728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 30 April 2017

    Anies-Sandi Bentuk Forum Gubernur, Djarot Belum Tertarik, Ahok Jadi Menteri??

    Seperti biasa, Anies-Sandi selalu mencoba tampil bersahaja dengan membuat program-program yang ingin menunjukkan keberpihakan dan merangkul semua. Rangkulan ini tanpa terkecuali dan demi keadilan, golongan radikal pun akan tetap dirangkul bersama untuk membangun Jakarta.

    Setelah berhasil meraih kemenangan hitung cepat dan hitung manual KPU, Anies-Sandi tidak lama lagi akan resmi dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU. Gugatan ke Mahkamah Konstitusi diyakini tidak akan dilakukan oleh tim Ahok-Djarot, karena margin kemenangan sangat jauh. Dalam rapat pleno KPU didapatkan perolehan suara Ahok-Djarot 42,04 persen. Sementara Anies-Sandi mendapatkan suara sebesar 57,96 persen.

    Dengan begitu, Jakarta sudah bisa dipastikan akan dipimpin oleh Gubernur Baru Anies Baswedan. Setelah nanti resmi ditetapkan KPU dan dilantik, Anies-Sandi mengaku akan mengajak Ahok-Djarot tetap terlibat dalam pembangunan Jakarta ke depannya. Karena akan dibentuk forum Gubernur dan Wakil Gubernur yang beranggotakan semua mantan Gubernur dan Wakil Gubernur.

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan tetap menjalin komunikasi dengan mantan pemimpin Jakarta. Sandiaga akan membentuk forum musyawarah bersama para mantan gubernur dan wakil gubernur.

    “Kami harus rangkul (mantan gubernur dan wakil gubernur) jadi salah satu bagian dari kemajuan ke depan. Pak Basuki dan Pak Djarot ikut dirangkul karena bagian dari lima tahun membangun Jakarta. Buat saya, dia harus jadi bagian tak terpisahkan. Formatnya akan ditentukan, tapi nanti kami akan undang,” katanya.

    Upaya membentuk forum musyawarah atau forum rembug atau apalah itu yang berisikan mantan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada dasarnya baik, tetapi tidak akan banyak memberikan pengaruh terlalu signifikan. Karena Anies-Sandi pastinya sudah punya target dan program yang jelas selama 5 tahun. Tidak mungkin rasanya forum gubernur tersebut mengubah apa yang sudah mereka kampanyekan.

    Itulah mengapa, forum gubernur ini nantinya hanyalah seperti ajang silahturahmi dan rekonsiliasi, khususnya ketika akan memasukkan Ahok dan Djarot ke dalam forum tersebut. Dimasukkannya Ahok dan Djarot bukanlah benar-benar akan menjadikan mereka sebagai penasehat, tetapi sebagai upaya merangkul pendukung Ahok-Djarot. Apalagi kalau melihat kuatnya ikatan antara Ahok-Djarot dengan warga Jakarta.

    Sayangnya, usaha mereka tersebut sepertinya akan gagal. Ahok dan Djarot hampir bisa dipastikan tidak akan bergabung dalam forum tersebut. Mengapa?? Ada dua alasannya, yang pertama adalah ketidaksamaan visi dan misi, yang kedua adalah mereka akan ada kerjaan lain yang sudah menunggu pengabdian mereka.

    Djarot sendiri sudah memberikan komentar atas keinginan Anies-Sandi untuk mengajaknya bergabung dalam forum tersebut. Mendengar ide ini, Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku belum tertarik untuk bergabung.

    “Nggak, belum tertarik, belum tertarik,” ujar Djarot singkat saat dikonfirmasi di RPTRA Semper, Jakarta Utara, Sabtu (29/4/2017).

    Aneh rasanya kalau melihat orang yang berpotensi seperti Ahok dan Djarot hanya direkrut dalam forum gubernur dan wakil gubernur. Padahal, mereka-mereka ini adalah seorang yang kinerjanya sangat diakui oleh warga Jakarta. Lebih dari 70 persen warga mengaku puas dengan kinerja mereka.

    Dengan kinerja seperti ini, maka sudah sepatutnya dan sepantasnya mereka diberikan kepercayaan mengabdi bukan menjadi seorang penasehat. Kalau pun nanti ke depan diminta jadi penasehat, maka cocoknya waktu mereka sudah tidak sanggup lagi bekerja seperti saat ini.

    Djarot sendiri mengakui bahwa dia setelah tidak lagi menjadi Wagub akan mengerjakan tugas yang sampai saat ini masih diembannya. Ya Djarot adalah Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan. Sambil tentunya menanti tugas penting lain yang kemungkinan besar akan diembannya.

    “Saya juga ketua DPP partai lho, kesibukannya luar biasa. Itu saja sudah seabrek-abrek,” ujar Djarot.

    Lalu bagaimana dengan Ahok sendiri??

    Ahok seperti yang ramai dibicarakan di media massa dan online, akan kebanjiran tawaran pekerjaan. Tetapi hal utama yang akan dilakukannya adalah jalan-jalan bersama keluarga.

    “Aku cuma pikiran, Oktober selesai (menjabat), aku mau jalan-jalan sama keluarga saja. Sudah lama enggak jalan-jalan,” kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/4/2017).

    Lalu apakah pekerjaan yang sudah menanti Ahok ke depannya?? Kalau saya memprediksi tidak akan jauh dari birokrasi. Ahok pasti akan memilih jalan itu, karena dirinya sudah berprinsip dan berkomitmen akan mengabdi dalam birokrasi demi menolong lebih banyak orang yang tidak bisa dilakukan ketika menjadi seorang pengusaha atau karyawan.

    Kemungkinan besar, Ahok akan menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK. Mengapa?? Karena Jokowi lebih senang dengan menteri yang suka bekerja dripada yang beretorika. Anies sendiri sudah kena reshuffle gara-gara kebanyakan retorika. Apalagi Jokowi tahu betul siapa Ahok saat bersama memimpin Jakarta.

    Kemungkinan besar Jokowi-JK akan melakukan reshuffle sekali lagi. Menurut pengakuan JK reshuffle umumnya terjadi di awal tahun. Sangat tepat dengan jadwal Ahok yang akan jalan-jalan dulu dengan keluarga dan akan direkrut menjadi menteri awal tahun 2018.

    Mungkinkah?? Yah namanya juga memprediksi, bisa benar, bisa juga tidak. Tetapi jika memang nanti ada menteri yang kedapatan tidak serius bekerja, maka nama Ahok dipastikan menjadi urutan pertama dalam daftar calon menteri Jokowi.

    Lalau jabatan menteri apa yang cocok dipegang oleh Ahok??

    Ahok cocok sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, atau Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

    Tentunya ini merupakan hak preogatif Presiden dalam menentukan kabinetnya. Tetapi saya yakin, Ahok tidak akan terlalu lama menganggur. Alasannya jelas, kinerja yang memuaskan lebih dari 70 persen. Bergabung dalam forum Gubernur?? Kayaknya tunggu tua kali baru cocok Ahok dan Djarot bergabung. Anda setuju??

    Salam Forum-Foruman.


    Penulis : Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies-Sandi Bentuk Forum Gubernur, Djarot Belum Tertarik, Ahok Jadi Menteri?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top