728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 10 April 2017

    Dasar Keras Kepala! Tak Ada Izin, Tetap Ngotot, Akhirnya Forum Khilafah HTI Semarang Dibubarkan

    Sudah tidak mengantongi izin, masih ngotot pula mengadakan acara. Memang kalao gerombolan yang terkenal ngotot, susah dibina dan diajak berunding. Kegiatan Forum Khilafah Indonesia yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kota Semarang akhirnya berhasil dibubarkan. Polisi dan ratusan orang dari berbagai ormas kepemudaan mendatangi acara tersebut untuk menghentikan acara.

    Anggota Banser GP Ansor dan ormas kepemudaan NU mendatangi lokasi acara dan melakukan mediasi bersama dengan Kapolrestabes Semarang. Tapi sebelum acara dimulai pukul 19.00 Minggu kemarin, mereka sudah berdatangan dan meminta acara dibubarkan.

    Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji dan perwakilan massa Banser melakukan mediasi bersama HTI agar situasi tetap kondusif. Dalam mediasi tersebut, dihasilkan keputusan bahwa acara harus dihentikan. “Kegiatan ini saya minta dibatalkan terlepas Anda senang atau tidak dengan keputusan saya,” kata Abiyoso.

    Salut dengan ketegasan Kapolrestabes dalam menghentikan acara tersebut yang juga memang tidak mengantongi izin. Senang tidak senang, acara harus dibatalkan. Pihak HTI sama sekali tidak diberi ruang gerak yang leluasa. Kalau tidak mereka bakal sesuka hati seperti yang sudah-sudah. Selain karena izinnya tidak ada, rasanya sudah banyak yang tahu sepak terjang organisasi ini. Dari nama acaranya saja—kegiatan forum khilafah—kita sudah bisa menebak seperti apa mereka. Sepertinya tahun ini banyak yang demam khilafah. Trennya cenderung meningkat. Suara gaungnya makin kencang dan malah terang-terangan. Mereka tidak sadar bagaimana negara ini teebentuk sejak merdeka tahun 1945 silam.

    Abiyoso mengatakan pertimbangan keamanan dan ketertiban sebagai alasan utama pembubaran kegiatan tersebut. Selain itu, sejak awal pihaknya tidak pernah memberikan izin. “Semua saudara saya, saya tidak menghendaki benturan,” katanya. Tidak ada izin, tapi tetap ngotot, itu namanya apa? Dan lucunya, kegiatan HTI tersebut sebelumnya sempat digagalkan pada Minggu pagi, tapi malah digelar lagi pada malam hari. Luar biasa bukan? Tidak ada izin, tetap nekat. Sudah digagalkan, eh malah cari cara lain untuk kembali menyelenggarakan acara. Dari sini saja sudah jelas, mereka seperti tidak taat aturan dan mau menang sendiri.

    Orang yang tidak taat aturan memang terkesan bebal, ngotot, mau menang sendiri, dan kupingnya sering bocor karena kata-kata yang masuk langsung menguap dalam hitungan detik. Dilembutin, tingkahnya mirip orang yang pura-pura tuli. Begitu ditindak tegas, bilangnya dizalimi. Sungguh pola pikir yang sungguh jenius, mengalahkan kejeniusan Albert Einstein.

    Untuk membubarkan acara ini saja, harus dikerahkan belasan personel Brimob bersenjata lengkap dan sebuah kendaraan taktis Brimob. Bayangkan betapa seriusnya situasi seperti ini. HTI sempat protes karena sudah meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk kegiatan tersebut. Mungkin dengan alasan ini, HTI berharap acara dapat tetap dilangsungkan. Tapi Abiyoso memberikan jawaban yang telak, “Segala kerugian materiil dari HTI akan saya ganti. Besok pagi silakan datang ke kantor saya sambil membawa rincian biayanya.”

    Karena tak ada jalan lain dan pilihan lain, terpaksa mereka manggut-maggut setuju. Setuju tidak setuju, memang harus setuju. Karena tadi sudah diultimatum, senang tidak senang acara tersebut harus dibatalkan. Sudah boleh bersyukur diberi ganti rugi. Padahal seharusnya tidak ada kewajiban untuk itu, karena pada dasarnya acara tersebut tidak ada izinnya, alias diadakan atas dasar nekat dan keras kepala tak tahu aturan. Kegiatan ilegal kok diganti rugi? Enak sekali mereka.

    Selain membatalkan acara, polisi juga melakukan pengamanan terhadap anggota HTI yang keluar hotel. Anggota Brimob membentuk barikade yang mengawal anggota HTI untuk menghindari benturan dengan massa ormas. Anggota HTI pria keluar lebih dulu, disusul anggota HTI wanita yang dikawal ketat hingga masuk ke dalam mobil barakuda Brimob yang menunggu di depan lobi hotel.



    Sekali lagi, salut kepada mereka yang berani dan tegas menindak acara seperti itu. Lalu bagaimana dengan daerah lain? Beberapa pihak menyebut HTI sebagai ormas anti pancasila. Kalau itu benar, sudah pasti mereka akan melakukan berbagai upaya untuk mengganti pancasila. Mengganti dengan apa? Lihat saja acara yang dibubarkan tadi, namanya Forum khilafah Indonesia. Mereka dulu pernah mengklarifikasi kalau mereka tidak anti pancasila.

    Pertanyaannya kalau memang tidak anti pancasila, kenapa acaranya tidak diberi nama Forum Pancasila Indonesia atau sejenisnya? Kenapa harus ada khilafahnya? Logika yang saling bertabrakan. Hanya gerombolan you-know-who yang mungkin percaya dengan logika seperti ini. Kalau memang berpotensi membahayakan NKRI, memang sudah seharusnya ditindak tegas.

    Minggu sebelumnya, konvoi HTI juga dihadang oleh Banser NU di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur. Setelah sempat bersitegang, massa HTI akhirnya mengalah dan mencopot segala atribut yang dikenakan lalu membubarkan diri. Penghadangan dilakukan karena dianggap membawa misi konsep khilafah, dan berpotensi memecah belah umat.

    Pertanyaannya, bagaimana dengan daerah lain dalam menyikapi ini? Saya angkat topi, acungkan dua jempol, respek buat Banser NU yang menjadi garda terdepan dalam menegakkan NKRI.

    Bagaimana menurut Anda?

    Penulis :  XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Dasar Keras Kepala! Tak Ada Izin, Tetap Ngotot, Akhirnya Forum Khilafah HTI Semarang Dibubarkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top