728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Alamak, Pembela Ahok Disebut BANGSA KELAS TEMPE Oleh Ahmad Dhani

    Oh, Ahmad Dhani lagi. Selalu saja ikut menyemarakkan suasana, sayangnya semarak yang dia buat lebih banyak yang kontroversial dan bikin pusing kepala. Sepertinya tidak perlu saya ulangi lagi apa yang sudah dia lakukan sejak hengkang meninggalkan dunia musik yang sudah membesarkan namanya.

    Dan kali ini di laman Facebook-nya, Dhani memposting tulisannya yang, kalau menurut saya sih lucu dan menggemaskan. Judulnya BANGSA KELAS TEMPE Mungkin beberapa orang akan menganggap ini sebagai hujatan dan akan marah-marah. Tapi bagi saya, ini adalah hiburan yang cocok untuk cemilan sambil menunggu hari pencoblosan tiba. Begini isi tulisannya.

    Memahami arti PENISTAAN AGAMA saja…
    Sebagian Bangsa ini menunjukkan kelas TEMPE nya…
    Kewalahan memahami MAKNA nya.
    KEBENARAN TAFSIR AL QURAN itu cuma Allah yang menjadi HAKIM.
    Jadi, tidak perlu ngotot membela Ahok bawa TAFSIR.
    Sampai-sampai melakukan hal-hal yang di luar biasa.
    Misalnya…

    1. Menyatakan Al Maidah 51 sudah TIDAK RELEVAN… Shit… Tidak ada satu pun PENDETA PASTUR di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di INJIL yang sudah tidak berlaku. Never!
    2. Menyatakan bahwa Ahok lebih “Islami” dari pemimpin-pemimpin Islam. What?? Kasian, menghamba kok sampe serendah itu.
    3. Mengangkat Ahok jadi SANTRI KEHORMATAN… Tuempe Tenan…
    4. Bawa-bawa Gus Dur yang sudah wafat dan tidak ikut menyaksikan kesewenang-wenangan Ahok pada rakyat kecil. Gus Dur tidak pernah dukung Ahok untuk Pilkada DKI… Jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat… For God Sake!

    Kelucuan apa pun yang kalian usung…
    Ahok itu sudah berlagak seperti Allah dengan pernyataannya di Pulau Seribu.
    Cuma Allah yang boleh jadi Hakim atas tafsir Al Maidah 51! Bukan Ahok! Bukan ente atau siapa pun!
    Berbeda tafsir itu tidak melanggar KUHP.
    GUBERNUR NON MUSLIM menghina Tafsir Jumhur Ulama… itu PENISTAAN KELAS BERAT.
    Sudahlah, STOP menghina diri sendiri.

    Sebelum mengulas, saya hanya mau bilang kalau TEMPE itu uenakkkk tenan. Apalagi digoreng pakai tepung bumbu dan dicocol ke sambal kecap. Alamakkkkkk! Jadi laparrrrrr. Jadi tolong jangan bawa-bawa dan mengungkit tentang tempe. Kasihan si TEMPE, padahal makanannya murah, berprotein tinggi, terkenal di beberapa negara, enak lagi, tapi dihina seolah sangat rendah. Hiks… hiks… hiks.

    Dari postingan Dhani, terlihat jelas bukan untuk ditujukan pada Ahok, melainkan semacam sentilan—kalau tidak mau dibilang tamparan—untuk mereka yang mendukung atau membela Ahok. Di situ dikatakan bahwa kebenaran tafsir Al Quran itu cuma Allah yang menjadi hakim dan perlu ngotot membela Ahok bawa tafsir.

    Nah, kan jadi blunder. Kalau memang seperti itu yang dimaksud Dhani, kenapa para gerombolan/kelompok you-know-who malah mempermasalahkan apa yang diucapkan Ahok? Para pembela diminta tidak ngotot membela Ahok, tapi lucunya di sisi lain, para penentang Ahok sangat ngotot menentang Ahok, bahkan harus berdemo sebanyak berapa jilid, dengan pengerahan massa mencapai rekor 7 juta orang (versi mereka). Coba lihat dulu kenyataannya, siapa yang sebenarnya paling ngotot, pendukung atau penentang Ahok? Dan anehnya, mereka yang mendukung dan membela malah dibilang bangsa tempe. Mereka malah yang menjadi hakim duluan. Kan tidak sinkron.

    Mengkritik Ahok yang katanya lebih Islami dari pemimpin-pemimpin Islam? Pemimpin-pemimpin yang mana dulu nih? Memang Ahok bukan pemimpin paling Islami, tapi jika membandingkan dengan pemimpin terdahulu, wajar kalau Ahok lebih baik. Mengumrohkan marbot. Membangun masjid (salah satunya yang di Balai Kota). Coba tanyakan pada pemimpin terdahulu, kenapa tidak melakukan apa yang Ahok lakukan, padahal dulu pemimpin muslim. Masa hal sejelas ini pun bisa buta untuk melihat kenyataan?

    Saya jadi teringat beberapa waktu lalu di mana seorang wanita bertanya pada Zakir Naik perihal apakah calon non-muslim layak dipilih karena telah melakukan hal-hal baik, misalnya tidak hanya terkait infrastruktur kota, tapi juga jujur dan membangun beberapa rumah ibadah untuk muslim. Sudah tahu kan arah pertanyaan ini? Jawaban Zakir Naik adalah, “Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi tidak shalat. Itu munafik (hipokrit).”

    Yah, sudahlah kalau begitu. Ya pasti dong Ahok tidak shalat, karena dia bukan muslim. Kebaikan orang non muslim seolah dianggap tidak berharga hanya karena beda keyakinan. Coba deh lihat Thomas Edison yang telah ciptakan bola lampu dan mengubah malam jadi terang benderang. Betapa berjasanya hasil ciptaan dia untuk umat manusia. Bahkan saat kematiannya, warga diminta mematikan lampu sejenak untuk penghormatan terakhir. Nah, saya tanya nih. Dia bukan muslim, apakah itu berarti dia harus dianggap munafik juga? Bukankah semua orang, dari semua suku, golongan dan agama menikmati bola lampu hasil ciptaannya? Kebaikan seseorang seharusnya tidak dikotak-kotakkan karena beda keyakinan.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis : XHardy   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Alamak, Pembela Ahok Disebut BANGSA KELAS TEMPE Oleh Ahmad Dhani Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top