728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Anies Lakukan Kesalahan Strategi Kampanye AHY, Ahok Menatap Kemenangan, Ini Fakta-Faktanya

    Seperti tidak belajar dari kesalahan strategi kampanye yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni, kubu pasangan nomor urut 3 melakukan hal yang sama. Entah sengaja atau tidak, kesalahan yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 3 mirip dengan yang dilakukan oleh AHY-Sylvi yang mengakibatkan suara mereka merosot tajam.

    Ada beberapa kesalahan yang sangat mirip mereka lakukan. Kemiripan ini membuat saya mengalami sebuah dejavu yang berakhir dengan kemenangan Ahok di putaran kedua sama seperti kemenangan di putaran pertama. Berikut adalah kesalahan yang dilakukan Anies-Sandi yang mirip dengan kesalahan AHY-Sylvi.

    1. KONSEP RUMAH APUNG = RUMAH TANPA DP.


    Meski tidak sama secara konsep, tetapi rumah apung yang disampaikan oleh AHY menjadi sebuah sandungan yang viral di tengah-tengah masyarakat. Bahkan banyak meme bermunculan terkait hal itu. AHY yang membantah bahwa itu adalah programnya, malah membuat kesalahan kembali dengan menyebut hunian geser.

    Perubahan konsep rumah apung menjadi hunian geser tidak membuat warga melihat program ini masuk akal. Bahkan meski sudah dijelaskan oleh Istri calon AHY, Annisa Pohan, tetap saja tidak masuk akal. Bahkan semakin tidak memungkinkan jika melihat konsep dengan gambar yang diupload Annisa.

    Konsep membangun Jakarta ‘Geser bukan Gusur’ (Twitter/@AnnisaPohan)

    Nah, kesalahan konsep rumah atau hunian tidak masuk akal kembali diulangi oleh pasangan Anies-Sandi. Seperti tidak menyadari kemustahilan adalah hal yang fatal dalam Pilkada, Anies-Sandi tetap memaksakan program “Asal Bunyi” rumah tanpa DP. Perubahan nama mulai dari rumah DP 0 persen, rumah tanpa DP, sampai rumah DP Rp. 0 tidak membuat konsep rumah ini menjadi masuk akal.

    Bahkan menjadi sangat menyedihkan karena ternyata konsep rumah berubah dari rumah tapak menjadi rumah susun. Sudah itu harus nabung 2,3 juta perbulan sebagai syarat mendapat program tersebut. Bagaimana mungkin masyarakat tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut?? Mana Anies dan Sandi seperti saling berbeda dalam menjelaskan program tersebut.

    Konsep rumah tidak masuk akal ini sepertinya akan menjadi salah satu batu sandungan menurunnya suara Anies-Sandi. Apalagi dalam debat di Mata Najwa, Anies melakukan blunder dengan menerangkan bahwa ada banyak rumah seharga 350 juta di Jakarta. Mau tahu?? Cek di rumah123.com kepunyaan Sandiaga Uno. Pasangan konyol.

    2. TIDAK HADIR DEBAT DI KOMPASTV, BUAT ACARA PIDATO.

    Ketidakhadiran pasangan Anies-Sandi dalam acara Rosi di KompasTV juga menjadi sebuah dejavu atas kesalahan yang dilakukan AHY. AHY yang tidak hadir di dalam acara debat juga di KompasTV, habis kena sindir dan tuding oleh masyarakat. Anies juga tidak ketinggalan melakukan sindiran.

        “Kami datang (ikut debat) karena ingin menghargai warga Jakarta. Lewat debat warga Jakarta bisa mengetahui rencana kami, visi dan kekuatan yang lain,” ungkap Anies.

        “Jadi bukan soal resmi atau tidaknya (penyelenggara debat),” tegasnya.

    Anies yang selalu saja lupa dengan apa yang pernah disampaikannya, malah melakukan kesalahan yang sama. Anies dan Sandi tidak datang dalam acara debat di KompasTV. Alasan aneh pun dikemukakan. Tetapi hal itu tidak mengubah sentimen negatif warga atas ketidakhadiran mereka.

    Menariknya, Anies bukan hanya melakukan kesalahan dengan tidak datang dalam acara debat, tetapi juga mengikuti jejak AHY yang melakukan Pidato setelah disindir habis karena takut berdebat. Ya, Anies melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan AHY ketika melakukan pidato setelah mangkir dari debat di KompasTV.

    Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi mengatakan debat itu memang bukan agenda resmi KPUD Jakarta. Namun, mundur tiba-tiba padahal sebelumnya sudah sepakat bersama, justru merugikan diri sendiri.

        “Jadi dalam pandangan saya, absennya Sandiaga Uno dan Anies Baswedan akan sangat merugikan bahkan sanggup menggoyang pandangan pemilih yang semula mengambang akan beralih ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat,” beber Ari Junaedi.

    Saya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan oleh pengamat tersebut. Ketidakhadiran Anies-Sandi akan menjadi preseden buruk di mata warga dan sama seperti kasus AHY, tidak akan ampuh diobati dengan melakukan pidato seorang diri.

    3. DUKUNGAN BAWA-BAWA AGAMA KRISTEN.

    Entah ada benar atau tidaknya dukungan membawa nama Agama Kristen atas menurunnya suara AHY, tetapi cara AHY mengklaim dukungan Pemuda Kristen diulangi juga oleh Anies-Sandi. AHY yang pada saat itu didukung oleh komunitas Lentera Kasih. Komunitas tersebut merupakan perkumpulan pemuda kristen. Anehnya, dedengkot Lentera Kasih adalah Michael Wattimena anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

    Sama seperti AHY, tim Anies-Sandi juga melakukan hal yang sama saat mendapatkan dukungan dari umat Kristen. Tidak mau kalah dengan AHY yang dapat dukungan Pemuda Kristen, Anies mendapatkan klaim dukungan pendeta se-DKI. Dukungan yang saat ini malah menjadi tertawaan masyarakat karena Rita Tiara yang mengkalim hal tersebut kedapatan bukan seorang pendeta.

    Tidak berhenti disitu, dukungan juga datang dari Pengurus Pusat Kristen Katolik Indonesia Raya (PP KIRA). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua PP KIRA, Dermawati Herafa.

    “Tanpa ragu, Pengurus Pusat Kristen Katolik Indonesia mendukung sepenuhnya Bapak Anies-Sandi menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022,” kata Dermawati dalam video dukungannya untuk pasangan Anies-Sandi.

    Tidak usah bingung ini organisasi apaan. Kalau sudah ada kata-kata Indonesia raya sudah pstilah itu punyanya Gerindra. Sama seperti klaim Pemuda Kristen oleh AHY tadi yang ternyata dedengkotnya adalah orang Partai Demokrat sendiri.

    Wajar memang AHY dan juga Anies membuat klaim seperti itu. Karena mereka merasa perlu merebut suara umat Kristen yang sepertinya dominan ke pasangan nomor urut 2. Hal yang akan gagal karena bawa-bawa isu agama tidak dan berharap tidak akan pernah bisa menang di Jakarta.

    Itulah tiga kesalahan AHY yang dengan sangat mirip terjadi juga di kubu Anies-Sandi. Apakah hasilnya akan berakhir sama dengan kekalahan?? Dengan yakin dan mantap saya katakan, IYA. Maaf jika seperti mendahului pencoblosan.

    Salam Dejavu.


    Penulis :  Palti Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies Lakukan Kesalahan Strategi Kampanye AHY, Ahok Menatap Kemenangan, Ini Fakta-Faktanya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top