728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 05 April 2017

    Debat KPU DKI Akan Ada Segmen Pertanyaan Dari Masyarakat. Siapakah Yang Bakal Kejang-Kejang?

    Sebentar lagi akan diadakan debat terakhir antara pasangan Cagub-Cawagub DKI. Pihak KPU DKI kali ini akan membuat segmen pengajuan pertanyaan dari masyarakat.

    “Ada metode baru untuk segmen masyarakat bertanya kepada calon, ada segmen yang diisi dengan pertanyaan itu bukan dari panelis tapi dari masyarakat,” kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar

    Pertanyaan itu dikatakan Dahliah berasal langsung dari masyarakat, namun akan dikemas oleh KPU agar lebih terstruktur. Hal ini tentu saja sangat baik, melibatkan masyarakat dalam debat. Bila acara debat di Metro TV kemarin menampilkan pertanyaan dari media sosial, kali ini pertanyaannya langsung dari masyarakat.

    Pertanyaan dari masyarakat ini akan disusun dulu oleh pihak KPU agar lebih terstruktur.

    “Sebenarnya pertanyaan masyarakat yang kemudian kita formulasikan, tapi pertanyaannya memang betul-betul dari masyarakat, dari aspirasi masyarakat yang disampaikan ke calon gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.

    KPU DKI sendiri akan mengarahkan masyarakat yang bertanya kepada hal yang bersifat teknis seperti pembatasan waktu saat bertanya dan pertanyaan yang harus terstruktur.

    “Pertanyaan dari mereka sendiri tapi cara bertanyanya, dan bagaimana supaya pertanyaan itu menjadi fokus ya itu kita usahakan bantu,” terangnya.

     Marilah kita membayangkan dulu, pertanyaan macam apa yang akan ditanyakan kepada Ahok maupun kepada Anies.

    Kepada Ahok pertanyaannya kemungkinan besar tentang berbagai tindakan SARA yang terus menerus terjadi di Jakarta. Entah apa KPU DKI akan mengijinkan pertanyaan seperti ini, mengingat pertanyaan ini dapat menimbulkan gesekan baru di masyarakat.

    Selain itu pertanyaan tentang penggusuran juga bisa ditanyakan. Ahok merupakan satu-satunya Cagub yang tetap teguh mengatakan bahwa Jakarta masih memerlukan penggusuran, tapi warganya dipindahkan ke rusun. Anies mengatakan penataan, padahal artinya sama, dipindahkan dari pinggiran sungai.

    Pertanyaan tentang reklamasi juga penting, masalah ini berlarut-larut dan membuat banyak pihak bingung. Reklamasi jelas-jelas akan menguntungkan warga Jakarta dalam jangka waktu panjang. Memang nelayan akan kesulitan untuk mencari ikan, tapi bukankah kontribusi dari pengembang juga bakal diberi kembali ke nelayan? Kecuali kalau Gubernurnya nanti malahan ikut nilep, itu ceritanya lain.

    Kalau ke Anies pertanyaannya kemungkinan besar soal progam-progamnya. Yang pasti ditanya adalah soal rumah DP nol persen. Progam yang katanya dapat membantu rakyat Jakarta mendapatkan rumah ini sungguh banyak perkaranya.

    Selain melanggar aturan (DP  wajib tetap dibebankan ke pembeli), nilai rumah yang dijadikan acuan pun aneh. 350 juta rupiah, coba cari rumah seharga segitu di Jakarta. Rumah susun sih ada, tapi Anies mengatakan bahwa rumah ini bakalan rumah tapak.

    Kalau ada warga yang bertanya daerah rumah ini dimana pasti Anies bakal ngeles. Semua orang cari-cari pun ga ada rumah seharga 350 juta. Ahok saja mengatakan dirinya sendiri ingin membeli 10 rumah dengan harga segitu. Murah sekali harganya buat ibukota.

    Pertanyaan tentang OK OCE juga bisa ditanyakan kepada Sandiaga. Progam unggulan Sandi ini katanya mampu membuat banyak warga berwirausaha. Tapi sekarang masih belum jelas, kriteria warga bagaimana yang bisa ikut progam ini. Tukang bakso bisa ikut ga progam begini?

    Nah, kalau ada warga yang bertanya, apa tindakan tim Anies-Sandi mengenai praktik SARA yang sudah menyebar di Jakarta, pasti langsung rame. Di debat Metro TV sendiri pun ada pertanyaan seperti ini dari netizen. Tapi jawaban Anies waktu itu sungguh luar binasa, Ahok yang disalahkan. Katanya Ahok jangan memberikan pernyataan tidak perlu.

    Berarti orang yang membuat SARA ‘hanya’ merespon, mereka tidak salah. Ahoklah yang salah karena memulainya. Ini merupakan logika bumi datar. Pencuri masuk kerumah tapi polisi malah menangkap penghuni rumah yang lupa mengunci rumah. Alasannya si penghuni rumahlah yang ceroboh sehingga dia yang bersalah.

    Segmen pertanyaan dari masyarakat ini jelas sangat menguntungkan bagi Calon yang sudah menguasai masalah. Bila ditanya tentang A tinggal dijawab saja, tidak perlu ngeles sana sini. Tapi kalau memang progamnya tidak jelas dan bisa berubah-ubah ya….. jawabannya bakalan rancu.

    Kita lihat saja nanti acara debat pada tanggal 12 April. Kita harap juga tidak akan ada calon yang kabur dari debat dengan seribu alasan.


    Penulis : Evan Kurniawan     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Debat KPU DKI Akan Ada Segmen Pertanyaan Dari Masyarakat. Siapakah Yang Bakal Kejang-Kejang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top