728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 08 April 2017

    Anies-Sandi “Baper”, Bedah Rumah Saat Masa Tenang Dicurigai, Pemprov: Show Must Go On

    Seperti orang kebakaran jenggot dan daster, pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyindir program bedah rumah Pemprov DKI yang akan mulai dilakukan tanggal 17 April 2017. Program yang sudah lama dicanangkan tersebut memang akan diluncurkan saat masa tenang Pilkada DKI.

    Keputusan memulai program ini memicu kesenewenan Anies dan Sandi yang melihat peaksanaan program sangat penuh dengan modus Pilkada. Bukannya tidak setuju dengan program yang baik bagi masyarakat tersebut, tetapi pemilihan waktunya itu yang menjadi masalah.

    Menanggapi hal itu, Sandi mengaku tidak mau berprasangka buruk. Sebab, ia yakin program tersebut dijalankan untuk kebaikan warga.

    Ia yakin, program bedah rumah itu tidak akan memengaruhi sikap politik warga.

        “Warga akan sangat cerdas, mana yang merupakan politisasi dari kebijakan dari masyarakat, mana yang betul-betul genuine, betul-betul hadir untuk menjawab permasalahan masyarakat dengan tulus ikhlas,” kata Sandi saat ditemui di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2017).

        “Saya enggak mau suudzon. Saya lihat apa yang membantu masyarakat, Alhamdulillah, tetapi apa yang dipertanyakan itu timing dan motivasinya,” ujar Sandiaga.

    Kepanikan Sandiaga ini sangatlah wajar karena memang mereka berharap tidak ada program atau pun kerjaan Pemprov yang dilakukan selama Pilkada ini yang menunjukkan sebuah keberhasilan. Kalau perlu, Pemprov tidak usah bekerja supaya rakyat melihat mereka tidak becus dan menguntungkan bagi mereka.

    Apakah pemikiran seperti itu pantas dimiliki oleh seorang yang mencalonkan diri menjadi seorang Kepala Daerah?? Seharusnya, Anies-Sandi tidak perlu senewen dengan apa yang dikerjakan oleh Pemprov. Kalau memang dilakukan semasa kampanye dan masa tenang, masak mereka disalahkan??

    Kalau begitu, bisa-bisa semua pelayanan Pemprov harus dihentikan supaya tidak ada unsur politisnya. Seharusnya Anies-Sandi paham, kalau petahana ikut dalam Pilkada tidak boleh suudzon dan baperan melihat program yang dilakukan petahana. Aneh rasanya kalau gara-gara petahana ikut Pilkada program pemerintah daerah dicurigai politis.

    Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan DKI Jakarta Bambang Sugiyono mengatakan, tidak ada maksud politis di balik program bedah rumah yang dilaksanakan dua hari sebelum pencoblosan itu.

        “Kalau semua serba dikaitkan ke urusan politik ya bisa saja, tetapi kami kan bekerja apa adanya. Program bedah rumah juga bukan baru ada sekarang,” ujar Bambang di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/4/2017).

        “Kalau gara-gara pilkada mandek semua, bagaimana mau layani masyarakat? Show must go on,” ujar Bambang.

    Padahal, kalau mau semua dicurigai program Pemprov, maka Anies-Sandi juga pasti bakalan singgung peresmian Masjid Raya Daan Mogot pada Minggu, 16 April mendatang. Bahkan dalam peresmian ini juga akan hadir Presiden Jokowi. Bukankah ini seharusnya dicurigai juga??

    Anies-Sandi seharusnya tidak perlu panik begitu dengan munculnya program ini. Tidak perlu juga dikait-kaitkan dengan Pilkada. Karena seperti yang pernah mereka sampaikan, kepnikan adalah tanda kekalahan. Kalau gara-gara program bedah rumah ini Anies-Sandi panik, apa iya karena sedang takut kalah??

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, seharusnya program ini tidak menjadi polemik karena pada dasarnya sejak jauh-jauh hari sudah dilakukan.

        “Kan itu sebetulnya bedah rumah sudah lama dilakukan. Kalau saya sih ada atau enggak ada pilkada semua program dari pemprov harus jalan,” kata Djarot di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).

        “Jadi jangan selalu baper lalu dikait-kaitkan dengan tanggal 19 April, tetap jalan. KJP juga jalan. Itu, kebijakan itu diambil saya bilang ada perlu revisi ketika bedah rumah itu perlu melibatkan warga,” jelasnya.

    Sudah jelas Anies-Sandi?? Perlukah baper dan panik lagi?? Masalahnya sebenarnya bukan program itu dilaksanakan atau tidak, melainkan memang Ahok-Djarot terlalu tangguh kalau diadu main program. Mereka tidak terkalahkan kalau melihat program-program yang dibuat.

    Itulah mengapa, untuk melawan mereka isu SARA harus dilakukan. Karena cuman itu satu-satunya cara untuk mengurangi suara dukungan ke Ahok-Djarot. Sayangnya, usaha itu tidak akan pernah berhasil saat ini.

    Salam Bedah Rumah.


    Penulis :  Palti Hutabarat  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies-Sandi “Baper”, Bedah Rumah Saat Masa Tenang Dicurigai, Pemprov: Show Must Go On Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top