728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 12 April 2017

    Amunisi Serta Ancaman Prabowo Subianto

    Senin malam, 10 April 2017, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menunjukkan para “amunisinya” kepada publik.  Bertempat di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


     “Amunisi-amunisi” tersebut telah menyatakan dukungannya kepada Bapak Prabowo Subianto. Adapun yang hadir yaitu: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, pendiri PAN Amien Rais, Mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Politisi Golkar Titiek Soeharto, Mantan Ketua Umum PBB MS Kaban, pedangdut Rhoma Irama, musisi Ahmad Dhani, Politisi PPP Abraham Lunggana atau Haji Lulung, Presiden PKS Sohibul Iman. Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo,  Politisi PKS Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Mantan Komisioner KPK Busyro Muqoddas, Habib Ali Abdurahman Assegaf, dan ulama Abudallah syafe’i dan tokoh-tokoh agama.

    Ada dua tokoh Tionghoa disana yaitu: Hary Tanoesoedibjo dan Kwik Kian Gie. Seperti diketahui Kwik Kian Gie kurang suka dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sedangkan Hary Tanoesoedibjo mendukung Prabowo sebab ada kekuatan dari pihak asing. Maka mereka berdua merapat ke kubu Prabowo. Terdapat pepatah yang menyatakan bahwa musuh dari musuhmu adalah temanmu, namun dalam hal ini bisa jadi bahwa musuh dari musuhmu adalah musuhmu juga.

    Selain menunjukkan “amunisinya” , Prabowo Subianto juga mengancam untuk menurunkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jika tidak merawat kebhinnekaan di Jakarta.

    Seperti diketahui beberapa kelompok sudah mulai bosan terhadap isteri pertamanya yaitu UUD 1945. Mereka ingin menceraikan UUD 1945 ataupun hendak berpoligami dengan menjadikan Syariah sebagai isteri ke dua, dan isteri pertamanya tetap NKRI. Jadi punya dua isteri yaitu NKRI Bersyariah.

    Dinilai di mata mereka Syariah lebih cantik, bahebol, montok, daripada UUD 1945. Hal ini sebagai perumpamaan bagi beberapa orang yang sangat terangsang dan berniat menikahkan dirinya dengan Syariah. Ya, inilah salah satu keunikan dan kebanggaan Indonesia, bahwa umat muslim dapat hidup dan menjalankan UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda dengan negara islam lain yang menetapkan syariah.

    Prabowo Subianto sebagai “ulama” nomor satu di Partai Gerindra mengancam Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk memasukkan mereka ke dalam neraka jika mereka coba-coba selingkuh dengan Syariah. Prabowo Subianto akan menjadi orang pertama yang menceraikan Syariah dari Anies – Sandi dan membela isteri pertama yang bernama UUD 1945.

    Prabowo Subianto akan menjadi orang pertama yang akan melawan kadernya sendiri yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jika mereka coba-coba selingkuh terhadap konstitusi UUD 1945.

    Sepertinya Anies dan Sandi tidak terlalu patuh terhadap Prabowo Subianto.  Buktinya Anies dan Sandi lebih mendengarkan perkataan Eep Saefulloh Fatah dan Mardani Ali Sera daripada mendengarkan saran Prabowo ketika hendak memutuskan kehadirannya di acara debat Kompas TV.

    Seperti diketahui bahwa Anies dan Sandi hendak merangkul semua pihak, sedangkan Prabowo Subianto selaku pimpinan Partai Gerindra menegaskan tidak akan merangkul tindakan orang-orang atau kelompok-kelompok yang hendak menjadikan Jakarta bersyariah.

    Dengan demikian terdapat perbedaan cara pandang antara Anies Baswedan dengan Prabowo Subianto selaku pimpinan Partai Gerindra. Sejak awal Prabowo Subianto menolak kelompok yang ingin menjadikan Jakarta Bersyariah, sedangkan Anies merangkul mereka dan memberi harapan kepada mereka, padahal pimpinan Anies yaitu Prabowo Subianto telah menolaknya.

    Jadi Anies ini sedang menjalankan PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada kelompok garis keras. Berbeda dengan pimpinannya yang dari awal tidak merangkul dan menolak pemikiran dan tindakan radikal mereka terhadap UUD 1945.

    Dapat di lihat bahwa islam garis keras berada di kubu Anies dan Prabowo mengetahui akan hal itu. Jadi Prabowo Subianto menolak tindakan gagasan dari garis keras namun menerima orang-orangnya untuk memberikan dukungan. Ini cukup aneh, kesannya yang penting dukung dulu, coblos dulu.

    Selain bahaya pimikiran kaum garis keras, menurut Prabowo Subianto ketimpangan ekonomi antara kaya dan miskin merupakan sumber kemarahan rakyat. Masa sih pak? Bukannya sumber kemarahan rakyat itu jika ada orang yang menghina Alquran dan Nabi Muhammad?

    Jakarta saat ini memerlukan pemimpin yang dapat mengatasi berbagai masalah seperti banjir, jalanan yang macet menjadi lenggang, biaya rumah sakit yang murah, sekolah murah, bahan makanan murah, dan memperhatikan rakyat miskin maupun kaya. Pelayanan pemerintah yang cepat, bebas pungli, bebas korupsi, dan bebas KKN, dan sepertinya pasangan calon nomor 2 yang lebih serius bekerja untuk itu.



    Penulis : Handoko Wizaya  Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Amunisi Serta Ancaman Prabowo Subianto Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top