728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 28 April 2017

    Buni Yani Mempertanyakan Tuduhan Yang Dilayangkan Kepadanya Karena Merasa Dirinya Pintar dan Seorang Dosen

    Ada saja pernyataan-pernyataan konyol yang dilontarkan oleh Si Buni Yani, penyebab kegaduhan. Buni Yani adalah orang yang pertama kali memposting video Ahok dan membuat transkip yang dihilangkan kata ‘pakai’. Jika tidak ada postingan Buni Yani, kemungkinan tidak ada kegaduhan di negeri ini.

    Namun sampai sekarang Buni Yani masih terus ngeles dan melakukan pembelaan-pembelaan yang semakin konyol dan membuat ketawa.hehehe. Sampai sekarang Buni Yani menganggap perbuatannya tidak melanggar UU-ITE. Simak informasi berikut.

    Tersangka penyebaran penghasutan bernada SARA, Buni Yani menilai penetapan status tersangka dirinya bukan disebabkan video yang diunggahnya. Tetapi “caption” yang ditulis dalam status Facebook yang dipostingnya.

    Buni menilai penetapannya sebagai tersangka berdasarkan caption yang ditulis merupakan hasil dari upaya mencari-cari kesalahan yang diyakininya dilakukan pihak-pihak tertentu terhadapnya.

    Ditemui dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017), Buni menyatakan pada awalnya dirinya dituding telah menghilangkan barang bukti, yakni dengan sengaja menghapus posting-an yang diunggah.

    Padahal, Buni menyatakan posting-an yang diunggahnya itu masih ada sampai dengan saat ini. Karena tuduhan menghilangkan barang bukti tidak terbukti, Buni menyebut dirinya kemudian dituduh mengedit isi pidato Gubernur DKI Jakarta Ahok saat pidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2017.

    “Saya dituduh mengedit, mengubah isi pidato pak gubernur. Saya tidak bodoh karena saya mengajar mata kuliah ‘Indonesia Communication System’ selama dua semenster. Saya sudah khatam membaca Undang-Undang ITE. Itu yang saya ajarkan kepada mahasiwa,” ucap Buni.

    Menurut Buni, dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri, Ahok mengakui bahwa isi video yang diunggah oleh Buni sama seperti yang terjadi saat kunjungannya di Kepulauan Seribu. Selain itu, Buni menyebut video itu sudah melalui serangkaian hasil uji forensik.

    “Saya terbukti tidak mengubah isi video. Karena kehilangan akal, buzzer-buzzer mulai cari-cari kesalahan,” ucap Buni.

    Buni menyebut tuduhan terhadapnya kemudian bergeser ke tuduhan telah memotong video. Namun, Buni menyebut tuduhan itu tidak terbukti. Karena, kata Buni, video yang diunggahnya didapat dari akun Facebook Islam NKRI.

    “Saya tidak memotong video. Karena sejak awal saya tidak punya alat, tidak punya software-nya. Saya tidak punya ilmunya, karena saya bukan editor,” ujar Buni.

    Menurut Buni, upaya terakhir untuk menetapkannya sebagai tersangka akhirnya terjadi berdasarkan caption yang ditulisnya, yakni dengan mempermasalahkan penghilangan kata “pakai” yang tidak ditulisnya dalam caption yang ditulis dalam postingannya.

    Padahal, kata Buni, apa yang ditulisnya merupakan partial quotation yang sebenarnya lumrah terjadi. Ia menyebut penghilangan atau penambahan kata dalam kutipan tidak masalah sepanjang bertujuan untuk memperjelas dan tidak menghilangkan makna.

    “Stupid kalau orang dijadikan tersangka berdasarkan partial quotation. Karena ada yang ditambahan, ada juga yang bisa dihilangkan. Masa kemudian orang dituntut untuk persis sama dengan yang dikatakan,” ujar Buni.

    “Kalau seorang scholar, seorang dosen, dijadikan tersangka berdasarkan partial quotation, banyak sekali sarjana dan wartawan yang masuk penjara karena partial quotation,” kata Buni.

    Jujur saya kasihan kepada Buni Yani. Sampai sekarang masih harus menjalani proses hukum. Padahal, jerih payahnya sudah diambil manfaatnya oleh Anies. Anies berhasil memenangkan Pilkada, namun Buni Yuni masih harus mejalani proses hukum yang membuat karirnya habis. Tragis.hehe

    Parahnya, Buni Yani harus berjuang sendirian. Tidak ada upaya bantuan dari Anies-Sandi, FPI, atau GNPF-MUI untuk membela Buni Yani. Jasa-jasanya sama sekali tak diindahkan.

    Konyolnya, Buni yani masih tetep ngeles. Dia mengatakan dirinya adalah orang pintar dan dosen sehingga tidak mungkin tidak tahu UU-ITE. Dia merasa polisi sengaja mencari-cari kesalahannya saja.hehe

    Silahkan Buni Yani mengklaim dirinya pintar karena merasa dirinya dosen. Namun, bagi saya dia justru orang yang bodoh karena tidak bisa mengira-ngira efek dari perbuatan yang diimbulkan. Dia tidak sempat berfikir bahwa tindakannya tidak hanya merugikan Ahok, namun juga merugikan dirinya.

    Sekarang terbukti. Karir Buni Yani habis. Buni Yani terancam masuk bui. Siapa yang akan membela Buni Yani? Tidak ada. Anies, Rizieq, FPI, GNPF-MUI, Prabowo sedang dalam euphoria kemenangan. Membantu Buni Yani untuk saat ini sudah tidak ada gunanya karena misi sudah berhasil.

    Toh, Buni Yani sebenarnya bukan orang hebat. Dia hanya orang biasa yang ingin namanya beken. Tidak ada manfaat apapun apalagi politik ketika membantu Buni Yani. Ikut berduka cita Buni Yani….!!! hehe

    Penulis :  Saefudin Achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Buni Yani Mempertanyakan Tuduhan Yang Dilayangkan Kepadanya Karena Merasa Dirinya Pintar dan Seorang Dosen Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top