728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 11 April 2017

    (Analisis) Sidang Tuntutan Ahok Ditunda Hingga 20 April, Ahok Untung Sekaligus Buntung

    Setelah menunggu dengan harap-harap cemas dan berspekulasi seperti apa tuntutan terhadap Ahok, ternyata publik harus bersabar lebih lama lagi. Sidang tuntutan yang seharusnya digelar hari ini terpaksa ditunda hingga tanggal 20 April, atau satu hari setelah hari pencoblosan, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku belum selesai menyusun surat tuntutan. Akhirnya hakim ketua Dwiarso memberikan kesempatan pada JPU untuk menyusun tuntutannya.

    Hakim sempat bertanya apakah bisa tanggal 17 April? Dan setelah berdiskusi, akhirnya diputuskan bahwa sidang akan kembali digelar pada tanggal 20 April 2017. Tentunya ini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat dan netizen, di samping kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Banyak yang berspekulasi, menganalisis dan memberikan opininya. Ada yang kecewa, terutama gerombolan dan komplotan you-know-who yang ngidamnya sudah tidak tertahankan. Ada pula yang merasa ini tindakan yang tepat mengingat hari pemilihan makin dekat untuk mendinginkan suasana yang kian memanas.

    Sekarang saya akan memberikan opini saya sendiri. Hasil keputusan ini, menurut saya, memberikan keuntungan buat Ahok, tapi juga sekaligus kerugian. Ahok dalam satu waktu untung dan buntung sekaligus. Ada efek samping positif dan negatifnya. Mari bahas yang sisi jeleknya terlebih dahulu.

    Apa kerugian bagi Ahok setelah putusan pembacaan tuntutan ditunda hingga 20 April? Kalau memang pada akhirnya sidang pembacaa tuntutan ditunda, setidaknya hari ini tim kuasa hukum Ahok bisa menghadirkan saksi tambahan yang bisa meringankan dakwaan terhadap Ahok. Apabila hari ini dihadirkan 5-6 orang saksi yang cukup kredibel dan meyakinkan, maka ini akan menjadi poin penting untuk Ahok. Satu saksi yang kredibel saja sudah cukup bagus, apalagi 5-6 orang. Bagi saya, ini adalah kesia-siaan yang terbuang percuma. Sangat tidak penting kalau sidang hanya untuk mengumumkan kalau JPU tidak siap membuat tuntutan, dan bikin pengumuman sidang ditunda. Begitu saja? Kalau saya sebagai kuasa hukum Ahok, saya bakal protes karena kehadiran saksi sangat penting.

    Kerugian lainnya menurut saya adalah hilangnya kesempatan Ahok untuk membacakan pledoi. Meski ini kurang penting, tapi ini bisa menjadi senjata ampuh untuk meyakinkan masyarakat atas apa yang sebenarnya terjadi. Pledoi yang ampuh berpotensi membuat orang bersimpati. Tapi karena sidang ditunda, itu tidak bisa dilakukan lagi.

    Lalu apa keuntungannya sidang ditunda?

    Yang paling utama adalah masalah keamanan dan kerawanan dari potensi menggilanya gerombolan you-know-who. Mereka datang tentu ingin tahu seperti apa tuntutan terhadap Ahok. Kalau tidak sesuai, maka sumbu yang sudah pendek akan menyala dan duarrrrrr. Meledaklah emosi mereka. Kalau tidak salah, massa membentangkan spanduk yang isinya ingin Ahok dipenjara 5 tahun. Benar tidaknya silakan diralat.

    Ucapan Ahok seperti itu maunya dihukum 5 tahun? Inilah yang saya maksud dengan sulitnya berhadapan dengan gerombolan you-know-who yang tidak waras. Untung tidak menuntut hukuman mati. Dasar tidak waras. Melihat jalannya sidang dari awal hingga sekarang, saya yakin Ahok tidak mungkin dituntut 5 tahun. Paling hanya hitungan bulan atau bahkan dituntut bebas. Percayalah, kekecewaan gerombolan you-know-who pasti akan mencapai puncaknya.

    Kekecewaan ini akan membuat suasana makin tidak nyaman, apalagi mendekati hari pemilihan. Ini tentu tidak baik bagi Ahok karena bisa mempengaruhi psikologis pemilih. Ini yang harus diantisipasi dan tidak diinginkan oleh semua pihak, kecuali gerombolan you-know-who sendiri. Mereka maunya Ahok dipenjara 5 tahun, agar Ahok gagal menjadi Gubernur sekaligus tidak punya kesempatan untuk Pilpres 2019. Sebuah ambisi yang cerdik, tapi sesungguhnya bodoh dan tidak waras. Saya katakan tidak waras karena gerombolan you-know-who hanya fokus pada masalah Ahok, tapi seolah tutup mata terhadap kasus korupsi yang lebih berbahaya dan lebih kritis.

    Lihat apa yang terjadi pada penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tak dikenal. Bukankah itu sangat miris, di saat keadilan ingin ditegakkan ada segelintir orang yang berani melawan keadilan itu sendiri. Dengan situasi begini, anehnya kenapa gerombolan you-know-who tidak demo besar-besaran? Bukankah mereka sering berdalih ingin tegakkan keadilan, tapi diam saja ketika keadilan sedang dicederai?

    Terlepas dari itu, gerombolan tersebut tidak ada alasan untuk ngambek keras karena tuntutan terhadap ditunda. Mau ngotot ribut? Siap-siap saja digunduli polisi, karena kepolisian yang pertama kali mencium adanya pengerahan massa saat sidang. Sudah pasti membuat persiapan sekaligus perangkap jika biang keroknya nekat dan keras kepala tak karuan.

    Karena sidang sudah ditunda, mari kita fokus dengan debat resmi dan hari pencoblosan nanti.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis :  XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: (Analisis) Sidang Tuntutan Ahok Ditunda Hingga 20 April, Ahok Untung Sekaligus Buntung Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top