728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 06 April 2017

    Anies Bicara Stop Kampanye SARA Saat Tim Sukses Dia Sendiri Melakukannya

    Sekiranya kita dan warga Jakarta tidak bisa move on akan kehadiran spanduk provokatif bernada SARA mengenai penolakan mensholati jenazah. Baru sekarang ini Anies Baswedan mulai tidak ingin kampanye SARA beredar di Jakarta, kelihatan seperti seseorang kebakaran jenggot, tetapi jenggotnya partai dan Ormas pengusungnya. Paslon ini diuntungkan dengan adanya spanduk ancaman untuk warga Jakarta yang berisi tidak akan mensholatkan jenazah warga Jakarta pengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (sumber)

    Spanduk yang tersebar luas seantero Jakarta ini cukup untuk membuat warga Jakarta seperti tercengkeram ketakutan, apalagi dengan ditambah urusan akhirat, apabila pilih Paslon nomor tiga akan pasti masuk Surga, sedangkan kalau pilih Paslon nomor 2 pasti masuk neraka. Ini juga SARA, malah lebih kejam sampai urusan dunia akhirat semua harus mengikuti arah pilihan di Pilkada DKI Jakarta. Apalagi ditambah dengan pernyataan provokatif ustad-ustad dan juga habib-habib radikal yang terus menggempur dengan isu SARA untuk menggembosi suara Ahok dan berharap Anies akan menang dan duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta.

        Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono curiga spanduk provokatif berisi larangan menyalatkan jenazah bagi pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang beredar di Jakarta dipasang kelompok tertentu untuk kepentingan politik.

        “Tulisannya seragam, cetakannya seragam. Hanya warnanya saja yang beda-beda. Kalau begitu kan, kemungkinan ada satu sumber yang menggerakkan,” kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Senin (13/3).

        Apalagi, kata Sumarsono, banyak warga setempat yang justru tidak tahu mengenai pihak yang memasang spanduk provokatif berisi larangan menyalatkan jenazah yang belakangan ramai dibicarakan tersebut. (sumber)

    Foto diatas adalah salah satu contohnya, ada salah satu tim sukses Anies-Sandiaga yang membantu untuk memasang atau dia adalah yang memasang dengan dibantu beberapa warga yang “benci” akan penista agama. Karena tidak semua warga membenci penista agama seperti yang anda sebutkan sekarang.

    Anies-Sandi adalah pasangan calon yang menggunakan segala cara untuk mendukung dan memperoleh dukungan msyarakat, termasuk menunggangi kasus penistaan agama ini, siapa yang diuntungkan? Tentu saja Paslon Anies-Sandi. Karena dengan menyebar ketakutan warga berarti juga menggembosi suara pasangan calon lainnya.

    Anies Baswedan dapat dikatakan memang sudah terlambat, sangat-sangat terlambat untuk bisa berbicara seperti ini, mau apa lagi? Kemarin kemana saja si Anies? Apakah dia sudah menikmati keuntungan dari spanduk SARA yang tim sukses dan Ormas di belakangnya sudah sebarkan?

    Ketakutan warga sudah mulai terbentuk, karena memang apa yang dilakukan beberapa oknum ini sangat-sangat besar dan masif.  Anies ini sangat-sangat picik sekali, setelah ketakutan masyarakat terbentuk, Anies muncul bak pahlawan di siang bolong, bak jamur di kayu lapuk.

    Oke, Anies membantah bahwa ini bukanlah pekerjaan tim suksesnya, tetapi secara tidak langsung ini berdampak akan terbentuknya persepsi beberapa kalangan masyarakat bahwa ini adalah ulah tim suksesnya. Dan juga secara tidak langsung menggembosi kantong-kantong suara untuk lawannya, Ahok. Karena secara tidak langsung juga Anies akan menikmati penambahan suaranya di pemungutan suara 19 April nanti.

    Tetapi kenapa tidak dari awal kalau Anies membantah ini adalah perbuatan tim suksesnya? Ketakutan Anies kehilangan  suara dari mereka yang mengatakan dirinya muslim penolak penista agama inilah yang membuat Anies dengan sengaja membiarkan praktik ancaman ini terus berlanjut. Mana yang katanya merajut tenun kebangsaan ala Anies?

    Membuat masyarakat resah itu memang sangat mudah, tinggal lemparkan isu agama saja sudah cukup. Dengan keresahan masyarakat yang sudah terbentuk kita tinggal masuk bak pahlawan membawa solusi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat saat itu juga.

    Ini bagaikan cuci tangan setelah apa yang terjadi, setelah ada korban yang bisa dijadikan contoh bagi mereka untuk diangkat dan bisa dibuat seolah-olah seperti itu contohnya apabila tidak memilih Anies-Sandi atau contoh apabila memilih Ahok. Sedangkan si Anies bisa bermain cantik dengan mengatakan bahwa ini bukan perbuatannya dan tim suksesnya, hanya ini adalah permainan untuk memfitnahnya, Shame on you Anies.

    Ya seperti itulah … Anies Baswedan

    Penulis : Asmoro   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Anies Bicara Stop Kampanye SARA Saat Tim Sukses Dia Sendiri Melakukannya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top