728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 13 April 2017

    Anies-Sandi Gagal, Ahok-Djarot Lolos Jebakan dan Menang

    Debat pamungkas semalam ternyata Anies-Sandi gagal membentuk persepsi masyarakat. Meski pertanyaan-pertanyaan terutama dari komunitas yang diundang terasa sekali memihak paslon nomor 3 ini. Padahal sebelumnya Sumarno berpidato ingin pemilu yang jujur, tapi sayangnya publik menyangsikan hal tersebut.
    “Anies sama semua dengan Ahok, soal reklamasi saja yang beda. Ini membuat Anies bakal terlihat gagal dalam mengemas psikologi massa,” kata pengamat politik Universitas Padjadjaran Muradi kepada CNNIndonesia.com, usai debat, Rabu (12/4).

    Sepertinya KPU ingin membentuk persepsi bahwa Pemprov DKI telah gagal. Pertanyaan-pertanyaan dari komunitas terasa sekali memojokkan Ahok. Misalnya saja dari penghuni rumah susun yang katanya menderita, saat itu Ahok meminta maaf jika memang masih ada yang mengeluh tapi memang ia tidak akan bisa memuaskan semua orang. Ada sebagian kecil yang mengalami masalah, nah lucunya kok pertanyaan tersebut malah dari yang sebagian kecil tadi. Seolah-olah ingin memunculkan persepsi bahwa penggusuran atau relokasi itu membuat mereka menderita. Rasanya ini mirip sekali dengan apa yang dituduhkan oleh Anies selama ini. Padahal banyak laporan yang mengatakan mereka memilih pindah ke rumah susun daripada hidup dipinggir kali yang kumuh.

    Kegagalan Anies-Sandi adalah seringnya mengulangi dan mengamini jika programnya sama dengan Ahok hanya ditambahi satu, dua embel-embel hanya untuk pembeda saja. Tak hanya itu, seringnya pasangan Anies-Sandi menyebutkan nama-nama individu dalam debat, itu makin memperburuk citra mereka.

    Dalam sesi-sesi debat, Anies kerap mengatakan “sama seperti Pak Ahok”, sampai saya teringat debat Pilpres dimana Prabowo kerap berkata, “saya setuju dengan Pak Jokowi”. Atau program Anies yang pada akhirnya terasa mirip dengan program Pak Ahok. Walaupun Anies mencoba menutupinya dengan berbicara memutar. Lalu Anies dan Sandi juga kerap menyebut nama seseorang seolah-olah seperti data. Ini menjebak, mengambil contoh satu orang untuk men-generalisir.

    “Mereka sebut nama, ibu ini, bapak itu, tapi nama itu unknown. Saya melihatnya, itu data dari mana? Bagaimana masyarakat memverifikasi nama-nama itu? Apa itu benar atau tidak?” ungkap Muradi.

    Pernah menjadi konsultan politik, Muradi menilai konsep yang dilakukan oleh Anies tidaklah baik, bahkan akan melunturkan kepercayaan warga. Ia malah menilai, tim sukses Anies tidak begitu mempersiapkan performa Anies dengan baik.

    “Atau bisa jadi, Anies merasa lebih tahu dari pada tim suksesnya. Ini berbahaya,” papar Muradi.

    Muradi mengungkap, secara umum Ahok menguasai panggung dan menang dalam debat pamungkas kali ini. Hal itu, sangat realistis secara data dan apa yang disampaikan Ahok-Djarot, meski demikian diamini oleh pasangan Anies-Sandi yang memberikan dampak positif bagi lawannya, Ahok.

    Debat Pilkada adalah debat adu program, artinya masing-masing pasangan harus bisa mengungkap kelemahan program lawannya dan menunjukkan bahwa program dia unggul. Melihat tujuan tersebut saya sependapat dengan Muradi, bahwa Ahok menang dalam debat karena jelas ia bisa mengungkapkan kelemahan-kelemahan program milik Anies dan Sandi ini. Dan tidak hanya itu Ahok berhasil menunjukkan bukti-bukti konkretnya. Ditambah ide-ide kedepan yang sudah mulai dilaksanakan. Meski terasa debat kali ini ada upaya ingin memojokkan Ahok tapi karena Ahok tampil luar biasa malam ini, ia sanggup keluar dari jebakan sebagai pemenang.

    Sementara Anies dan Sandi kerap balik lagi ke solusi OK OCE seperti tukang obat jualan obat saktinya yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Program Anies-Sandi hanya kemasan saja yang diutamakan, menggunakan nama-nama yang unik walaupun akhirnya karena terlalu sering disebut malah menjadi tertawaan. Seperti ketika mereka menyebutkan OK Ocare yang langsung disambut gelak tawa penonton.

    DP 0 rupiah yang sempat ditanyakan Ahok malah semakin tidak jelas dan tidak menjawab pertanyaan Ahok. Juga artinya saat itu Anies tidak bisa menjawab pertanyaan dalam benak masyarakat. Saat ini warga Jakarta butuh kepastian tentang program DP 0 tersebut, apakah rumah tapak atau rumah susun? Tapi Anies tidak berani menjawab dengan tegas,  malah beretorika lagi.

    “DP O persen, oke oce, oke dan lain-lain itu saya tidak melihat konkret nya seperti apa? Tidak terjawab. Ini mungkin memang keuntungan petahana, tapi seharusnya penantang mampu mempersiapkannya.”

    Maaf Pak Anies, Jakarta itu masalahnya kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan beretorika saja, merangkul dan berpihak tapi harus ada solusi cerdas dan kerja keras untuk mewujudkan ide tersebut.



    Penulis :   Gusti Yusuf  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies-Sandi Gagal, Ahok-Djarot Lolos Jebakan dan Menang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top