728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 07 April 2017

    Ahok Mengumpulkan 27,1 Miliar, Sandi Keluarkan 13,5 Miliar

    Seperti putaran pertama, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahok-Djarot membuat program patungan kampanye rakyat dan telah ditutup pada Kamis ini tangga 6 April 2017. Dana dikumpulkan sejak 7 Maret 2017 dan dari program patungan kampanye ini, Ahok-Djarot ternyata mampu mengumpulkan dana lebih kurang sebesar 27,1 miliar.

    Ini menunjukkan dukungan yang luar biasa dari warga Jakarta untuk membantu Ahok – Djarot menjadi pelayan warga Jakarta. Target sebelumnya hanya sebesar 25 miliar, sehingga dana yang dikumpulkan saat ini telah melebihi target. Program penggalangan dana ini ditutup pada posisi 27,1 miliar agar tidak melanggar aturan KPU, yang menyatakan bahwa paslon hanya boleh mengumpulkan dana kampanye maksimal 34,56 miliar.

    “Sesuai aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum) DKI, paslon hanya boleh mengumpulkan dana kampanye Rp 34,56 miliar. Kami tidak ingin melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh KPU DKI, maka kami sepakati untuk menutup (sumbangan),” kata Wakil Bendahara Tim Pemenangan Ahok-Djarot Joice, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

    Dana sebesar itu ternyata berasal dari 3.613 donatur sehingga bisa dikatakan bahwa rata-rata donatur menyumbang sekitar 100 ribu rupiah.


    “Dari patungan yang masuk, mayoritas individu menyumbang rata-rata Rp 100.000,” kata Joice.

    Menurut Joice, baru sekitar 60 persen donatur yang mengembalikan surat pernyataan penyumbang KPU DKI bertandatangan basah yang dilengkapi nomor KTP dan NPWP.

    Sementara Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengaku menyokong semua dana kampanye yang besarnya Rp 13,5 miliar untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

    Dana kampanye yang dikeluarkan Sandiaga untuk putaran kedua ini nilainya jauh lebih kecil dari dana kampanye putaran pertama yang mencapai Rp 64,4 miliar.

    “Untuk (kampanye) putaran kedua, posisi penerimaan kami sebesar Rp 13,5 miliar yang seluruhnya dialokasikan untuk putaran kedua. Semuanya berasal dari dana pribadi Bang Sandi,” kata Bendahara Umum Tim Kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Satrio Dimas Adityo,  Awalnya, estimasi tim dalam menghadapi kampanye putaran kedua, bisa keluar biaya Rp 4 miliar dalam sepekan.

    Dengan hitungan, putaran kedua selama enam pekan, berarti akan membutuhkan dana sebesar Rp 24 miliar. Adapun pada pilkada putaran pertama, Anies sempat menyumbang untuk dana kampanye sebesar Rp 400 juta. Sementara itu, Sandi mengeluarkan uang lebih besar dari Anies, yaitu Rp 62,8 miliar. Selebihnya berasal dari sumbangan partai politik pengusung dan sumbangan lainnya.

    Kontras sekali perbedaan antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dalam hal dana kampanye. Saya sampai berdecak kagum melihat dana yang dikeluarkan oleh Sandi, 13,5 miliar untuk putaran kedua sementara pada putaran pertama 62,8 miliar. Jadi totalnya mencapai kurang lebih 76,3 miliar untuk posisi wakil Gubernur. Sementara Anies berdasarkan sumber yang bisa saya temukan baru menyumbang 400 juta rupiah saja dengan hanya bermodalkan mulut manisnya saja.

    Ini artinya Anies lah yang sebenarnya pebisnis ulung, dengan modal seminimal mungkin tapi dapat posisi paling maksimal, Gubernur. Padahal menurut survey, pemilih Anies itu bukan karena figur Aniesnya tapi kebanyakan karena isu “asal bukan Ahok” dengan latar isu agama. Sehingga sebenarnya siapapun bisa menjadi calon Gubernur paslon no 3 ini, termasuk Sandiaga. Jadi sepertinya ada yang titik-titik nih…..kasian deh.

    Lalu apakah Sandiaga gak akan minta balik modal. Menurut Anies sih tidak, saat debat di Mata Najwa. Dia katakan bahwa justru dengan menggunakan dana pribadi Sandiaga jadi dirinya aman dan gak perlu balik modal dan tidak perlu tersandera. Dia juga bilang saat debat, Anies telah selesai dengan dirinya. Ah masa sih? Baik sekali Sandiaga ini, rela memberikan 76,3 miliar demi posisi wakil Gubernur, saya mau ah temenan sama Mas Sandi supaya bisa minta 1 miliar aja, atau Pajero Sport terbaru deh.

    Tapi menurut Anies sendiri dana pribadi yang fantastis untuk berkampanye itu sebenarnya gimana sih?

    Ooo begitu yah Pak Anies, dana yang sama bisa digunakan untuk petani, untuk nelayan, untuk pendidikan. Dan apa pak? Berikan amanat kepada orang yang bukan memburu amanat kekuasaan? Ooo ya ya….

    Entah lah apakah Sandiaga memang ikhlas menggelontorkan dana hingga 70 miliar tanpa meminta imbalan balik modal. Tapi tetap saja dana kampanye model patungan seperti Ahok jelas lebih pasti aman sehingga Ahok pun pasti tidak akan tersandera apalagi sampai cekcok dengan penyandang dana, untung saja Djarot bukan orang super kaya banget.



    Penulis : Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ahok Mengumpulkan 27,1 Miliar, Sandi Keluarkan 13,5 Miliar Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top