih dan mana Cagub yang didukung oleh biangnya prostitusi.



    Penulis : Handoko Suhendra  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Didukung Mantan Penguasa Kalijodo, Anies Munafik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top