728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 29 April 2017

    Cak Imin Minta Permen Susi Dicabut, Begini Tanggapan Susi, Cak Imin Malu Sendiri

    Ada-ada saja memang kelakuan petinggi dan elit politik kita. Bukannya memahami peraturan dengan baik, sebelum memberikan pernyataan dan tanggapan terhadap kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, ini malah sudah membuat pernyataan yang malah mempermalukan diri sendiri.

    Kalau orangnya Fadli Zon dan Fahri Hamzah sih wajar-wajar saja. Karena memang mulut mereka dibayar untuk melakukan itu, tetapi apa yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjadi aneh karena Pria yang akrab disapa Cak Imin adalah kubu pemerintah.

    Cak Imin, yang menemui nelayan Pantura di Tegal, Jawa Tengah, sempat menyindir sejumlah kebijakan Susi. Dia mengaku mendesak pemerintah mengevaluasi larangan penggunaan cantrang oleh nelayan tradisional. Larangan itu dinilai telah merugikan nelayan sehingga berdampak negatif pada hasil tangkapan nelayan di kawasan Pantura.

    “Saya sendiri yang akan mengawal dan menyampaikan kepada Presiden bahwa peraturan menteri buatan Bu Susi itu harus dicabut,” kata Cak Imin.

    “Saya perintahkan seluruh menteri asal PKB untuk menyampaikan langsung nasib nelayan Pantura kepada Presiden. Seluruh anggota legislatif dari PKB harus mengawal keinginan nelayan Pantura hingga tuntas. Kita dukung pemerintah jaga lingkungan, tapi perut keluarga nelayan harus nomor satu dipikirkan,” lanjutnya.

    Wah.. Serem amat Cak Imin belum apa-apa sudah menebar tekanan untuk mengevaluasi dan mengganti kebijakan Menteri Susi. Apakah tidak lebih baik memahami dulu duduk persoalannya supaya tidak jadi bumerang di kemudian hari. Memang Pileg dan Pilpres sebentar lagi, tetapi jangan juga asal janji-janji tanpa tahu apa yang sedang dipermasalahkan.

    Parahnya, sudah menjanjikan akan menggerakkan menteri PKB dan seluruh anggota legislatif untuk mempertanyakan dan mengawal keinginan nelayan tersebut sampai tuntas. Cak imin ini sedang kampanye Presiden atau Kepala Daerah kok sampai segitunya berkampanye.

    Padahal, kalau mau bijak merespon keinginan warga, tinggal bilang saja akan ditanya langsung dengan Ibu Susi terkait pertanyaan tersebut. Daripada sudah janji muluk-muluk tetapi sebenarnya tidak paham juga mengenai pokok permasalahan tersebut.

    Dan benar saja, Cak Imin harus malu sendiri dan gigit jari kalau mendengar penjelasan Ibu Susi berikut ini..

        “Pak Muhaimin harusnya mengetahui dulu tentang alat tangkap cantrang itu apa,” ujar Susi dalam pernyataannya, Rabu (26/4/2017).

        “Yang kedua, tahu sejarahnya sejak awal saya di KKP dan perundingan-perundingan dengan para pemilik cantrang sampai dengan Ombudsman turun tangan,” ujar Susi.

        “Kalau Pak Muhaimin sayang bangsa dan masa depan para nelayan tersebut, beliau seharusnya segera menyarankan pakai atau ganti alat tangkap yang lain. Dan segera ke wilayah tangkap timur atau barat, ikannya banyak dan akan lebih untung daripada ambil ikan rucah. Itu pemimpin rakyat atau wakil rakyat yang benar,” jelas Susi.

    Pernyataan Ibu Susi ini sangat menohok Cak Imin. Ibu Susi meminta Cak Imin mencari tahu tentang alat tangkap cantrang lalu bagaimana sejarah perundingan yang dilakukan yang sampai melibatkan Ombudsman. Kalau tidak tahu apa itu Ombudsman, mungkin Cak Imin perlu juga mempelajarinya.

    Jadi, tidak sembarang saja mengeluarkan kebijakan seperti ini. Semua sudah dilakukan analisis, diskusi, dan perundingan secara menyeluruh. Kemudian dengan seenak udelnya Cak Imin ingin mengubah kebijakan tersebut dengan menggunakan menteri dari PKB dan anggota legislatif PKB. Situ waras??

    Sepertinya Cak Imin harus belajar berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu sebagai seorang Ketua Umum partai pendukung pemerintah. Karena bertentangan dengan kebijakan pemerintah tanpa dasar yang benar dan hanya cari popularitas belaka akan berakibat buruk bagi PKB. Menteri yang terkena reshuffle banyak yang mengalaminya.

    Saran Ibu Susi itu sepertinya perlu dengan segera dilakukan Cak Imin. Cari tahu dulu benar-benar tentang kebijakan pemerintah dan menyarankan hal-hal yang baik dan benar saja. Jangan malah mengkampanyekan hal-hal yang tidak tepat. Itu kalau mau jadi pemimpin rakyat atau wakil rakyat yang benar.

    Salam Cantrang.

    Update info terbaru…

    Update berita tanggapan Bu Susi..

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggambarkan cara kerja cantrang yang seperti aksi sapu bersih dengan cakupan sangat luas. Ia pun menilai cara kerja itu seperti keserakahan karena mengancam populasi hewan laut.

    “Jangan karena keserakahan dan kerakusan untuk mengeruk banyak-banyak ikan, diambil semua, akhirnya habis tidak ada lagi untuk hari esok,” kata Susi di Kuta, Badung, Bali, Kamis (27/4/2017) malam.

    https://news.detik.com/berita/3486146/menteri-susi-soal-cantrang-jangan-karena-serakah-semua-ikan-habis

    Sesuai permintaan memperdalam ilmu cantrang.. cek info dibawah..

    Cantrang adalah alat penangkapan ikan yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines). Cantrang bersifat aktif dioperasikan dengan menggunakan kapal motor. Larangan penggunaannya terdapat dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seinen Nets).

    Hasil kajian WWF-Indonesia menyebutkan bahwa hanya sekitar 18-40% hasil tangkapan trawl dan cantrang yang bernilai ekonomis dan dapat dikonsumsi, 60-82% adalah tangkapan sampingan (bycatch) atau tidak dimanfaatkan (discard), sehingga sebagian besar hasil tangkapan tersebut dibuang ke laut dalam keadaan mati. Penggunaan trawl dengan mengeruk dasar perairan merusak habitat serta penggunaan mata jaring yang kecil juga menyebabkan tertangkapnya berbagai jenis biota yang masih anakan atau belum matang gonad. Pemborosan sumberdaya ini telah terjadi terus menerus sejak alat tangkap ini dipergunakan secara luas pada tahun 1960.


    “Trawl cantrang atau hela (juga) tidak ramah lingkungan,” jelas Menteri Susi saat rapat bersama Komisi IV DPR RI, Senin (26/1).

    Susi melanjutkan, saat ini nyaris seluruh negara di dunia telah melarang penggunaan alat penangkap jenis trawl, cantrang, maupun hela.

    “Kalaupun ada beberapa tempat yang boleh ada limitasi waktu jumlah dan waktu. Degradasi lingkungan sudah sangat parah. Kita tidak bisa menjadi eksportir nomer satu di Asean,” ujar Susi.

    Penulis :  Palti Hutabarat     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Cak Imin Minta Permen Susi Dicabut, Begini Tanggapan Susi, Cak Imin Malu Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top